Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rancang Bangun Pengering Surya Tipe Bak Untuk Biji Kopi

View through CrossRef
Abstrak . Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan membuat pengering tipe bak dengan sumber panas berasal dari tungku sekam kopi dan kolektor surya untuk pengeringan biji kopi, menguji kinerja dan menghitung konsumsi energi pengeringan alat yang telah dihasilkan dan menghitung biaya pokok pengeringan biji kopi dengan menggunakan alat yang telah dihasilkan. Penelitian ini terdiri dari 3 (lima) tahapan meliputi; (1) rancangan struktural dan fungsional pengering tipe bak, tungku dan kolektor surya, (2) konstruksi alat hasil rancangan, (3) Uji fungsional. Hasil penelitian ini adalah pengering surya tipe bak yang telah berhasil dirancang bangun. Selama 10 hari pengujian, dapat diketahui bahwa pengering dan kolektor surya sudah berfungsi dengan baik. Pengering ini masih banyak dipengaruhi oleh cuaca sehingga penggunaan tungku biomassa sebagai suplemen energi sangat diperlukan. Suhu udara rata-rata pengering atau bak yang dihasilkan berkisar antara 36,2 C sampai 48,6 C, sedangkan kelembaban relatif (RH) berkisar 43,6%-72,6%.  Design of Hybrid Dryer With Batch Type for Coffee Beans Abstract. The main aim of this study was to design and develop hybrid dryer in which heat sources are coming from coffee husks furnace and solar collectors used for coffee beans drying. We also tested its performance and calculated the energy consumption produced and total costs required to perform coffee beans drying. The study consisted of three stages; (1) structural and functional design of drying chamber, furnace and solar collector, (2) dryer construction and development, (3) functional test. The overall results of this study showed that solar collector was effectively working properly during the ten days drying. Yet, this developed dryer is still heavily influenced by the weather, and thus the use of biomass as an energy supplement is needed. The average air temperature produced by the dryer ranges between 36.2 oC to 48.6 oC, while the relative humidity (RH) ranging from 43.6% -72.6%. 
Title: Rancang Bangun Pengering Surya Tipe Bak Untuk Biji Kopi
Description:
Abstrak .
Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan membuat pengering tipe bak dengan sumber panas berasal dari tungku sekam kopi dan kolektor surya untuk pengeringan biji kopi, menguji kinerja dan menghitung konsumsi energi pengeringan alat yang telah dihasilkan dan menghitung biaya pokok pengeringan biji kopi dengan menggunakan alat yang telah dihasilkan.
Penelitian ini terdiri dari 3 (lima) tahapan meliputi; (1) rancangan struktural dan fungsional pengering tipe bak, tungku dan kolektor surya, (2) konstruksi alat hasil rancangan, (3) Uji fungsional.
Hasil penelitian ini adalah pengering surya tipe bak yang telah berhasil dirancang bangun.
Selama 10 hari pengujian, dapat diketahui bahwa pengering dan kolektor surya sudah berfungsi dengan baik.
Pengering ini masih banyak dipengaruhi oleh cuaca sehingga penggunaan tungku biomassa sebagai suplemen energi sangat diperlukan.
Suhu udara rata-rata pengering atau bak yang dihasilkan berkisar antara 36,2 C sampai 48,6 C, sedangkan kelembaban relatif (RH) berkisar 43,6%-72,6%.
  Design of Hybrid Dryer With Batch Type for Coffee Beans Abstract.
The main aim of this study was to design and develop hybrid dryer in which heat sources are coming from coffee husks furnace and solar collectors used for coffee beans drying.
We also tested its performance and calculated the energy consumption produced and total costs required to perform coffee beans drying.
The study consisted of three stages; (1) structural and functional design of drying chamber, furnace and solar collector, (2) dryer construction and development, (3) functional test.
The overall results of this study showed that solar collector was effectively working properly during the ten days drying.
Yet, this developed dryer is still heavily influenced by the weather, and thus the use of biomass as an energy supplement is needed.
The average air temperature produced by the dryer ranges between 36.
2 oC to 48.
6 oC, while the relative humidity (RH) ranging from 43.
6% -72.
6%.
 .

Related Results

Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...
Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...
Karakteristik Pengering Surya (Solar Dryer) Dengan Turbin Ventilator
Karakteristik Pengering Surya (Solar Dryer) Dengan Turbin Ventilator
Pada penelitian terdahulu, alat pengering yang dianalisis adalah pengering surya dengan kolektor sekunder, rak bertingkat dan exhaust fan. Penelitian tersebut berhasil mengatasi fe...
SIMULASI NUMERIK PADA ALAT PENGERING BIJI KOPI TENAGA SURYA
SIMULASI NUMERIK PADA ALAT PENGERING BIJI KOPI TENAGA SURYA
Dalam penelitian ini membandingkan efisiensi alat pengering biji kopi yang telah diuji eksperimental. Desain pengering terdiri dari dua unit kolektor surya, satu ruang pengering de...
JARINGAN RANTAI PASOK KOPI BIJI
JARINGAN RANTAI PASOK KOPI BIJI
Agribisnis kopi di Indonesia berkembang pesat dalam 5 tahun terakhir. Komoditas ini memiliki potensi besar untuk berkontribusi signifikan dalam program pemulihan ekonomi nasional (...
Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Kalium Nitrat (KNO3) Terhadap Pematahan Masa Dormansi Biji Kopi Robusta (Coffea canephora)
Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Kalium Nitrat (KNO3) Terhadap Pematahan Masa Dormansi Biji Kopi Robusta (Coffea canephora)
Pembibitan kopi sering dihadapkan dengan masa dormansi biji kopi yang disebabkan oleh kulit ari biji kopi yang keras. Kalium nitrat (KNO3) dapat melunakkan kulit biji dan mempermud...
RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN PENGERING BIJI KOPI TENAGA LISTRIK DENGAN PEMANFAATAN ENERGI SURYA
RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN PENGERING BIJI KOPI TENAGA LISTRIK DENGAN PEMANFAATAN ENERGI SURYA
Dewasa ini, sebagian rumah pengolahan produk pertanian di Indonesia masih cenderung menggunakan cara tradisional dalam penerapannya. Pengeringan pada produk merupakan suatu bentuk ...

Back to Top