Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMANFAATAN SATWA LIAR SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI DESA PARIT PADANG, KABUPATEN BANGKA

View through CrossRef
Kekayaan alam yang berlimpah baik keanekaragaman tumbuhan maupun satwa di Pulau Bangka terus dimanfatkan oleh masyarakat dalam proses kehidupan dari dahulu hingga sekarang, seperti yang dilakukan oleh warga lokal Desa Parit Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui satwa liar apa saja yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Pedindang, serta untuk mengetahui apa saja bagian yang dimanfaatkan, jenis pemanfaatan, dan cara pengolahan dari satwa liar tersebut. Metode yang digunakan adalah snowball sampling yang meliputi survei pendahuluan dan pengumpulan informan, serta wawancara yang meliputi pengumpulan informasi data. Hasil yang didapat bahwa Satwa liar yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional adalah sebanyak 7 spesies yang dikelompokkan ke dalam 4 kelas, yaitu mammalia (3 spesies), pisces (1 spesies), reptil (2 spesies), dan insecta (1 spesies). Bagian satwa liar yang dimanfaatkan adalah daging, otak, empedu dan air liur. Jenis pemanfaatan satwa liar adalah sebagai obat Asma, Obat Kulit, Pemulihan Bekas Operasi , Penambah Stamina Pria , dan bahkan batuk. Cara pengolahan satwa liar yang dimanfaatkan adalah dimasak, dibakar untuk diambil minyaknya, dicampur dengan bahan lain, dan tanpa diolah (dimakan secara mentah).
UNMUH BABEL PRESS (University of Muhammadiyah Bangka Belitung)
Title: PEMANFAATAN SATWA LIAR SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI DESA PARIT PADANG, KABUPATEN BANGKA
Description:
Kekayaan alam yang berlimpah baik keanekaragaman tumbuhan maupun satwa di Pulau Bangka terus dimanfatkan oleh masyarakat dalam proses kehidupan dari dahulu hingga sekarang, seperti yang dilakukan oleh warga lokal Desa Parit Padang.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui satwa liar apa saja yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Pedindang, serta untuk mengetahui apa saja bagian yang dimanfaatkan, jenis pemanfaatan, dan cara pengolahan dari satwa liar tersebut.
Metode yang digunakan adalah snowball sampling yang meliputi survei pendahuluan dan pengumpulan informan, serta wawancara yang meliputi pengumpulan informasi data.
Hasil yang didapat bahwa Satwa liar yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional adalah sebanyak 7 spesies yang dikelompokkan ke dalam 4 kelas, yaitu mammalia (3 spesies), pisces (1 spesies), reptil (2 spesies), dan insecta (1 spesies).
Bagian satwa liar yang dimanfaatkan adalah daging, otak, empedu dan air liur.
Jenis pemanfaatan satwa liar adalah sebagai obat Asma, Obat Kulit, Pemulihan Bekas Operasi , Penambah Stamina Pria , dan bahkan batuk.
Cara pengolahan satwa liar yang dimanfaatkan adalah dimasak, dibakar untuk diambil minyaknya, dicampur dengan bahan lain, dan tanpa diolah (dimakan secara mentah).

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Satwa Liar di Hutan Ndaer, Kampung Ayapokiar, Miyah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat
Satwa Liar di Hutan Ndaer, Kampung Ayapokiar, Miyah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat
Hutan Ndaer yang terletak di Kabupaten Tambrauw memiliki potensi berbagai spesies satwa liar yang unik dan menjadi daya tarik wisata tetapi juga pendidikan. Penelitian ini bertujua...

Back to Top