Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh latihan core-strengthening terhadap stabilitas trunkus dan keseimbangan pasien pasca stroke
View through CrossRef
Abstract: This study aimed to analyze whether core-strengthening exercise could correct trunk stability and increase balance in post stroke patients. This was an experimental study with a pretest – posttest group design. Subjects were trained to perform the core strengthening exercise for 12 sessions. The trunk stability was evaluated with trunk impairment scale (TIS) and the balance was evaluated with Berg balance scale (BBS) and timed up and go test (TUG). Data were analyzed with the paired T-test and the Wilcoxon test. The results showed that there were 23 subjects that met the inclusion criteria. Of the 23 subjects, only 19 subjects completed the 12 sessions of exercise. The statistical analysis showed that there were significant increases of TIS (P <0.0001), BBS (P <0.0001), and TUG (P <0.0001) after the whole exercise. Conclusion: Core-strengthening exercise improved trunk stability as wel as static and dynamic balance in post stroke patients.Keywords: core-strengthening exercise, trunk stability, static and dynamic balanceAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana latihan core-strengthening memperbaiki stabilitas trunkus dan meningkatkan keseimbangan pada pasien pascastroke. Jenis penelitian ini ialah eksperimental dengan pretest–posttest group design. Subjek penelitian ialah 23 pasien pasca stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Perlakuan yang diberikan ialah latihan core-strengthening sebanyak12 sesi. Penilaian stabilitas trunkus menggunakan trunk impairment scale (TIS) sedangkan keseimbangan diukur dengan Berg balance scale (BBS) dan timed up and go test (TUG). Data dianalisis menggunakan uji T berpasangan dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian memperlihatkan dari 23 subjek penelitian hanya 19 yang menyelesaian 12 sesi latihan, Analisis statistik menunjukkan bahwa setelah dilakukan latihan penguatan trunkus sebanyak 12 sesi didapatkan peningkatan bermakna dari TIS (P <0,0001), BBS (P <0,0001), dan TUG (P <0,0001). Simpulan: Latihan core-strengthening dapat memperbaiki stabilitas trunkus serta keseimbangan statik dan dinamik pada pasien pasca stroke.Kata kunci: Latihan core-strengthening, stabilitas trunkus, keseimbangan statik dan dinamik
Universitas Sam Ratulangi
Title: Pengaruh latihan core-strengthening terhadap stabilitas trunkus dan keseimbangan pasien pasca stroke
Description:
Abstract: This study aimed to analyze whether core-strengthening exercise could correct trunk stability and increase balance in post stroke patients.
This was an experimental study with a pretest – posttest group design.
Subjects were trained to perform the core strengthening exercise for 12 sessions.
The trunk stability was evaluated with trunk impairment scale (TIS) and the balance was evaluated with Berg balance scale (BBS) and timed up and go test (TUG).
Data were analyzed with the paired T-test and the Wilcoxon test.
The results showed that there were 23 subjects that met the inclusion criteria.
Of the 23 subjects, only 19 subjects completed the 12 sessions of exercise.
The statistical analysis showed that there were significant increases of TIS (P <0.
0001), BBS (P <0.
0001), and TUG (P <0.
0001) after the whole exercise.
Conclusion: Core-strengthening exercise improved trunk stability as wel as static and dynamic balance in post stroke patients.
Keywords: core-strengthening exercise, trunk stability, static and dynamic balanceAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana latihan core-strengthening memperbaiki stabilitas trunkus dan meningkatkan keseimbangan pada pasien pascastroke.
Jenis penelitian ini ialah eksperimental dengan pretest–posttest group design.
Subjek penelitian ialah 23 pasien pasca stroke yang memenuhi kriteria inklusi.
Perlakuan yang diberikan ialah latihan core-strengthening sebanyak12 sesi.
Penilaian stabilitas trunkus menggunakan trunk impairment scale (TIS) sedangkan keseimbangan diukur dengan Berg balance scale (BBS) dan timed up and go test (TUG).
Data dianalisis menggunakan uji T berpasangan dan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian memperlihatkan dari 23 subjek penelitian hanya 19 yang menyelesaian 12 sesi latihan, Analisis statistik menunjukkan bahwa setelah dilakukan latihan penguatan trunkus sebanyak 12 sesi didapatkan peningkatan bermakna dari TIS (P <0,0001), BBS (P <0,0001), dan TUG (P <0,0001).
Simpulan: Latihan core-strengthening dapat memperbaiki stabilitas trunkus serta keseimbangan statik dan dinamik pada pasien pasca stroke.
Kata kunci: Latihan core-strengthening, stabilitas trunkus, keseimbangan statik dan dinamik.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and Stroke Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Pengaruh Kualitas Layanan dan Keterlibatan Pasien terhadap Kepuasan: Peran Mediasi Pengalaman Pasien
Pengaruh Kualitas Layanan dan Keterlibatan Pasien terhadap Kepuasan: Peran Mediasi Pengalaman Pasien
Penelitian mengenai kepuasan pasien umumnya berfokus pada pengaruh langsung kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, sementara peran keterlibatan pasien dan pengalaman pasien s...
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSARI METRO
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSARI METRO
Stroke merupakan penyakit kronis yang mengenai sistem saraf, penyakit ini memiliki problematika pasca stroke yang dapat menurunkan kualitas hidup bagi penderita. Keluarga merupakan...
HUBUNGAN STABILITAS ANKLE DAN KESEIMBANGAN DINAMIS TERHADAP KELINCAHAN PADA PEMAIN SEPAKBOLA
HUBUNGAN STABILITAS ANKLE DAN KESEIMBANGAN DINAMIS TERHADAP KELINCAHAN PADA PEMAIN SEPAKBOLA
Kelincahan merupakan salah satu kemampuan penting dalam sepakbola yang memungkinkan pemain melakukan perubahan arah dan gerakan cepat tanpa kehilangan keseimbangan. Faktor yang did...

