Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Kecepatan Dan Kelincahan Atlet Lari Sprint Melalui Latihan Kekuatan Otot Tungkai: Sebuah Studi Quasi-Experimental

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan kekuatan otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan atlet lari sprint. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experimental) melalui desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 30 atlet lari sprint yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Vertical Jump Test untuk mengukur kekuatan otot tungkai, tes sprint 30 meter untuk mengukur kecepatan, dan Illinois Agility Test untuk mengukur kelincahan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Paired Sample t-Test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kekuatan otot tungkai meningkat dari 43,27 ± 4,85 cm menjadi 49,63 ± 4,52 cm, rata-rata waktu sprint 30 meter menurun dari 4,98 ± 0,26 detik menjadi 4,71 ± 0,23 detik, dan rata-rata waktu Illinois Agility Test menurun dari 17,84 ± 0,94 detik menjadi 16,92 ± 0,81 detik. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan dari latihan kekuatan otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan atlet lari sprint. Dengan demikian, latihan kekuatan otot tungkai dapat dijadikan sebagai salah satu metode latihan yang efektif untuk meningkatkan performa fisik atlet, khususnya pada aspek kecepatan dan kelincahan dalam cabang olahraga lari sprint.
Title: Peningkatan Kecepatan Dan Kelincahan Atlet Lari Sprint Melalui Latihan Kekuatan Otot Tungkai: Sebuah Studi Quasi-Experimental
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan kekuatan otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan atlet lari sprint.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experimental) melalui desain One Group Pretest-Posttest Design.
Sampel penelitian berjumlah 30 atlet lari sprint yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan Vertical Jump Test untuk mengukur kekuatan otot tungkai, tes sprint 30 meter untuk mengukur kecepatan, dan Illinois Agility Test untuk mengukur kelincahan.
Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Paired Sample t-Test pada taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kekuatan otot tungkai meningkat dari 43,27 ± 4,85 cm menjadi 49,63 ± 4,52 cm, rata-rata waktu sprint 30 meter menurun dari 4,98 ± 0,26 detik menjadi 4,71 ± 0,23 detik, dan rata-rata waktu Illinois Agility Test menurun dari 17,84 ± 0,94 detik menjadi 16,92 ± 0,81 detik.
Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan dari latihan kekuatan otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan atlet lari sprint.
Dengan demikian, latihan kekuatan otot tungkai dapat dijadikan sebagai salah satu metode latihan yang efektif untuk meningkatkan performa fisik atlet, khususnya pada aspek kecepatan dan kelincahan dalam cabang olahraga lari sprint.

Related Results

HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DENGAN HASIL LARI SPRINT 100 METER
HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DENGAN HASIL LARI SPRINT 100 METER
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai dengan hasil lari sprint 100 meter pada siswa putra kelas VII di SMP Neger...
Metode Pelatihan terhadap Kekuatan Otot Tungkai dan Kelincahan Atlet Pembinaan Prestasi Bulutangkis FOK Undiksha
Metode Pelatihan terhadap Kekuatan Otot Tungkai dan Kelincahan Atlet Pembinaan Prestasi Bulutangkis FOK Undiksha
Prestasi atlet bimbingan prestasi bulutangkis masih kurang maksimal disamping itu kelincahan pemainnya masih kurang dilatih dengan porsi latihan yang lebih banyak. Penelitian ini b...
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG TUCK JUMP DAN LATERAL BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN HASIL SMASH PADA ATLET PUTRA
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG TUCK JUMP DAN LATERAL BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN HASIL SMASH PADA ATLET PUTRA
Bola voli adalah olahraga yang membutuhkan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan tubuh secara menyeluruh. Power otot tungkai memiliki peran yang sangat penting dalam permainan bola v...
Korelasi Kecepatan Lari dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Kelincahan Siswa
Korelasi Kecepatan Lari dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Kelincahan Siswa
Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki eksistensi tinggi di dunia. Kecepatan, kekuatan otot tungkai dan kelincahan merupakan elemen penting dalam olahraga se...
Kontribusi Daya Ledak Tungkai, Panjang Tungkai dan Kecepatan Lari Terhadap Kemampuan Lompat Jauh
Kontribusi Daya Ledak Tungkai, Panjang Tungkai dan Kecepatan Lari Terhadap Kemampuan Lompat Jauh
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi daya ledak tungkai, panjang tungkai dan kecepatan lari terhadap kemampuan lompat jauh. Metode dalam penelitian adalah deskripti...

Back to Top