Javascript must be enabled to continue!
Sekartaji Mask Ballet in Surakarta
View through CrossRef
ABSTRAKSendratari Topeng Sekartaji merupakan tari tradisi garapan baru yang diilhami oleh Serat Panji yang ditulis pada Jaman Jenggala Kediri abad XI-XII. Tujuan penelitian Sendratari Topeng Sekartaji adalah untuk menggali kreativitas tari di sekitar Surakarta serta menemukan bentuk dan elemen-elemen pendukungnya. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data dengan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan tekhnik analisis bentuk dan struktur. Evaluasi validitas data dengan tekhnik trianggulasi. Penelitian menggunakan pendekatan antropologi seni yang beranggapan bahwa karya seni merupakan ekspresi karya seniman. Hasil penelitian menunjukan Sendratari Topeng Sekartaji merupakan karya tari kelompok bertema percintaan sebagai ungkapan kreativitas seni yang popular pada zaman akhir orde lama dan awal orde baru. Sendratari dalam kurun waktu, dipentaskan dengan berbagai variasi sesuai dengan pendukung, situasi dan kondisi serta waktu yang disediakan. Bentuk kreativitas seni dapat berupa frahmen, pethilan, tari tunggal dan yang paling utama adalah sendratari. Tata urutan sajian tergantung pada bentuk pertunjukanya. Gerak tari pada tokoh antagonis berupa gagahan gaya Surakarta, tokoh protagonis dengan alus luruh, sedang tari putri dengan putri luruh. Pada akhir pertunjukan selalu bermuara kepada keberhasilan hubungan cinta kasih. Kunci: sendratari, topeng, sekartaji, Surakarta.ABSTRACTThis research entitled “Sendratari Topeng Sekartaji” proposed exploring dance creativity in Surakarta and finding its formats and support elements. This research used data collection with techniques such as observation, interview and documentation as the research method. Data is processed by the technique of format and structure analysis. The technique of triangulation is used as a technique to evaluate data. This research used an art anthropological approach. It is assumed that an artwork is an expression of an artist’s work. Research results showed that Sendratari Topeng Sekartaji is a colossal dance with a romance theme. It was a representation of artwork that has been popularized since the end of the old order and early new order. During that time, sendratari has presented narratively, according to situation, condition and support elements. Art creativity manifested into fragment “pethilan”, single dance and especially “sendratari”. Its arrangement for presentation depends on its performance format. They have “gagahan” in Surakarta style for their dance moves, “alus luruh” and “putri lurah” for antagonist, protagonist, and female dance, irrespectively. The last performance always refers to romantic relationship successfully.Keywords:Sendratari Topeng; Sekartaji; Surakarta
Institut Seni Indonesia Surakarta
Title: Sekartaji Mask Ballet in Surakarta
Description:
ABSTRAKSendratari Topeng Sekartaji merupakan tari tradisi garapan baru yang diilhami oleh Serat Panji yang ditulis pada Jaman Jenggala Kediri abad XI-XII.
Tujuan penelitian Sendratari Topeng Sekartaji adalah untuk menggali kreativitas tari di sekitar Surakarta serta menemukan bentuk dan elemen-elemen pendukungnya.
Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data dengan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Pengolahan data dilakukan dengan tekhnik analisis bentuk dan struktur.
Evaluasi validitas data dengan tekhnik trianggulasi.
Penelitian menggunakan pendekatan antropologi seni yang beranggapan bahwa karya seni merupakan ekspresi karya seniman.
Hasil penelitian menunjukan Sendratari Topeng Sekartaji merupakan karya tari kelompok bertema percintaan sebagai ungkapan kreativitas seni yang popular pada zaman akhir orde lama dan awal orde baru.
Sendratari dalam kurun waktu, dipentaskan dengan berbagai variasi sesuai dengan pendukung, situasi dan kondisi serta waktu yang disediakan.
Bentuk kreativitas seni dapat berupa frahmen, pethilan, tari tunggal dan yang paling utama adalah sendratari.
Tata urutan sajian tergantung pada bentuk pertunjukanya.
Gerak tari pada tokoh antagonis berupa gagahan gaya Surakarta, tokoh protagonis dengan alus luruh, sedang tari putri dengan putri luruh.
Pada akhir pertunjukan selalu bermuara kepada keberhasilan hubungan cinta kasih.
Kunci: sendratari, topeng, sekartaji, Surakarta.
ABSTRACTThis research entitled “Sendratari Topeng Sekartaji” proposed exploring dance creativity in Surakarta and finding its formats and support elements.
This research used data collection with techniques such as observation, interview and documentation as the research method.
Data is processed by the technique of format and structure analysis.
The technique of triangulation is used as a technique to evaluate data.
This research used an art anthropological approach.
It is assumed that an artwork is an expression of an artist’s work.
Research results showed that Sendratari Topeng Sekartaji is a colossal dance with a romance theme.
It was a representation of artwork that has been popularized since the end of the old order and early new order.
During that time, sendratari has presented narratively, according to situation, condition and support elements.
Art creativity manifested into fragment “pethilan”, single dance and especially “sendratari”.
Its arrangement for presentation depends on its performance format.
They have “gagahan” in Surakarta style for their dance moves, “alus luruh” and “putri lurah” for antagonist, protagonist, and female dance, irrespectively.
The last performance always refers to romantic relationship successfully.
Keywords:Sendratari Topeng; Sekartaji; Surakarta.
Related Results
Features of Modern Professional Ballet Education (the Case of Different Schools)
Features of Modern Professional Ballet Education (the Case of Different Schools)
In every country, the school of classical dance, as the foundation for the training of ballet dancers, has its own specific features. The late twentieth century, in most countries ...
Liam Scarlett
Liam Scarlett
Abstract
This chapter examines the work and career of British choreographer Liam Scarlett (born 1986), former artist in residence at The Royal Ballet (2012-2020), an...
Critical levels of mask efficiency and of mask adoption that theoretically extinguish respiratory virus epidemics
Critical levels of mask efficiency and of mask adoption that theoretically extinguish respiratory virus epidemics
AbstractUsing a respiratory virus epidemiological model we derive equations for the critical levels of mask efficiency (fraction blocked) and of mask adoption (fraction of populati...
Effects of wearing a KF94 face mask on performance, perceptual, and physiological responses during a resistance exercise
Effects of wearing a KF94 face mask on performance, perceptual, and physiological responses during a resistance exercise
Abstract
Wearing a face mask in indoor public places including fitness centers is an effective strategy to prevent the airborne transmission of COVID-19. However, only a fe...
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA
Masyarakat Kota Surakarta sangat majemuk dan multikultur, sering terjadi Radikalisme di Kota Surakarta yang menimbulkan ketegangan dan konflik antar kelompok. Tujuan penelitian ini...
Pelaksanaan kearsipan statis pada bagian arsip kantor Samsat Surakarta
Pelaksanaan kearsipan statis pada bagian arsip kantor Samsat Surakarta
<p dir="ltr"><span><strong>Abstrak</strong>: </span>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pelaksanaan arsip statis di bagian kearsipa...
DAMPAK KEBERADAAN HYPERMARKET TERHADAP PERUBAHAN GUNA LAHAN SEKITARNYA DI SURAKARTA
DAMPAK KEBERADAAN HYPERMARKET TERHADAP PERUBAHAN GUNA LAHAN SEKITARNYA DI SURAKARTA
<p><em>Urban population growth in Indonesia to encourage increased economic activity. Surakarta city including influential city in Central Java and has developed quite ...
Factors of Muslim Fashion Progress in Surakarta City: A History Review
Factors of Muslim Fashion Progress in Surakarta City: A History Review
Nowadays, Muslim fashion is worn not only to fulfil Islamic sharia, but also to present Muslim fashion without ignoring the beauty of the fashion itself. Therefore, in its progress...

