Javascript must be enabled to continue!
POTENSI PENGEMBANGAN SUSU OAT, SUSU KEDELAI, DAN SUSU ALMOND SEBAGAI ALTERNATIF SUSU HEWANI
View through CrossRef
Susu nabati merupakan produk pangan yang dikembangkan sebagai alternatif susu hewani, terutama bagi individu dengan intoleransi laktosa, alergi protein susu, maupun yang menerapkan pola makan berbasis nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan susu nabati berbasis oat, kedelai, dan almond sebagai alternatif susu hewani melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan dalam kurun waktu 5–10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa masing-masing jenis susu nabati memiliki karakteristik fisikokimia dan kandungan gizi yang berbeda-beda. Susu kedelai memiliki kandungan protein yang relatif tinggi, susu oat unggul dalam kandungan serat larut, sedangkan susu almond mengandung lemak tidak jenuh dan antioksidan yang tinggi. Selain itu, mutu produk susu nabati dapat mengacu pada standar seperti SNI susu kedelai untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan. Perbedaan komposisi gizi tersebut memberikan peluang dalam pengembangan produk sesuai kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, susu nabati berbahan dasar oat, kedelai, dan almond memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai alternatif susu hewani yang lebih sehat dan berkelanjutan. Pengembangan lebih lanjut diperlukan melalui formulasi inovasi dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar.
Title: POTENSI PENGEMBANGAN SUSU OAT, SUSU KEDELAI, DAN SUSU ALMOND SEBAGAI ALTERNATIF SUSU HEWANI
Description:
Susu nabati merupakan produk pangan yang dikembangkan sebagai alternatif susu hewani, terutama bagi individu dengan intoleransi laktosa, alergi protein susu, maupun yang menerapkan pola makan berbasis nabati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan susu nabati berbasis oat, kedelai, dan almond sebagai alternatif susu hewani melalui pendekatan studi literatur.
Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan dalam kurun waktu 5–10 tahun terakhir.
Hasil kajian menunjukkan bahwa masing-masing jenis susu nabati memiliki karakteristik fisikokimia dan kandungan gizi yang berbeda-beda.
Susu kedelai memiliki kandungan protein yang relatif tinggi, susu oat unggul dalam kandungan serat larut, sedangkan susu almond mengandung lemak tidak jenuh dan antioksidan yang tinggi.
Selain itu, mutu produk susu nabati dapat mengacu pada standar seperti SNI susu kedelai untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan.
Perbedaan komposisi gizi tersebut memberikan peluang dalam pengembangan produk sesuai kebutuhan konsumen.
Oleh karena itu, susu nabati berbahan dasar oat, kedelai, dan almond memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai alternatif susu hewani yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Pengembangan lebih lanjut diperlukan melalui formulasi inovasi dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar.
Related Results
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...
PKM Olahan Kacang Kedelai Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Perbaikan Pencernaan pada Masyarakat di Desa Rumbai Jaya Tahun 2023
PKM Olahan Kacang Kedelai Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Perbaikan Pencernaan pada Masyarakat di Desa Rumbai Jaya Tahun 2023
Kedelai merupakan salah satu tanaman anggota kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein nabati yang paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan yang lainnya s...
PENGEMBANGAN KEDELAI DI PAPUA : POTENSI LAHAN, STRATEGI PENGEMBANGAN DAN DUKUNGAN KEBIJAKAN
PENGEMBANGAN KEDELAI DI PAPUA : POTENSI LAHAN, STRATEGI PENGEMBANGAN DAN DUKUNGAN KEBIJAKAN
<p><strong>ABSTRACT</strong></p><p>Soybean is one of startegies and important food crops in Indonesia. Soybean products are used for human consumption...
STRATEGI PENGEMBANGAN KEDELAI DI RUMAH KEDELAI GROBOGAN
STRATEGI PENGEMBANGAN KEDELAI DI RUMAH KEDELAI GROBOGAN
Pemenuhan kebutuhan kedelai nasional selama ini masih tergantung dengan impor, jika ketersediaan bahan pangan selalu dipenuhi dengan impor dapat mengakibatkan berbagai permasalahan...
Review: Pengolahan dan Pengembangan Oat (Avena sativa L.) menjadi Susu Nabati Rendah Lemak bagi Penderita Hiperkolesterolemia
Review: Pengolahan dan Pengembangan Oat (Avena sativa L.) menjadi Susu Nabati Rendah Lemak bagi Penderita Hiperkolesterolemia
Hiperkolesterolemia merupakan kondisi tingginya kadar kolesterol LDL (Low-density lipoprotein) di dalam darah atau dikenal dengan kolesterol tinggi. Penderita Hiperkolesterolemia h...
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Kelompok Pengajian ‘Aisyiyah Melalui Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Pembuatan Kerupuk Dari Limbah Ampas Kedelai
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Kelompok Pengajian ‘Aisyiyah Melalui Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Pembuatan Kerupuk Dari Limbah Ampas Kedelai
Ibu-ibu rumah tangga di Kelompok Pengajian Ranting ‘Aisyiyah Dusun Igir-Igir RT 004 RW 009 Desa Cakru Kecamatan Kencong Kabupaten Jember memiliki usaha tambahan yakni membuat susu ...
Evaluasi Kekasaran Permukaan Semen Ionomer Kaca pada Perendaman Susu UHT dan Susu Kedelai
Evaluasi Kekasaran Permukaan Semen Ionomer Kaca pada Perendaman Susu UHT dan Susu Kedelai
Abstract: Glass ionomer cement (GIC) is a restorative material used in child dental care with anti-cariogenic properties and fluoride release. However, this GIC has some disadvanta...
Evaluasi Kekasaran Permukaan Semen Ionomer Kaca pada Perendaman Susu UHT dan Susu Kedelai
Evaluasi Kekasaran Permukaan Semen Ionomer Kaca pada Perendaman Susu UHT dan Susu Kedelai
Abstract: Glass ionomer cement (GIC) is a restorative material used in child dental care with anti-cariogenic properties and fluoride release. However, this GIC has some disadvanta...

