Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Psikoedukasi Pemilihan Jajanan Sehat dan Halal dalam Upaya Membentuk Karakter Positif Anak

View through CrossRef
Ruang interaksi anak yang monoton seperti rumah, sekolah, dan tempat bermain cenderung berpengaruh dengan kebiasaan pemilihan jajanan yang ada disekitarnya. Praktik higiene yang buruk, bahan tambahan pangan yang tidak tepat, menjadi faktor penyebab masalah keamanan jajanan anak terutama dilingkungan sekolah. Adapun upaya untuk mengatasinya berupa psikoedukasi pemilihan jajanan sehat dan halal. Tujuan psikoedukasi yakni memberi pemahaman berupa informasi kandungan nutrisi makanan dan mempraktekan pola memilih makanan yang sehat dan halal. Metode pelaksanaan melalui tiga tahapan:1). Edukasi berupa penyuluhan, 2). Penyadaran melalui praktek dengan metode “KLIK”, 3). Evaluasi menggunakan postest. Hasil psikoedukasi pemilihan jajanan sehat dan halal berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, pemahaman dan persepsi siswa yang positif. Peningkatan pengetahuan ditunjukan dengan nilai postest yang mencapai nilai sempurna, kemampuan membedakan kandungan nutrisi pada makanan. Persepsi positif pada siswa di tunjukan dengan kemampuan memahami mengkategorikan jajanan yang sehat dan halal dengan memperhatikan empat unsur yang memenuhi meliputi kemasan makanan, label halal yang tertera, ijin edar yang direkomendasikan oleh BPOM dan mengenali masa kadaluarsa makanan. Psikoedukasi tentang pemilihan jajanan sehat dan halal memiliki peran penting dalam membantu menerapkan pola hidup sehat dan bersih pada anak sejak dini serta harapanya menjadi bagian upaya membentuk karakter positif generasi bangsa yang sehat dan berkualita
Title: Psikoedukasi Pemilihan Jajanan Sehat dan Halal dalam Upaya Membentuk Karakter Positif Anak
Description:
Ruang interaksi anak yang monoton seperti rumah, sekolah, dan tempat bermain cenderung berpengaruh dengan kebiasaan pemilihan jajanan yang ada disekitarnya.
Praktik higiene yang buruk, bahan tambahan pangan yang tidak tepat, menjadi faktor penyebab masalah keamanan jajanan anak terutama dilingkungan sekolah.
Adapun upaya untuk mengatasinya berupa psikoedukasi pemilihan jajanan sehat dan halal.
Tujuan psikoedukasi yakni memberi pemahaman berupa informasi kandungan nutrisi makanan dan mempraktekan pola memilih makanan yang sehat dan halal.
Metode pelaksanaan melalui tiga tahapan:1).
Edukasi berupa penyuluhan, 2).
Penyadaran melalui praktek dengan metode “KLIK”, 3).
Evaluasi menggunakan postest.
Hasil psikoedukasi pemilihan jajanan sehat dan halal berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, pemahaman dan persepsi siswa yang positif.
Peningkatan pengetahuan ditunjukan dengan nilai postest yang mencapai nilai sempurna, kemampuan membedakan kandungan nutrisi pada makanan.
Persepsi positif pada siswa di tunjukan dengan kemampuan memahami mengkategorikan jajanan yang sehat dan halal dengan memperhatikan empat unsur yang memenuhi meliputi kemasan makanan, label halal yang tertera, ijin edar yang direkomendasikan oleh BPOM dan mengenali masa kadaluarsa makanan.
Psikoedukasi tentang pemilihan jajanan sehat dan halal memiliki peran penting dalam membantu menerapkan pola hidup sehat dan bersih pada anak sejak dini serta harapanya menjadi bagian upaya membentuk karakter positif generasi bangsa yang sehat dan berkualita.

Related Results

Analisis Dampak Kesadaran Halal dan Label Halal terhadap Niat Beli Mie Instan Korea Pada Remaja di Sumenep Melalui Sikap
Analisis Dampak Kesadaran Halal dan Label Halal terhadap Niat Beli Mie Instan Korea Pada Remaja di Sumenep Melalui Sikap
ABSTRAK Tujuan dilangsungkannya sebuah penelitian ini ialah untuk mengkaji pengaruh kesadaran halal dan label halal terhadap niat beli mie instan Korea pada remaja di Sumenep melal...
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI JAJANAN DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA DI SMP PL DOMENICO SAVIO SEMARANG
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI JAJANAN DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA DI SMP PL DOMENICO SAVIO SEMARANG
Latar belakang: Masa remaja merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa. Remaja mengalami perkembangan secara fisik dan psikologi. Perlu asupan energi yang optimal untuk menunj...
The Role of Halal Center in Increasing Sustainable Economy in the Halal Industry Sector
The Role of Halal Center in Increasing Sustainable Economy in the Halal Industry Sector
The role of the Indonesian Ulama Council (MUI) in halal labeling is still considered ineffective. So, the government enacted Law Number 3 of 2014 concerning Halal Product Guarantee...
Edukasi Jajanan Sehat Pada Anak Usia Sekolah
Edukasi Jajanan Sehat Pada Anak Usia Sekolah
Salah satu metode dalam meningkatkan kualitas dalam tumbuh kembang pada anak usia sekolah dengan memberikan jajanan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama beraktivita...
Penyuluhan Jajanan Sehat Untuk Anak Indonesia Sehat
Penyuluhan Jajanan Sehat Untuk Anak Indonesia Sehat
Latar belakang: Anak usia sekolah dasar (7-13 tahun) belum mampu menentukan hal yang baik untuk kesehatan tubuhnya, termasuk dalam hal memilih jajanan yang sehat. Banyaknya pedagan...
PERAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN PRODUK HALAL DI INDONESIA
PERAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN PRODUK HALAL DI INDONESIA
<p>Negara menerbitkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Pasal 4 Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UUJPH) jo Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor...
Peningkatan Pengetahuan Siswa Tentang Makanan Jajanan Sehat
Peningkatan Pengetahuan Siswa Tentang Makanan Jajanan Sehat
Gambaran tentang status gizi anak sekolah tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat masalah gizi dan kesehatan  yang belum terselesaikan.  Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan jaj...

Back to Top