Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Lost in Translation: Analisis Peran Strategis Poliglot dalam Komunikasi Multikultural di Perusahaan Multinasional

View through CrossRef
Pada konteks global, perusahaan multinasional beroperasi dalam ekosistem komunikasi yang semakin kompleks, melibatkan karyawan dari beragam latar budaya. Keragaman ini memunculkan fenomena lost in translation, kondisi di mana pesan gagal tersampaikan secara utuh bukan semata karena perbedaan bahasa, melainkan karena ketidakselarasan konteks budaya, norma komunikasi, dan sistem makna yang dianut. Kesenjangan komunikasi ini berdampak pada efektivitas organisasi. Ketidakefektifan tersebut dapat diminimalisasi dengan keberadaan karyawan poliglot (menguasai lebih dari satu bahasa) yang bisa menjembatani masalah yang timbul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam. Data dikumpulkan dari enam informan yang bekerja di tiga perusahaan multinasional di Indonesia dan Jepang, dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena lost in translation terjadi dalam praktik komunikasi sehari-hari dan komunikasi dokumen teknis di lingkungan kerja multinasional. Ketidakselarasan gaya komunikasi dan konteks budaya terbukti menghambat aliran informasi dan melemahkan koordinasi antarunit. Karyawan poliglot menjalankan peran komunikasi strategis yang melampaui fungsi penerjemahan, yakni sebagai mediator budaya, fasilitator dialog lintas tim, dan penjembatan makna dalam interaksi organisasional melalui proses sensemaking, yaitu memaknai sinyal (cues) yang ambigu dan menindaklanjutinya dengan tindakan korektif. Namun, kontribusi karyawan poliglot belum diakui secara formal sehingga mereka rentan mengalami beban kerja berlebih dan demotivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas komunikasi multikultural ditentukan oleh kemampuan membaca konteks budaya, sensitivitas terhadap perbedaan gaya komunikasi, dan dukungan struktural organisasi, bukan penguasaan bahasa semata. Perusahaan multinasional perlu mengintegrasikan kompetensi komunikasi lintas kultural ke dalam strategi pengembangan sumber daya manusia melalui jalur karier khusus, sistem pengakuan formal, dan program pelatihan komunikasi multikultural terstruktur.
Title: Lost in Translation: Analisis Peran Strategis Poliglot dalam Komunikasi Multikultural di Perusahaan Multinasional
Description:
Pada konteks global, perusahaan multinasional beroperasi dalam ekosistem komunikasi yang semakin kompleks, melibatkan karyawan dari beragam latar budaya.
Keragaman ini memunculkan fenomena lost in translation, kondisi di mana pesan gagal tersampaikan secara utuh bukan semata karena perbedaan bahasa, melainkan karena ketidakselarasan konteks budaya, norma komunikasi, dan sistem makna yang dianut.
Kesenjangan komunikasi ini berdampak pada efektivitas organisasi.
Ketidakefektifan tersebut dapat diminimalisasi dengan keberadaan karyawan poliglot (menguasai lebih dari satu bahasa) yang bisa menjembatani masalah yang timbul.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam.
Data dikumpulkan dari enam informan yang bekerja di tiga perusahaan multinasional di Indonesia dan Jepang, dan dianalisis menggunakan analisis tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena lost in translation terjadi dalam praktik komunikasi sehari-hari dan komunikasi dokumen teknis di lingkungan kerja multinasional.
Ketidakselarasan gaya komunikasi dan konteks budaya terbukti menghambat aliran informasi dan melemahkan koordinasi antarunit.
Karyawan poliglot menjalankan peran komunikasi strategis yang melampaui fungsi penerjemahan, yakni sebagai mediator budaya, fasilitator dialog lintas tim, dan penjembatan makna dalam interaksi organisasional melalui proses sensemaking, yaitu memaknai sinyal (cues) yang ambigu dan menindaklanjutinya dengan tindakan korektif.
Namun, kontribusi karyawan poliglot belum diakui secara formal sehingga mereka rentan mengalami beban kerja berlebih dan demotivasi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas komunikasi multikultural ditentukan oleh kemampuan membaca konteks budaya, sensitivitas terhadap perbedaan gaya komunikasi, dan dukungan struktural organisasi, bukan penguasaan bahasa semata.
Perusahaan multinasional perlu mengintegrasikan kompetensi komunikasi lintas kultural ke dalam strategi pengembangan sumber daya manusia melalui jalur karier khusus, sistem pengakuan formal, dan program pelatihan komunikasi multikultural terstruktur.

Related Results

DAMPAK KEBIJAKAN MONETER GLOBAL TERHADAP INVESTASI STRATEGIS PERUSAHAAN MULTINASIONAL
DAMPAK KEBIJAKAN MONETER GLOBAL TERHADAP INVESTASI STRATEGIS PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Perubahan kebijakan moneter global, yang ditandai dengan fluktuasi suku bunga acuan dan nilai tukar mata uang, memberikan dampak signifikan terhadap perencanaan investasi perusahaa...
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MEMBANGUN KERJASAMA TIM DI PERUSAHAAN MULTINASIONAL
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MEMBANGUN KERJASAMA TIM DI PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Penelitian ini membahas efektivitas komunikasi antarbudaya dalam membangun kerja sama tim di perusahaan multinasional, di mana perbedaan budaya sering kali menjadi tantangan dalam ...
Implementasi Komunikasi Lintas Budaya pada Perusahaan Multinasional (Studi Literatur)
Implementasi Komunikasi Lintas Budaya pada Perusahaan Multinasional (Studi Literatur)
Globalisasi mendorong perusahaan multinasional untuk mengelola sumber daya manusia dari latar belakang budaya yang beragam. Perbedaan bahasa, nilai, dan norma budaya seringkali men...
TANTANGAN DAN UPAYA PENINGKATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL (KAJIAN LITERATUR REVIEW))
TANTANGAN DAN UPAYA PENINGKATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL (KAJIAN LITERATUR REVIEW))
Adanya mobilitas tenaga kerja di kawasan ASEAN membuka peluang semakin banyaknya tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia terutama di perusahaan multinasional. Komunikasi linta...
PERAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL DALAM MENINGKATKAN SEKTOR PEREKONOMIAN DI INDONESIA
PERAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL DALAM MENINGKATKAN SEKTOR PEREKONOMIAN DI INDONESIA
Perusahaan multinasional memiliki keterlibatan dalam sector perekonomian suatu negara karena memiliki entitas yang penting dalam menyerap tenaga kerja hingga meningkatkan pendapata...
Pendidikan Resolusi Konflik Melalui Pembelajaran Multikultural Pada Pendidikan Formal
Pendidikan Resolusi Konflik Melalui Pembelajaran Multikultural Pada Pendidikan Formal
Isu keberagaman terkait suku, ras, agama, budaya, bahasa dan sebagainya sering menjadi perhatian berbagai pihak. Sikap yang tidak tepat terhadap isu ini, dapat menjadi masalah di b...
Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau Asal Pontianak di Kota Bandung
Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau Asal Pontianak di Kota Bandung
Abstrak. Adanya perbedaan budaya yang melatar belakangi seseorang memberikan dampak pada makna atau simbol komunikasi yang berbeda. pemahaman tentang pola komunikasi antarbudaya sa...

Back to Top