Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INDUKSI OVULASI DAN PEMIJAHAN IKAN AGAMYSIS (Agamyxis albomaculatus) MENGGUNAKAN HORMON YANG BERBEDA

View through CrossRef
Ikan agamysis (Agamyxis albomaculatus) merupakan ikan hias air tawar introduksi yang memiliki potensi cukup bagus untuk dikembangkan di Indonesia, namun masih bermasalah dalam budidayanya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi hormon berbeda dalam menginduksi ovulasi dan pemijahan ikan agamysis. Jumlah ikan yang digunakan sebanyak 30 ekor (15 jantan dan 15 betina) dengan ukuran panjang 10-15 cm dan bobot 50-200 g. Ikan uji dipelihara dalam akuarium sistem resirkulasi dan diberi pakan cacing tanah dua kali sehari secara ad libitum. Perlakuan yang diberikan berupa penggunaan beberapa jenis hormon yaitu: (A) LHRHa dan antidopamin (ovaprim) dosis 0,7 mL/kg; (B) human chorionic gonadotropin (hCG) dosis 500 IU/kg; (C) aromatase inhibitor (AI) dosis 10 mg/kg; (D) kombinasi AI dosis 10 mg/kg + ovaprim dosis 0,7 mL/kg; serta (E) kombinasi hCG dosis 500 IU/kg + ovaprim dosis 0,7 mg/kg. Hormon diberikan melalui penyuntikan secara intramuskuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi hormon hCG dosis 500 IU/kg + ovaprim dosis 0,7 mL/kg; memberikan respons pemijahan terbaik dengan waktu laten 7-12 jam; bobot telur ovulasi 7,3–9,4 g; derajat pembuahan 5,71%-34,7%; dan derajat penetasan 32,5%-50,44%. Penggunaan kombinasi hormon hCG dan ovaprim efektif menstimulasi proses ovulasi telur sehingga dapat menjadi acuan untuk peningkatan produksi larva ikan agamysis dalam pemijahan buatan.Agamysis (Agamyxis albomaculatus) is an introduced freshwater fish that has the potential to be developed in Indonesia. Yet, the fish has not been successfully cultivated. This research was conducted to determine the effectiveness of different hormone combinations to induce ovulation and spawning of agamysis. This research used 30 fishes (15 male and 15 female) ranged 10-15 cm in length and 50-200 g in body weight. The fish were stocked in aquaria equipped with recirculation system and fed with earthworm by ad libitum twice a day. The treatments were: (A) LHRHa and antidopamin (ovaprim) dose of 0.7 mL/ kg, (B) human chorionic gonadotropin (hCG) dose of 500 IU/kg, (C) aromatase inhibitor (AI) dose of 10 mg/kg, (D) a combination of AI dose of 10 mg/kg + ovaprim dose of 0.7 mL/kg, and (E) a combination of hCG dose of 500 IU/kg + ovaprim dose of 0.7 mg/kg. The hormones were given through intramuscularly injection. The results showed that the combination of ovaprim dose of 0.7 mL/kg and hCG dose of 500 IU/kg produced the best spawning response, with the latent period of 7-12 hours, weight of ovulated eggs of 7.3-9.4 g, fertilization rate of 5.71% to 34.7% and hatching rate between 32.5% - 50.44%. In conclusion, the combination of hCG and ovaprim was found to be more effective to stimulate egg ovulation of agamysis and could be used in improving larvae production.
Title: INDUKSI OVULASI DAN PEMIJAHAN IKAN AGAMYSIS (Agamyxis albomaculatus) MENGGUNAKAN HORMON YANG BERBEDA
Description:
Ikan agamysis (Agamyxis albomaculatus) merupakan ikan hias air tawar introduksi yang memiliki potensi cukup bagus untuk dikembangkan di Indonesia, namun masih bermasalah dalam budidayanya.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi hormon berbeda dalam menginduksi ovulasi dan pemijahan ikan agamysis.
Jumlah ikan yang digunakan sebanyak 30 ekor (15 jantan dan 15 betina) dengan ukuran panjang 10-15 cm dan bobot 50-200 g.
Ikan uji dipelihara dalam akuarium sistem resirkulasi dan diberi pakan cacing tanah dua kali sehari secara ad libitum.
Perlakuan yang diberikan berupa penggunaan beberapa jenis hormon yaitu: (A) LHRHa dan antidopamin (ovaprim) dosis 0,7 mL/kg; (B) human chorionic gonadotropin (hCG) dosis 500 IU/kg; (C) aromatase inhibitor (AI) dosis 10 mg/kg; (D) kombinasi AI dosis 10 mg/kg + ovaprim dosis 0,7 mL/kg; serta (E) kombinasi hCG dosis 500 IU/kg + ovaprim dosis 0,7 mg/kg.
Hormon diberikan melalui penyuntikan secara intramuskuler.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi hormon hCG dosis 500 IU/kg + ovaprim dosis 0,7 mL/kg; memberikan respons pemijahan terbaik dengan waktu laten 7-12 jam; bobot telur ovulasi 7,3–9,4 g; derajat pembuahan 5,71%-34,7%; dan derajat penetasan 32,5%-50,44%.
Penggunaan kombinasi hormon hCG dan ovaprim efektif menstimulasi proses ovulasi telur sehingga dapat menjadi acuan untuk peningkatan produksi larva ikan agamysis dalam pemijahan buatan.
Agamysis (Agamyxis albomaculatus) is an introduced freshwater fish that has the potential to be developed in Indonesia.
Yet, the fish has not been successfully cultivated.
This research was conducted to determine the effectiveness of different hormone combinations to induce ovulation and spawning of agamysis.
This research used 30 fishes (15 male and 15 female) ranged 10-15 cm in length and 50-200 g in body weight.
The fish were stocked in aquaria equipped with recirculation system and fed with earthworm by ad libitum twice a day.
The treatments were: (A) LHRHa and antidopamin (ovaprim) dose of 0.
7 mL/ kg, (B) human chorionic gonadotropin (hCG) dose of 500 IU/kg, (C) aromatase inhibitor (AI) dose of 10 mg/kg, (D) a combination of AI dose of 10 mg/kg + ovaprim dose of 0.
7 mL/kg, and (E) a combination of hCG dose of 500 IU/kg + ovaprim dose of 0.
7 mg/kg.
The hormones were given through intramuscularly injection.
The results showed that the combination of ovaprim dose of 0.
7 mL/kg and hCG dose of 500 IU/kg produced the best spawning response, with the latent period of 7-12 hours, weight of ovulated eggs of 7.
3-9.
4 g, fertilization rate of 5.
71% to 34.
7% and hatching rate between 32.
5% - 50.
44%.
In conclusion, the combination of hCG and ovaprim was found to be more effective to stimulate egg ovulation of agamysis and could be used in improving larvae production.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
KAJIAN PEMIJAHAN IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) SECARA INDUKSI HORMONAL
KAJIAN PEMIJAHAN IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) SECARA INDUKSI HORMONAL
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana prosedur induksi hormonal, dan kualitas hasil pemijahan secara pengamatan dan kajian pustaka. Waktu dan tempat pengujian produk ho...
TEKNIK PEMIJAHAN IKAN KOKI GEMOY DENGAN REKAYASA ARUS DAN KETINGGIAN AIR PADA PEMBUDIDAYA AIQ AMBUR DESA PETELUAN INDAH KECAMATAN LINGSAR.
TEKNIK PEMIJAHAN IKAN KOKI GEMOY DENGAN REKAYASA ARUS DAN KETINGGIAN AIR PADA PEMBUDIDAYA AIQ AMBUR DESA PETELUAN INDAH KECAMATAN LINGSAR.
Kegiatan budidaya ikan air tawar di Desa Peteluan mencakup budidaya ikan konsumsi maupun ikan hias. Salah satunya ikan mas koki gemoy. Kendala utama dalam produksi ikan mas koki ya...

Back to Top