Javascript must be enabled to continue!
PEMICUAN PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH PUSKESMAS SEWON II
View through CrossRef
Pendekatan dalam mengatasi permasalahan kesehatan terutama masalah sanitasi adalah melalui Sanitasi Total berbasis Masyarakat (STBM) dinilai cukup efektif. Melalui pemicuan akan terjadinya perubahan perilaku masyarakat yang lebih partisipatif melalui program pemberdayaan masyarakat. Pengendalian penyakit leptospirosis yang sudah ada masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2016 Daerah Istimewa Yogyakarta Case Fatality Rate (CRF) kasus leptospirosis sebesar 35,29 % dengan jumlah korban meninggal 6 orang.(Pusat Data Kemenkes RI, 2017) Leptospirosis di Indonesia sebagian besar ditularkan melaui tikus. Kondisi ini semakin berbahaya jika populasi tikus tidak dikendalikan pada daerah yang endemis Leptospirosis. Masyarakat masih belum sadar sepenuhnya terhadap bahaya tikus yang ada di lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Panggungharjo dan Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul. Melalui kegiatan pemicuan pengedalian Leptospirosis diharapkan masyarakat dapat memberdayakan diri dalam pencegahan dan pengendalian penyakit Leptospirosis. Metode yang digunakan adalah melalui proses pemicuan dalam STBM. Hasil pemberdayaan ini masyarakat sadar terhadap ancaman penularan penyakit Leptospirosis. Setelah kegiatan ini di masyarakat terbentuk kader pengendalian tikus. Melalui kader ini Puskesmas dapat memantau dan memonitoring secara dini terhadap kasus Leptospirosis di masyarakat
Title: PEMICUAN PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH PUSKESMAS SEWON II
Description:
Pendekatan dalam mengatasi permasalahan kesehatan terutama masalah sanitasi adalah melalui Sanitasi Total berbasis Masyarakat (STBM) dinilai cukup efektif.
Melalui pemicuan akan terjadinya perubahan perilaku masyarakat yang lebih partisipatif melalui program pemberdayaan masyarakat.
Pengendalian penyakit leptospirosis yang sudah ada masih belum optimal.
Hal ini dapat dilihat pada tahun 2016 Daerah Istimewa Yogyakarta Case Fatality Rate (CRF) kasus leptospirosis sebesar 35,29 % dengan jumlah korban meninggal 6 orang.
(Pusat Data Kemenkes RI, 2017) Leptospirosis di Indonesia sebagian besar ditularkan melaui tikus.
Kondisi ini semakin berbahaya jika populasi tikus tidak dikendalikan pada daerah yang endemis Leptospirosis.
Masyarakat masih belum sadar sepenuhnya terhadap bahaya tikus yang ada di lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Panggungharjo dan Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Melalui kegiatan pemicuan pengedalian Leptospirosis diharapkan masyarakat dapat memberdayakan diri dalam pencegahan dan pengendalian penyakit Leptospirosis.
Metode yang digunakan adalah melalui proses pemicuan dalam STBM.
Hasil pemberdayaan ini masyarakat sadar terhadap ancaman penularan penyakit Leptospirosis.
Setelah kegiatan ini di masyarakat terbentuk kader pengendalian tikus.
Melalui kader ini Puskesmas dapat memantau dan memonitoring secara dini terhadap kasus Leptospirosis di masyarakat.
Related Results
PEMICUAN PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH PUSKESMAS SEWON II
PEMICUAN PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH PUSKESMAS SEWON II
Pendekatan dalam mengatasi permasalahan kesehatan terutama masalah sanitasi adalah melalui Sanitasi Total berbasis Masyarakat (STBM) dinilai cukup efektif. Melalui pemicuan akan te...
Faktor Risiko yang Mempengaruhi Terjadinya Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Sewon II Bantul
Faktor Risiko yang Mempengaruhi Terjadinya Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Sewon II Bantul
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabutapten Bantul, data demam Berdarah Dengue dari seluruh Puskesmas di kabupaten Bantul Tahun 2017 menunjukan Puskesmas Sewon II menempati urutan ...
Cardiac involvement in critically ill patients with leptospirosis: A prospective study using myocardial deformation imaging
Cardiac involvement in critically ill patients with leptospirosis: A prospective study using myocardial deformation imaging
Background:
Myocardial inflammation often complicates leptospirosis, a re-emerging global zoonosis. Leptospirosis associated myocardial dysfunction is equivocal a...
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN 5 PILAR STBM DI SOROWAJAN BANTUL
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN 5 PILAR STBM DI SOROWAJAN BANTUL
Tantangan yang dihadapi terkait pembangunan kesehatan, khususnya bidang, hygiene dan sanitasi masih sangat besar perlu dilakukan intervensi terpadu melalui suatu pendekatan Sanitas...
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN 5 PILAR STBM DI SOROWAJAN BANTUL
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN 5 PILAR STBM DI SOROWAJAN BANTUL
Tantangan yang dihadapi terkait pembangunan kesehatan, khususnya bidang, hygiene dan sanitasi masih sangat besar perlu dilakukan intervensi terpadu melalui suatu pendekatan Sanitas...
Sistem Pelaksanaan PONED di Puskesmas Kabupaten Pati
Sistem Pelaksanaan PONED di Puskesmas Kabupaten Pati
Kasus kematian ibu bersalin di Kabupaten Pati dalam tiga tahun terakhir cenderung meningkat pada tahun 2009 sampai 2011, padahal di kabupaten Pati sudah terdapat 3 puskesmas PONED....
PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN KOTA CIMAHI JAWA BARAT
INDONESIA
PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN KOTA CIMAHI JAWA BARAT
INDONESIA
Terkait dengan penatalaksanaan pandemi Corona virus disesase-19 (Covid-19), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memberikan pedoman bagi tenaga kesehatan tentang pengelom...
Gambaran Faktor Penyebab Rujukan Di Puskesmas Kota Depok
Gambaran Faktor Penyebab Rujukan Di Puskesmas Kota Depok
Referral System for Individual Health Services states that health services are conducted in stages according to medical needs, starting from basic, second, and then third level hea...

