Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KAJIAN LIMA NIKĀYA: THE POWER OF FORGIVENESS

View through CrossRef
Konsep memaafkan seringkali dibenturkan dengan teori Karma dalam agama Buddha sehingga menimbulkan stigma di masyarakat bahwa maaf tidak perlu dilakukan karena ada hukum Karma yang pasti bekerja. Faktanya, ajaran Buddha memiliki konsep memaafkan yang tidak berseberangan dengan teori Karma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan memaafkan dalam perspektif Buddhis berdasarkan khotbah-khotbah Buddha yang terdapat dalam lima Nikāya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kepustakaan dengan mengkaji sumber primer dan sekunder. Sumber primer yang dimaksud adalah khotbah-khotbah Buddha terpilih yang terdapat dalam kitab Dīgha Nikāya, Majjhima Nikāya, Saṃyutta Nikāya, Anguttara Nikāya, dan Khuddaka Nikāya. Sumber sekunder meliputi artikel dan karya ilmiah yang relevan dengan topik. Data yang terkumpul dikaji melalui beberapa tahapan, yakni: 1) Menghimpun literatur yang berhubungan dengan konsep memaafkan; 2) Mengklasifikasikan buku-buku berdasar dokumen primer dan sekunder; 3) Mengutip dari berbagai literatur; 4) Mengelompokkan data sesuai dengan bagiannya masing-masing; 5) Menganalisis data yang sudah dikelompokkan. Hasil penelitian menunjukkan sebuah konsep kekuatan memaafkan dalam pandangan Buddhis yang tersirat dalam lima Nikāya. Memaafkan dalam pandangan Buddhis dimengerti sebagai sikap sadar dan bijaksana untuk tidak terjerat dalam ikatan kebencian yang berkelanjutan. Sikap ini memberikan dampak positif bagi orang yang meminta maaf dan orang yang dimaafkan sehingga dapat hidup damai dan bahagia.
Title: KAJIAN LIMA NIKĀYA: THE POWER OF FORGIVENESS
Description:
Konsep memaafkan seringkali dibenturkan dengan teori Karma dalam agama Buddha sehingga menimbulkan stigma di masyarakat bahwa maaf tidak perlu dilakukan karena ada hukum Karma yang pasti bekerja.
Faktanya, ajaran Buddha memiliki konsep memaafkan yang tidak berseberangan dengan teori Karma.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan memaafkan dalam perspektif Buddhis berdasarkan khotbah-khotbah Buddha yang terdapat dalam lima Nikāya.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kepustakaan dengan mengkaji sumber primer dan sekunder.
Sumber primer yang dimaksud adalah khotbah-khotbah Buddha terpilih yang terdapat dalam kitab Dīgha Nikāya, Majjhima Nikāya, Saṃyutta Nikāya, Anguttara Nikāya, dan Khuddaka Nikāya.
Sumber sekunder meliputi artikel dan karya ilmiah yang relevan dengan topik.
Data yang terkumpul dikaji melalui beberapa tahapan, yakni: 1) Menghimpun literatur yang berhubungan dengan konsep memaafkan; 2) Mengklasifikasikan buku-buku berdasar dokumen primer dan sekunder; 3) Mengutip dari berbagai literatur; 4) Mengelompokkan data sesuai dengan bagiannya masing-masing; 5) Menganalisis data yang sudah dikelompokkan.
Hasil penelitian menunjukkan sebuah konsep kekuatan memaafkan dalam pandangan Buddhis yang tersirat dalam lima Nikāya.
Memaafkan dalam pandangan Buddhis dimengerti sebagai sikap sadar dan bijaksana untuk tidak terjerat dalam ikatan kebencian yang berkelanjutan.
Sikap ini memberikan dampak positif bagi orang yang meminta maaf dan orang yang dimaafkan sehingga dapat hidup damai dan bahagia.

Related Results

The Older, the More Forgiving? Characteristics of Forgiveness of Chinese Older Adults
The Older, the More Forgiving? Characteristics of Forgiveness of Chinese Older Adults
This study explores the characteristics of forgiveness in the aging cohorts, which is regarded to be associated with healthy outcomes. Data were drawn from a sample of 308 older ad...
Kekuatan Melepas (The Power of Letting Go) yang Tersirat dalam Nikāya
Kekuatan Melepas (The Power of Letting Go) yang Tersirat dalam Nikāya
Kajian Tipitaka ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan melepas (the power of letting go) yang tersirat dalam Nikāya. Beberapa khotbah Buddha yang diambil untuk kajian ini antara...
Forgiveness at Work, Forgiveness at Home? Testing the Context-Dependence of Forgiveness-Related Attitudes and Values
Forgiveness at Work, Forgiveness at Home? Testing the Context-Dependence of Forgiveness-Related Attitudes and Values
Research and theory on forgiveness in the workplace draws considerably on results from the study of close relationships. This paper considers whether forgiveness-related attitudes ...
Forgiveness and mental Well-being: a transnational comparison
Forgiveness and mental Well-being: a transnational comparison
Purpose The purpose of this study was to investigate forgiveness and mental well-being amongst Forgiveness and mental well-being were investigated amongst British European and Nige...
Hubungan Forgiveness dengan Psychological Well-Being pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan
Hubungan Forgiveness dengan Psychological Well-Being pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan
Abstract. Adolescents who live in orphanages face different problems and conflicts with children their age, the existing phenomenon shows that it is difficult for them to forgive a...
Pengaruh Religiusitas terhadap Forgiveness pada Wanita Bercerai di Kabupaten Bandung Barat
Pengaruh Religiusitas terhadap Forgiveness pada Wanita Bercerai di Kabupaten Bandung Barat
Abstract. During the last few years the divorce rate in West Bandung Regency has increased rapidly, most of the divorces occur due to divorce from the wife. This is because the wif...
<i>Forgiveness </i>dengan Altruisme pada Santri Pondok Pesantren
<i>Forgiveness </i>dengan Altruisme pada Santri Pondok Pesantren
Altruism behavior is an important aspect that every santri needs to have as a form of survival in living in a group life in an Islamic boarding school. One of the factors contribut...
The Role of Forgiveness in the Leadership Practices of Women Leaders in Higher Education
The Role of Forgiveness in the Leadership Practices of Women Leaders in Higher Education
This study examined the use of interpersonal forgiveness in the leadership practices of women leaders inhigher education. Six women, with senior level administrative positions in a...

Back to Top