Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TATA NIAGA ROTAN DI KATINGAN

View through CrossRef
Harga rotan yang tidak stabil merupakan permasalahan yang dihadapi oleh para petani rotan. Mereka harus menerima harga yang telah ditetapkan oleh pasar. Untuk mengetahui bagaimana kehidupan social ekonomi petani rotan di Katingan, maka permasalahan yang akan dibahas yaitu (1) Bagaimana sistem penjualan rotan di desa? (2) Bagaimana strategi adaptasi yang dilakukan oleh petani rotan menghadapi fluktuasi harga rotan? Penelusuran permasalahan ini dilakukan di desa Talingke, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Pengumpulan data dilakukan dilokasi tersebut melalui tiga teknik yaitu studi pustaka, observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa dalam sistem penjualan rotan di desa, terdapat dua hingga tiga pelaku utama yaitu petani rotan, pemberi panjar dan pemilik modal (pengepul). Ketiga pelaku tersebut membentuk hubungan resiprositas dan sekaligus patron-klien. Dominasi pemilik modal dalam menentukan harga dihadapi petani rotan dengan mencari alternative mata pencaharian lain. Strategi yang dilakukan yaitu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya sebagai sumber penghasilan.
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
Title: TATA NIAGA ROTAN DI KATINGAN
Description:
Harga rotan yang tidak stabil merupakan permasalahan yang dihadapi oleh para petani rotan.
Mereka harus menerima harga yang telah ditetapkan oleh pasar.
Untuk mengetahui bagaimana kehidupan social ekonomi petani rotan di Katingan, maka permasalahan yang akan dibahas yaitu (1) Bagaimana sistem penjualan rotan di desa? (2) Bagaimana strategi adaptasi yang dilakukan oleh petani rotan menghadapi fluktuasi harga rotan? Penelusuran permasalahan ini dilakukan di desa Talingke, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah.
Pengumpulan data dilakukan dilokasi tersebut melalui tiga teknik yaitu studi pustaka, observasi dan wawancara.
Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa dalam sistem penjualan rotan di desa, terdapat dua hingga tiga pelaku utama yaitu petani rotan, pemberi panjar dan pemilik modal (pengepul).
Ketiga pelaku tersebut membentuk hubungan resiprositas dan sekaligus patron-klien.
Dominasi pemilik modal dalam menentukan harga dihadapi petani rotan dengan mencari alternative mata pencaharian lain.
Strategi yang dilakukan yaitu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya sebagai sumber penghasilan.

Related Results

STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA KERJA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN DAN PEMASARAN PADA KERAJINAN ROTAN PUTRI YAKIN SILUNGKANG
STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA KERJA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN DAN PEMASARAN PADA KERAJINAN ROTAN PUTRI YAKIN SILUNGKANG
Industri kerajinan rotan di Silungkakng telah menghasilkan berbagai macam produk kerajinan rotan seperti kursi, pot bunga, tempat sampah, dan tudung saji sehingga dapat nyaman dan ...
DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN ROTAN MENGGUNAKAN ALAT PENEKUK PIPA BESI DI DESA PIANTUS
DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN ROTAN MENGGUNAKAN ALAT PENEKUK PIPA BESI DI DESA PIANTUS
Desa Piantus merupakan satu-satunya desa sebagai sentra kerajinan rotan yang terdapat diKabupaten Sambas. Jumlah pengrajin rotan yang terdapat di Desa Piantus sekitar 70% darijumla...
JENIS-JENIS ROTAN DI KAWASAN HUTAN ADAT DESA LUNDANG DEDAI SINTANG KALIMANTAN BARAT
JENIS-JENIS ROTAN DI KAWASAN HUTAN ADAT DESA LUNDANG DEDAI SINTANG KALIMANTAN BARAT
Rotan termasuk ke dalam famili Palmae yang merupakan tumbuhan pemanjat sehingga membutuhkan tumbuhan inang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Rotan dapat tumbuh di dataran r...
Kajian Potensi Rotan di Hutan Desa Tumbang Habangoi Kabupaten Katingan
Kajian Potensi Rotan di Hutan Desa Tumbang Habangoi Kabupaten Katingan
Kabupaten Katingan tercatat sebagai salah satu wilayah dengan produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa rotan yang sangat besar. Dalam pengelolaan Hutan Desa diperlukan data aw...
Strategi Pengembangan Usaha Kerajinan Rotan di Kabupaten Pangkep Rattan Craft Business Development Strategy Pangkep Regency
Strategi Pengembangan Usaha Kerajinan Rotan di Kabupaten Pangkep Rattan Craft Business Development Strategy Pangkep Regency
Perkembangan UMKM di Indonesia sangat pesat. Dalam perekonomian Indonesia, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah yang paling besar. Sala...
tugas hukum tata negara
tugas hukum tata negara
Tujuan Hukum Tata Negara yang di simpulkan beberapa definisi di atas,bahwa hukum HTN mengkaji beberapa aspek krusial,yakni Negara/ organ Negara,hubungan antara organ/lembaga Negara...
Pengaruh Penempatan Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan di PT Citra Mitra Niaga
Pengaruh Penempatan Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan di PT Citra Mitra Niaga
Abstract. This study aims 1) to determine the effect of job placement on employee performance at PT Citra Mitra Niaga, 2) to determine the effect of compensation on employee perfor...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...

Back to Top