Javascript must be enabled to continue!
Inclusive Da'wah and Interfaith Dialogue in Gus Iqdam's Religious Gatherings: A Case Study of Majelis Sabilu Taubah
View through CrossRef
Abstrak
Keberagaman agama di Indonesia menuntut model dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian ajaran Islam, tetapi juga mampu membangun relasi sosial yang inklusif dan dialogis di tengah masyarakat yang plural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik dakwah inklusif dialogis berbasis interfaith encounter dalam pengajian Gus Iqdam di Majelis Sabilu Taubah serta kontribusinya terhadap penguatan toleransi beragama. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis interfaith encounter yang berlangsung secara alami dalam ruang pengajian, berbeda dengan kajian sebelumnya yang lebih berfokus pada dialog antaragama secara formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif terhadap dokumentasi pengajian di YouTube, media sosial, serta berbagai dokumentasi digital yang berkaitan dengan interaksi lintas agama. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Gus Iqdam dibangun melalui komunikasi dialogis, penggunaan bahasa yang egaliter, humor kontekstual, dan keterbukaan terhadap jamaah lintas agama sehingga pengajian menjadi ruang sosial-keagamaan yang memfasilitasi interfaith encounter. Temuan ini menegaskan bahwa dakwah inklusif berbasis komunikasi dialogis berkontribusi dalam membangun kepercayaan, kohesi sosial, dan toleransi antarumat beragama serta memperkaya kajian komunikasi dakwah di masyarakat multikultural.
Religious diversity in Indonesia calls for a model of da’wah that not only focuses on conveying Islamic teachings but also fosters inclusive, dialogical social relationships within a pluralistic society. This study aims to analyze the practice of inclusive, dialogical da’wah based on interfaith encounters in Gus Iqdam’s religious study sessions at Majelis Sabilu Taubah, and to examine its contribution to strengthening religious tolerance. The novelty of this study lies in its analysis of interfaith encounters that occur naturally within these study sessions, in contrast to previous studies that have focused more on formal interfaith dialogue. This study employs a qualitative case study design. Data were collected through non-participatory observation of recordings of religious study sessions on YouTube and social media, as well as various digital materials related to interfaith interactions. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that Gus Iqdam’s da’wah is built through dialogic communication, the use of egalitarian language, contextual humor, and openness toward interfaith congregants, thereby transforming the religious lectures into a socio-religious space that facilitates interfaith encounters. These findings confirm that inclusive da'wah, based on dialogic communication, contributes to building trust, social cohesion, and tolerance among people of different faiths and enriches the study of da'wah communication in multicultural societies.
Title: Inclusive Da'wah and Interfaith Dialogue in Gus Iqdam's Religious Gatherings: A Case Study of Majelis Sabilu Taubah
Description:
Abstrak
Keberagaman agama di Indonesia menuntut model dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian ajaran Islam, tetapi juga mampu membangun relasi sosial yang inklusif dan dialogis di tengah masyarakat yang plural.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik dakwah inklusif dialogis berbasis interfaith encounter dalam pengajian Gus Iqdam di Majelis Sabilu Taubah serta kontribusinya terhadap penguatan toleransi beragama.
Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis interfaith encounter yang berlangsung secara alami dalam ruang pengajian, berbeda dengan kajian sebelumnya yang lebih berfokus pada dialog antaragama secara formal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.
Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif terhadap dokumentasi pengajian di YouTube, media sosial, serta berbagai dokumentasi digital yang berkaitan dengan interaksi lintas agama.
Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Gus Iqdam dibangun melalui komunikasi dialogis, penggunaan bahasa yang egaliter, humor kontekstual, dan keterbukaan terhadap jamaah lintas agama sehingga pengajian menjadi ruang sosial-keagamaan yang memfasilitasi interfaith encounter.
Temuan ini menegaskan bahwa dakwah inklusif berbasis komunikasi dialogis berkontribusi dalam membangun kepercayaan, kohesi sosial, dan toleransi antarumat beragama serta memperkaya kajian komunikasi dakwah di masyarakat multikultural.
Religious diversity in Indonesia calls for a model of da’wah that not only focuses on conveying Islamic teachings but also fosters inclusive, dialogical social relationships within a pluralistic society.
This study aims to analyze the practice of inclusive, dialogical da’wah based on interfaith encounters in Gus Iqdam’s religious study sessions at Majelis Sabilu Taubah, and to examine its contribution to strengthening religious tolerance.
The novelty of this study lies in its analysis of interfaith encounters that occur naturally within these study sessions, in contrast to previous studies that have focused more on formal interfaith dialogue.
This study employs a qualitative case study design.
Data were collected through non-participatory observation of recordings of religious study sessions on YouTube and social media, as well as various digital materials related to interfaith interactions.
Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The results show that Gus Iqdam’s da’wah is built through dialogic communication, the use of egalitarian language, contextual humor, and openness toward interfaith congregants, thereby transforming the religious lectures into a socio-religious space that facilitates interfaith encounters.
These findings confirm that inclusive da'wah, based on dialogic communication, contributes to building trust, social cohesion, and tolerance among people of different faiths and enriches the study of da'wah communication in multicultural societies.
Related Results
Beyond Abangan-Santri
Beyond Abangan-Santri
This article seeks to discuss the emergence of new hybrid identities in the Sabilu Taubah Majelis, Pesantren Mambaul Hikam Blitar, led by Gus Muhamad Iqdam (Gus Iqdam). Gus Iqdam r...
Gus Iqdam’s Dakwah Bil Hikmah through the Sabilu Taubah Assembly
Gus Iqdam’s Dakwah Bil Hikmah through the Sabilu Taubah Assembly
This article explores Gus Iqdam’s Dakwah Bil Hikmah through the Sabilu Taubah Assembly, in light of the increasing prominence of majelis taklim (religious study assemblies), partic...
PREACHERS OF DIALOGUE: INTERNATIONAL RELATIONS AND INTERFAITH THEOLOGY
PREACHERS OF DIALOGUE: INTERNATIONAL RELATIONS AND INTERFAITH THEOLOGY
While the appeal of ‘civilisational dialogue’ is on the rise, its sources, functions, and con- sequences arouse controversy within and between faith communities. Some religious lea...
Gaya Komunikasi Dakwah Gus Iqdam Khalid di Media Sosial
Gaya Komunikasi Dakwah Gus Iqdam Khalid di Media Sosial
Abstract. Abstract. Da'wah is an activity that aims to convey the teachings of Islam, inviting people to do good, and preventing someone from doing evil through various means such ...
Gaya Bahasa Pada Pengajian Gus Iqdam
Gaya Bahasa Pada Pengajian Gus Iqdam
This research aims to identify the language style used by Gus Iqdam. The method used in this research is a qualitative research method. This research data was taken from Gus Iqdam’...
Aktivitas Dakwah Majelis Taklim Rodiyatammardiyah dalam Membina Nilai-Nilai Keberagamaan Jamaah
Aktivitas Dakwah Majelis Taklim Rodiyatammardiyah dalam Membina Nilai-Nilai Keberagamaan Jamaah
Abstract. Majlis taklim is a term for Islamic non-formal educational institutions that have their own curriculum, are held periodically and regularly, attended by a relatively larg...
STRATEGI DAKWAH GUS IQDAM PADA CHANNEL YOUTUBE GUS IQDAM OFFICIAL
STRATEGI DAKWAH GUS IQDAM PADA CHANNEL YOUTUBE GUS IQDAM OFFICIAL
Penelitian ini membahas tentang studi metode dakwah yang digunakan oleh Gus Muhammad Iqdam. Gus Iqdam merupakan seorang tokoh Ulama muda yang memiliki ciri khas menyampaikan dakwah...
Hormone interactions and regulation of PsPK2::GUS compared with DR5::GUS and PID::GUS in Arabidopsis thaliana
Hormone interactions and regulation of PsPK2::GUS compared with DR5::GUS and PID::GUS in Arabidopsis thaliana
The putative pea PINOID homolog, PsPK2, is expressed in all growing plant parts and is positively regulated by auxin, gibberellin, and cytokinin. Here, we studied hormonal regulati...

