Javascript must be enabled to continue!
Simulasi “Greencrop Tracker” Untuk Serapan Hara Tanaman Padi Ladang Dan Kedelai
View through CrossRef
“GreenCrop Tracker” sebuah perangkat lunak berbasis teknik ambang histogram untuk menganalisis hasil fotodigital yang memisahkan jaringan vegetasi hijau dari tanah untuk menganalisis kesenjangan vertikal fraksiekstraksi tiap tajuk tanaman yang dapat mendeskripsikan hasil simulasi dengan variabel pengamatan dan analisajaringan tanaman padi ladang dan kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keakuratan dan korelasidari aplikasi “GreenCrop Tracker” dan hasil analisis jaringan pada dua jenis tanaman sebagai indikator yaknipadi ladang dengan bentuk daunnya yang melancip dan kedelai dengan bentuk daun yang membulat untukvalidasi serapan hara. Penelitian ini berlangsung dari bulan Januari sampai September 2013 yang dilakukan diExperimental Farming (kebun percobaan) Universitas Hasanuddin Makassar. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, yang terdiri dari 2 faktor untuk tanaman padiladang dan kedelai. Setiap minggu dimulai minggu ke 5 dilakukan proses pengambilan foto digital pada setiaptanaman secara vertikal ke bawah mendekati sudut 90º dengan jarak sekitar 1,5 meter diatas tajuk tanaman. Hasilfoto digital kemudian diolah pada software “GreenCrop Tracker”. Hasil penelitian menunjukkan akurasi datadari simulasi “GreenCrop Tracker” yakni R2 = 0,865 untuk padi ladang sedangkan untuk kedelai R2 = 0,965.Untuk hasil Tabulasi data, menunjukkan adanya korelasi antara hasil simulasi, pengamatan lapangan, dananalisis jaringan pada masing-masing tanaman. Perbedaan bentuk daun dari tanaman padi ladang dan kedelaimenyebabkan perbedaan akurasi data dari simulasi “GreenCrop Tracker” dan hasil simulasi menunjukkanadanya korelasi antara hasil simulasi dengan analisis jaringan tanaman.[ “GreenCrop Tracker” is a software based histogram threshold technique to analyze the digital photo thatseparates green vegetation from the ground network to analyze the vertical gap fraction of each extraction plantcanopy which can describe the results of simulations with observations and analysis of variable network drylandpaddy and soybean. This study aims to determine the accuracy and correlation of the application " GreenCropTracker " and the analysis of the two types of plant tissue as an indicator of the shape of the dryland paddy andsoybean leaves that taper to a rounded shape to validations leaf nutrient uptake.The study took place fromJanuary to September 2013 were conducted in the Experimental Farming Hasanuddin University, Makassar .This study uses a randomized block design (RBD ) is arranged in a factorial , consisting of 2 factors for drylandpaddy and soybean. Each week begins week 5th digital photo retrieval process is carried out at each plant downto the nearest vertical angle of 900 with a distance of approximately 1.5 meters above the plant canopy . Theimages are then processed digitally in software " GreenCrop Tracker ". The results showed the accuracy of thedata from the simulation " GreenCrop Tracker " ie R2 = 0.865 for dryland paddy to soybeans while R2 = 0.965 .For the tabulation of data , showing a correlation between the simulation results , field observations , andanalysis of network on each plant . Differences in leaf form of rice and soybean fields cause the difference inaccuracy of the data simulation " GreenCrop Tracker " and the simulation results show a correlation betweenthe simulation results with analysis of plant tissue .] Merupakan jurnal dari Tesis pada Program Pascasarjana Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar.
Title: Simulasi “Greencrop Tracker” Untuk Serapan Hara Tanaman Padi Ladang Dan Kedelai
Description:
“GreenCrop Tracker” sebuah perangkat lunak berbasis teknik ambang histogram untuk menganalisis hasil fotodigital yang memisahkan jaringan vegetasi hijau dari tanah untuk menganalisis kesenjangan vertikal fraksiekstraksi tiap tajuk tanaman yang dapat mendeskripsikan hasil simulasi dengan variabel pengamatan dan analisajaringan tanaman padi ladang dan kedelai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keakuratan dan korelasidari aplikasi “GreenCrop Tracker” dan hasil analisis jaringan pada dua jenis tanaman sebagai indikator yaknipadi ladang dengan bentuk daunnya yang melancip dan kedelai dengan bentuk daun yang membulat untukvalidasi serapan hara.
Penelitian ini berlangsung dari bulan Januari sampai September 2013 yang dilakukan diExperimental Farming (kebun percobaan) Universitas Hasanuddin Makassar.
Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, yang terdiri dari 2 faktor untuk tanaman padiladang dan kedelai.
Setiap minggu dimulai minggu ke 5 dilakukan proses pengambilan foto digital pada setiaptanaman secara vertikal ke bawah mendekati sudut 90º dengan jarak sekitar 1,5 meter diatas tajuk tanaman.
Hasilfoto digital kemudian diolah pada software “GreenCrop Tracker”.
Hasil penelitian menunjukkan akurasi datadari simulasi “GreenCrop Tracker” yakni R2 = 0,865 untuk padi ladang sedangkan untuk kedelai R2 = 0,965.
Untuk hasil Tabulasi data, menunjukkan adanya korelasi antara hasil simulasi, pengamatan lapangan, dananalisis jaringan pada masing-masing tanaman.
Perbedaan bentuk daun dari tanaman padi ladang dan kedelaimenyebabkan perbedaan akurasi data dari simulasi “GreenCrop Tracker” dan hasil simulasi menunjukkanadanya korelasi antara hasil simulasi dengan analisis jaringan tanaman.
[ “GreenCrop Tracker” is a software based histogram threshold technique to analyze the digital photo thatseparates green vegetation from the ground network to analyze the vertical gap fraction of each extraction plantcanopy which can describe the results of simulations with observations and analysis of variable network drylandpaddy and soybean.
This study aims to determine the accuracy and correlation of the application " GreenCropTracker " and the analysis of the two types of plant tissue as an indicator of the shape of the dryland paddy andsoybean leaves that taper to a rounded shape to validations leaf nutrient uptake.
The study took place fromJanuary to September 2013 were conducted in the Experimental Farming Hasanuddin University, Makassar .
This study uses a randomized block design (RBD ) is arranged in a factorial , consisting of 2 factors for drylandpaddy and soybean.
Each week begins week 5th digital photo retrieval process is carried out at each plant downto the nearest vertical angle of 900 with a distance of approximately 1.
5 meters above the plant canopy .
Theimages are then processed digitally in software " GreenCrop Tracker ".
The results showed the accuracy of thedata from the simulation " GreenCrop Tracker " ie R2 = 0.
865 for dryland paddy to soybeans while R2 = 0.
965 .
For the tabulation of data , showing a correlation between the simulation results , field observations , andanalysis of network on each plant .
Differences in leaf form of rice and soybean fields cause the difference inaccuracy of the data simulation " GreenCrop Tracker " and the simulation results show a correlation betweenthe simulation results with analysis of plant tissue .
] Merupakan jurnal dari Tesis pada Program Pascasarjana Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar.
Related Results
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Terdapat beberapa kendala yang mengganggu pada budidaya tanaman padi, sal...
STRATEGI PENGEMBANGAN KEDELAI DI RUMAH KEDELAI GROBOGAN
STRATEGI PENGEMBANGAN KEDELAI DI RUMAH KEDELAI GROBOGAN
Pemenuhan kebutuhan kedelai nasional selama ini masih tergantung dengan impor, jika ketersediaan bahan pangan selalu dipenuhi dengan impor dapat mengakibatkan berbagai permasalahan...
DAMPAK UPSUS TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI KEDELAI
DAMPAK UPSUS TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI KEDELAI
Swasembada kedelai menjadi target utama pemerintah sejak tahun 2015 bersama dua komoditas pangan lain yaitu padi dan jagung. Program UPSUS (Upaya Khusus) merupakan salah satu upaya...
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
Optimalisasi pemanfaatan areal dapat meningkatkan produktivitas suatu lahan. Areal TBM kelapa sawit mulai dari tanaman tahun 0 hingga tahun ke-3, memiliki sela yang dapat dimanfaat...
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Salah satu potensi sumber daya pakan lokal di daerah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yaitu dedak padi. Dedak padi merupakan hasil sampingan penggilingan padi menjadi beras ...
Characterization of 56 Soybean Accessions on Yield Components and Maturity-related Traits
Characterization of 56 Soybean Accessions on Yield Components and Maturity-related Traits
<p>Peningkatan produktivitas kedelai nasional dapat dilakukan dengan penggunaan varietas produktivitas tinggi dan manipulasi indeks panen menggunakan varietas genjah. Pembent...
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
<p>Sebagai salah satu komoditas tanaman pangan penting di Indonesia setelah padi dan jagung, kedelai memerlukan upaya peningkatan keragaman genetik dengan cara introduksi aks...

