Javascript must be enabled to continue!
Studi Eksperimental Kalor Biodiesel dari Minyak Goreng Limbah
View through CrossRef
Kebutuhan energi global yang terus meningkat menuntut pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Biodiesel menjadi salah satu solusi potensial, khususnya yang diproduksi dari minyak goreng bekas melalui proses transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu reaksi terhadap nilai kalor biodiesel dengan menggunakan metode regresi linier. Nilai kalor dipilih sebagai parameter utama karena mencerminkan seberapa besar energi yang dihasilkan oleh bahan bakar. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data eksperimental yang menghubungkan waktu reaksi transesterifikasi dengan nilai kalor biodiesel. Hasil menunjukkan bahwa waktu reaksi optimal adalah 80 menit, menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 41,35 MJ/kg, yang melampaui standar ASTM D6751. Namun, pengaruh waktu reaksi terhadap nilai kalor tidak signifikan secara statistik, dengan P-value sebesar 0,67 dan koefisien regresi sebesar 0,02. Penurunan nilai kalor setelah 80 menit diduga disebabkan oleh reaksi berlebihan yang menurunkan efisiensi. Kesimpulan menunjukkan bahwa waktu reaksi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi nilai kalor biodiesel. Rekomendasi penelitian selanjutnya mencakup penambahan variabel seperti suhu reaksi dan rasio molar bahan baku untuk meningkatkan akurasi model. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan biodiesel berkualitas tinggi sesuai standar internasional.
Title: Studi Eksperimental Kalor Biodiesel dari Minyak Goreng Limbah
Description:
Kebutuhan energi global yang terus meningkat menuntut pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Biodiesel menjadi salah satu solusi potensial, khususnya yang diproduksi dari minyak goreng bekas melalui proses transesterifikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu reaksi terhadap nilai kalor biodiesel dengan menggunakan metode regresi linier.
Nilai kalor dipilih sebagai parameter utama karena mencerminkan seberapa besar energi yang dihasilkan oleh bahan bakar.
Penelitian dilakukan dengan menganalisis data eksperimental yang menghubungkan waktu reaksi transesterifikasi dengan nilai kalor biodiesel.
Hasil menunjukkan bahwa waktu reaksi optimal adalah 80 menit, menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 41,35 MJ/kg, yang melampaui standar ASTM D6751.
Namun, pengaruh waktu reaksi terhadap nilai kalor tidak signifikan secara statistik, dengan P-value sebesar 0,67 dan koefisien regresi sebesar 0,02.
Penurunan nilai kalor setelah 80 menit diduga disebabkan oleh reaksi berlebihan yang menurunkan efisiensi.
Kesimpulan menunjukkan bahwa waktu reaksi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi nilai kalor biodiesel.
Rekomendasi penelitian selanjutnya mencakup penambahan variabel seperti suhu reaksi dan rasio molar bahan baku untuk meningkatkan akurasi model.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan biodiesel berkualitas tinggi sesuai standar internasional.
Related Results
Uji Kualitas Minyak Goreng Curah yang dijual di Pasar Tradisional Surakarta dengan Penentuan Kadar Air, Bilangan Asam dan Bilangan Peroksida
Uji Kualitas Minyak Goreng Curah yang dijual di Pasar Tradisional Surakarta dengan Penentuan Kadar Air, Bilangan Asam dan Bilangan Peroksida
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas minyak goreng curah dengan uji organoleptis, penentuan bilangan asam menggunakan titrasi asam basa, bilangan peroksida dengan metode...
ANALISIS POLA PERUBAHAN VISKOSITAS MINYAK GORENG
ANALISIS POLA PERUBAHAN VISKOSITAS MINYAK GORENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai viskositas antara minyak goreng yang sudah dipakai dengan yang belum dipakai dan mengetahui bagaimana pola pe...
UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS
UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS
Menurut laporan The World Energy Council tahun 1993, menjelang tahun 2020 kebutuhan energi dunia akan meningkat dari 8,8 Gtoe (gigatons of oil equivalent) me...
Tertiary butylhydroquinone influence over oxidation stability of biodiesel from waste cooking oil
Tertiary butylhydroquinone influence over oxidation stability of biodiesel from waste cooking oil
ABSTRACTAn oxidation stability is very important for a long-term storage of biodiesel. Some physical (density and viscosity) and chemical properties (acid value, iodine value, and ...
Tinjauan Penilaian Siklus Hidup Bahan Bakar Biodiesel di Indonesia
Tinjauan Penilaian Siklus Hidup Bahan Bakar Biodiesel di Indonesia
Abstrak. Saat ini permasalahan lingkungan menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam produksi biodiesel. Meskipun sumber energi ini (biodiesel) dianggap sebagai karbon netral, ...
PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH GUNA MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI DESA JIRAPAN
PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH GUNA MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI DESA JIRAPAN
Pembuangan limbah sembarangan sangat berbahaya bagi lingkungan di sekitarnya, terutama ekosistem perairan. Ketika limbah dibuang secara sembarangan ke dalam sungai, danau, atau lau...
Perbandingan Biodiesel Berbahan Baku Minyak Goreng dan Minyak Jelantah
Perbandingan Biodiesel Berbahan Baku Minyak Goreng dan Minyak Jelantah
Indonesia menargetkan pemanfaatan biodiesel untuk pasar domestik mencapai 13 juta KL pada 2030, sehingga produksi biodiesel memberikan peluang yang menjanjikan untuk terus dikemban...
Pengaruh Penggorengan Berulang Terhdadap Bilangan Peroksida pada Minyak Goreng
Pengaruh Penggorengan Berulang Terhdadap Bilangan Peroksida pada Minyak Goreng
Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jenis minyak goreng yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah minyak s...

