Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MODIFIKASI CAMPURAN BETON ASPAL HRS-WC DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN ANTI STRIPPING

View through CrossRef
Dalam pengembangan jalan, tantangan utama adalah perkerasan jalan khususnya aspal beton yang cepat rusak. Tipe kerusakan yang umum dijumpai di Indonesia adalah kerusakan permukaan sebelum waktunya, gejala-gejala yang terlihat adalah pengelupasan permukaan, permukaan yang bergelombang/beralur (rutting), pelepasan butiran dan keretakan. Kerusakan tipikal tersebut untuk lapisan perkerasan aspal beton, biasanya disebabkan kelekatan aspal yang rendah, hal ini ditandai pelepasan butir akibat tidak lagi kohesi oleh aspal akhirnya memberikan kesempatan air untuk menerobos masuk dan menghancurkan matrik beton aspal. Akibatnya campuran menjadi lepas-lepas dan banyak pengelupasan aspal pada lapis permukaan. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan kajian modifikasi campuran beton aspal bergradasi senjang untuk Lataston HRS-WC dengan      menggunakan bahan anti stripping. Adapun tujuan dengan melakukan penelitian tersebut adalah mendapatkan  pengaruh bahan anti stripping pada campuran beton aspal  bergradasi senjang terhadap propertis hasil pengujian Marshall sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2018. Dari hasil pengujian yang dilakukan didapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO) 7.4%. Dengan nilai KAO tersebut di buat sampel pengujian dengan penambahan Wetfix Be dengan kadar 0,20% ; 0,30% ; 0,40% dan 0,50%. Hasil yang didapatkan dengan penambahan Wetfix Be 0,30% meningkatkan nilai stabilitas menjadi 1423,12 kg dan Mashall quotient menjadi 400,88 kg/mm. Nilai Marshall Quotent yang tinggi menunjukkan campuran menjadi kaku dan fleksibilitas rendah.
Title: MODIFIKASI CAMPURAN BETON ASPAL HRS-WC DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN ANTI STRIPPING
Description:
Dalam pengembangan jalan, tantangan utama adalah perkerasan jalan khususnya aspal beton yang cepat rusak.
Tipe kerusakan yang umum dijumpai di Indonesia adalah kerusakan permukaan sebelum waktunya, gejala-gejala yang terlihat adalah pengelupasan permukaan, permukaan yang bergelombang/beralur (rutting), pelepasan butiran dan keretakan.
Kerusakan tipikal tersebut untuk lapisan perkerasan aspal beton, biasanya disebabkan kelekatan aspal yang rendah, hal ini ditandai pelepasan butir akibat tidak lagi kohesi oleh aspal akhirnya memberikan kesempatan air untuk menerobos masuk dan menghancurkan matrik beton aspal.
Akibatnya campuran menjadi lepas-lepas dan banyak pengelupasan aspal pada lapis permukaan.
Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan kajian modifikasi campuran beton aspal bergradasi senjang untuk Lataston HRS-WC dengan      menggunakan bahan anti stripping.
Adapun tujuan dengan melakukan penelitian tersebut adalah mendapatkan  pengaruh bahan anti stripping pada campuran beton aspal  bergradasi senjang terhadap propertis hasil pengujian Marshall sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2018.
Dari hasil pengujian yang dilakukan didapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO) 7.
4%.
Dengan nilai KAO tersebut di buat sampel pengujian dengan penambahan Wetfix Be dengan kadar 0,20% ; 0,30% ; 0,40% dan 0,50%.
Hasil yang didapatkan dengan penambahan Wetfix Be 0,30% meningkatkan nilai stabilitas menjadi 1423,12 kg dan Mashall quotient menjadi 400,88 kg/mm.
Nilai Marshall Quotent yang tinggi menunjukkan campuran menjadi kaku dan fleksibilitas rendah.

Related Results

Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Di Indonesia potensi tumbuhan sagu tumbuh di beberapa daerah seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan R...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...
STUDI DURABILITAS ASPAL BETON TERHADAP INFILTIRASI AIR LAUT
STUDI DURABILITAS ASPAL BETON TERHADAP INFILTIRASI AIR LAUT
Lapisan permukaan jalan dari aspal beton diharapkan mempunyai keawetan terhadap pengaruh perubahan cuaca, air, suhu serta mempunyai ketahanan terhadap gesekan ban kendaraan selama ...
PENGGUNAAN REDISET LQ-1106 PADA CAMPURAN ASPAL HRS-WC
PENGGUNAAN REDISET LQ-1106 PADA CAMPURAN ASPAL HRS-WC
Hot Rolled Sheet-Wearing Course merupakan campuran beraspal panas dengan penggunaan agregat bergradasi senjang. Karakteristik terpenting dari campuran ini adalah durabilitas dan fl...
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Sampah merupakan salah satu pencemaran yang sangat umum ditemui pada saat ini. Hal ini disebabkan konsumsi plastik yang setiap tahunnya terus meningkat, salah satu jenis sampah pla...
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan etanol berkadar 96% dalam bahan bakar. Data hasil pengujian menyebutkan bahan bakar pertalit memiliki nilai kadar Karb...

Back to Top