Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH BERDIRI LAMA SAAT BEKERJA DENGAN KEJADIAN VARISES VENA TUNGKAI BAWAH PADA JURU MASAK
View through CrossRef
Menurut data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia pada tahun 2020, hampir 8,8 juta penduduk diatas usia 15 tahun bekerja di sektor penyediaan akomodasi, makanan dan minuman. Juru masak merupakan bagian dari sektor tersebut. Juru masak memiliki kecenderungan untuk berdiri selama bekerja. Sikap kerja dengan berdiri yang terlalu sering dan lama memiliki risiko menyebabkan timbulnya varises vena pada tungkai bawah. Namun hubungan berdiri lama dengan kejadian varises vena tungkai bawah masih belum diketahui dengan jelas, maka dengan itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang. Responden dalam penelitian ini adalah juru masak di Jabodetabek yang diambil secara purposive nonrandom sampling. Total sebanyak 134 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebanyak 59 (44%) responden memiliki durasi berdiri lebih dari 8 jam per hari. Selain itu terdapat sebanyak 20 (14.9%) responden memiliki varises vena tungkai bawah Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara lama berdiri dengan kejadian varises vena tungkai bawah (p value = 0.007) dan nilai PRR = 3.7. Dapat disimpulkan bahwa lama berdiri lebih dari 8 jam per hari selama memasak berisiko menimbulkan penyakit varises vena tungkai bawah. Maka dengan itu diperlukan tindakan selanjutnya sebagai upaya dalam mencegah timbulnya varisess vena tungkai bawah pada juru masak.
Title: PENGARUH BERDIRI LAMA SAAT BEKERJA DENGAN KEJADIAN VARISES VENA TUNGKAI BAWAH PADA JURU MASAK
Description:
Menurut data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia pada tahun 2020, hampir 8,8 juta penduduk diatas usia 15 tahun bekerja di sektor penyediaan akomodasi, makanan dan minuman.
Juru masak merupakan bagian dari sektor tersebut.
Juru masak memiliki kecenderungan untuk berdiri selama bekerja.
Sikap kerja dengan berdiri yang terlalu sering dan lama memiliki risiko menyebabkan timbulnya varises vena pada tungkai bawah.
Namun hubungan berdiri lama dengan kejadian varises vena tungkai bawah masih belum diketahui dengan jelas, maka dengan itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tersebut.
Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang.
Responden dalam penelitian ini adalah juru masak di Jabodetabek yang diambil secara purposive nonrandom sampling.
Total sebanyak 134 responden berpartisipasi dalam penelitian ini.
Sebanyak 59 (44%) responden memiliki durasi berdiri lebih dari 8 jam per hari.
Selain itu terdapat sebanyak 20 (14.
9%) responden memiliki varises vena tungkai bawah Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara lama berdiri dengan kejadian varises vena tungkai bawah (p value = 0.
007) dan nilai PRR = 3.
7.
Dapat disimpulkan bahwa lama berdiri lebih dari 8 jam per hari selama memasak berisiko menimbulkan penyakit varises vena tungkai bawah.
Maka dengan itu diperlukan tindakan selanjutnya sebagai upaya dalam mencegah timbulnya varisess vena tungkai bawah pada juru masak.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kontribusi Daya Ledak Tungkai, Panjang Tungkai dan Kecepatan Lari Terhadap Kemampuan Lompat Jauh
Kontribusi Daya Ledak Tungkai, Panjang Tungkai dan Kecepatan Lari Terhadap Kemampuan Lompat Jauh
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi daya ledak tungkai, panjang tungkai dan kecepatan lari terhadap kemampuan lompat jauh. Metode dalam penelitian adalah deskripti...
HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DENGAN HASIL LARI SPRINT 100 METER
HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DENGAN HASIL LARI SPRINT 100 METER
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai dengan hasil lari sprint 100 meter pada siswa putra kelas VII di SMP Neger...
Pentingnya Juru Bicara Sebagai Komunikator Politik Pada Presidensi G20 Indonesia
Pentingnya Juru Bicara Sebagai Komunikator Politik Pada Presidensi G20 Indonesia
Juru bicara adalah perwakilan suara dari suatu kelompok, lembaga ataupun organisasi yang dipercaya untuk menyampaikan pesan kepada khalayak ramai. Seorang juru bicara dapat berpera...
Anak dengan Perdarahan Saluran Cerna Berulang et causa Ruptur Varises Esofagus et causa Sirosis Bilier dengan Atresia Bilier dan Riwayat Infeksi Citomegalovirus
Anak dengan Perdarahan Saluran Cerna Berulang et causa Ruptur Varises Esofagus et causa Sirosis Bilier dengan Atresia Bilier dan Riwayat Infeksi Citomegalovirus
Latar belakang Sirosis pada anak adalah komplikasi umum dari berbagai penyakit genetik, infeksi, inflamasi, vaskular, dan kolestasis. Pada anak, trombosis vena portal ekstrahepatal...
Varises Esofagus
Varises Esofagus
Varises esofagus adalah pelebaran vena submucosa pada distal esofagus akibat hipertensi portal pada pasien sirosis hati. Varises esofagus merupakan salah satu bentuk komplikasi dar...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

