Javascript must be enabled to continue!
Sosialisasi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan Di Desa Joho, Kabupaten Kediri
View through CrossRef
One of the problems the agricultural sector faces is the control of plant pest organisms (OPT). OPT control usually carried out by farmers is the use of chemical pesticides. Excessive use of chemical pesticides harms the environment. Environmentally friendly pest control efforts can be carried out by using vegetable pesticides. The use of botanical pesticides to control pest attacks still needs to be widely used by farmers. One effort to introduce plant-based pesticides is by carrying out outreach to introduce and manufacture environmentally friendly plant-based pesticides. The outreach was carried out directly with residents in Joho Village, Semen District, and Kediri Regency, and the practice of making vegetable pesticides was continued. The outreach was conducted to familiarize Joho Village residents with plants that can be used as essential ingredients for making vegetable pesticides. Plants used as pesticides can be taken from the roots, seeds, and leaves. Plants used as essential ingredients for vegetable pesticides include garlic, shallots, neem leaves, seeds, papaya leaves, roto wali, and various spices. The results of making vegetable pesticides will be distributed to residents in Joho Village, most of whom are farmers. Apart from that, plant seeds were also distributed to residents. The plant used as a botanical pesticide is garlic. This is because garlic contains allicin, tannin, saponin, and flavonoids. These compounds can cause a decrease in appetite in insects, inhibit molting, inhibit reproduction of female insects, cause larval death, suppress pupa formation, increase mortality, and disrupt insect metabolism. Garlic-based vegetable pesticides can be applied to horticultural crops such as chilies and eggplants. Through socialization, village residents understand how to make vegetable pesticides
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh sektor pertanian adalah Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pengendalian OPT yang biasa dilakukan oleh petani yaitu penggunaan pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Upaya pengendalian OPT yang ramah lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati. Penggunaan pestisida nabati untuk mengendalikan serangan OPT masih belum banyak digunakan oleh petani. Salah satu upaya pengenalan pestisida nabati yaitu dengan cara pelaksanaan sosialisasi pengenalan dan pembuatan pestisida nabati ramah lingkungan. Sosialisasi dilaksanakan secara langsung dengan warga di Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dan dilanjutkan praktek pembuatan pestisida nabati. Sosialisasi dilakukan dengan tujuan agar warga Desa Joho lebih mengenal tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan pestisida nabati. Tumbuhan yang digunakan sebagai pestisida dapat diambil dari bagian akar, biji dan daun. Tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pestisida nabati antara lain: Bawang putih, bawang merah, daun dan biji mimba, daun papaya, rotowali dan berbagai rempah-rempah. Hasil pembuatan pestisida nabati akan dibagikan kepada warga di Desa Joho, yang sebagian besar adalah petani. Selain itu juga dibagikan bibit tanaman kepada warga setempat. Tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pestisida nabati adalah bawang putih. Hal ini karena kandungan bawang putih yaitu, allicin, tannin, saponin dan flavonoid. Senyawan tersebut dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan pada serangga, menghambat pergantian kulit, menghambat reproduksi serangga betina, menyebabkan kematian larva, menekan pembentukan pupa, meningkatkan mortalitas, serta menggangu metabolisme serangga. Pestisida nabati berbahan dasar bawang putih dapat diaplikasi pada tanaman hortikultura seperti cabai dan terong. Melalui sosialisasi warga desa memahami pembuatan pestisida nabati
Title: Sosialisasi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan Di Desa Joho, Kabupaten Kediri
Description:
One of the problems the agricultural sector faces is the control of plant pest organisms (OPT).
OPT control usually carried out by farmers is the use of chemical pesticides.
Excessive use of chemical pesticides harms the environment.
Environmentally friendly pest control efforts can be carried out by using vegetable pesticides.
The use of botanical pesticides to control pest attacks still needs to be widely used by farmers.
One effort to introduce plant-based pesticides is by carrying out outreach to introduce and manufacture environmentally friendly plant-based pesticides.
The outreach was carried out directly with residents in Joho Village, Semen District, and Kediri Regency, and the practice of making vegetable pesticides was continued.
The outreach was conducted to familiarize Joho Village residents with plants that can be used as essential ingredients for making vegetable pesticides.
Plants used as pesticides can be taken from the roots, seeds, and leaves.
Plants used as essential ingredients for vegetable pesticides include garlic, shallots, neem leaves, seeds, papaya leaves, roto wali, and various spices.
The results of making vegetable pesticides will be distributed to residents in Joho Village, most of whom are farmers.
Apart from that, plant seeds were also distributed to residents.
The plant used as a botanical pesticide is garlic.
This is because garlic contains allicin, tannin, saponin, and flavonoids.
These compounds can cause a decrease in appetite in insects, inhibit molting, inhibit reproduction of female insects, cause larval death, suppress pupa formation, increase mortality, and disrupt insect metabolism.
Garlic-based vegetable pesticides can be applied to horticultural crops such as chilies and eggplants.
Through socialization, village residents understand how to make vegetable pesticides
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh sektor pertanian adalah Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Pengendalian OPT yang biasa dilakukan oleh petani yaitu penggunaan pestisida kimia.
Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan memiliki dampak buruk bagi lingkungan.
Upaya pengendalian OPT yang ramah lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati.
Penggunaan pestisida nabati untuk mengendalikan serangan OPT masih belum banyak digunakan oleh petani.
Salah satu upaya pengenalan pestisida nabati yaitu dengan cara pelaksanaan sosialisasi pengenalan dan pembuatan pestisida nabati ramah lingkungan.
Sosialisasi dilaksanakan secara langsung dengan warga di Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dan dilanjutkan praktek pembuatan pestisida nabati.
Sosialisasi dilakukan dengan tujuan agar warga Desa Joho lebih mengenal tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan pestisida nabati.
Tumbuhan yang digunakan sebagai pestisida dapat diambil dari bagian akar, biji dan daun.
Tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pestisida nabati antara lain: Bawang putih, bawang merah, daun dan biji mimba, daun papaya, rotowali dan berbagai rempah-rempah.
Hasil pembuatan pestisida nabati akan dibagikan kepada warga di Desa Joho, yang sebagian besar adalah petani.
Selain itu juga dibagikan bibit tanaman kepada warga setempat.
Tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pestisida nabati adalah bawang putih.
Hal ini karena kandungan bawang putih yaitu, allicin, tannin, saponin dan flavonoid.
Senyawan tersebut dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan pada serangga, menghambat pergantian kulit, menghambat reproduksi serangga betina, menyebabkan kematian larva, menekan pembentukan pupa, meningkatkan mortalitas, serta menggangu metabolisme serangga.
Pestisida nabati berbahan dasar bawang putih dapat diaplikasi pada tanaman hortikultura seperti cabai dan terong.
Melalui sosialisasi warga desa memahami pembuatan pestisida nabati.
Related Results
Aplikasi Pestisida Nabati untuk Pengendalian Hama pada Tanaman Bawang Merah dalam Sistem Pertanian Organik
Aplikasi Pestisida Nabati untuk Pengendalian Hama pada Tanaman Bawang Merah dalam Sistem Pertanian Organik
Vegetable pesticides are one of the agricultural inputs that are supportive of organic farming systems. Plants that have characteristics such as taste, smell, secondary metabolites...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDAN NABATI
PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDAN NABATI
Desa Tambale merupakan salah satu desa di Kecamatan Mamosalato yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Selama ini dalam melakukan budidaya tanaman perkebun...
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Adopsi Pestisida Nabati pada Petani di Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Adopsi Pestisida Nabati pada Petani di Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo
Ledakan hama wereng batang coklat yang tidak terkendali harus segera diatasi. Pestisida nabati merupakan alternatif pencegahan peningkatan populasi hama wereng batang coklat, bersi...
Green Human Resource Management, Green Human Capital, Green Innovation, dan Perceived Organizational Support Terhadap Environmental Performance
Green Human Resource Management, Green Human Capital, Green Innovation, dan Perceived Organizational Support Terhadap Environmental Performance
Tujuan. Lingkungan kinerja yang ramah lingkungan memiliki kegiatan aktivitas yang tetap menjaga kelestarian lingkungan. Kelestarian lingkungan dapat terlaksana jika perusahaan mamp...
CARA PEMBUATAN BIOPESTISIDA DAUN PEPAYA
CARA PEMBUATAN BIOPESTISIDA DAUN PEPAYA
Pada umumnya penduduk Desa Perbo Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong bermata pencaharian sebagai petani. Bercocok tanam merupakan andalan utama penopang kehidupan mereka,...
PROGRAM PENDAMPINGAN USAHA TANI PADI RAMAH LINGKUNGAN PADA GAPOKTAN HARAPAN DI DESA IDA MANGGALA, KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
PROGRAM PENDAMPINGAN USAHA TANI PADI RAMAH LINGKUNGAN PADA GAPOKTAN HARAPAN DI DESA IDA MANGGALA, KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
Sungai Raya adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang memiliki potensi lahan sawah yang luas. Ida Manggala merupakan salah satu desa di Kecamatan Sung...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak
UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...

