Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peran kecukupan leusin pada pasien malnutrisi berat dengan tuberkulosis dan miastenia gravis

View through CrossRef
Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi paru kronik yang berkontribusi terhadap penurunan status gizi pasien menjadi malnutrisi. Miastenia gravis (MG) merupakan kelainan autoimun neuromuskular yang ditandai oleh kelemahan otot rangka yang progresif yang disertai dengan kelelahan. Gangguan menelan (disfagia) merupakan salah satu komplikasi klinis yang sering muncul pada pasien MG, akibat melemahnya otot-otot faring dan orofaring. Kedua kondisi tersebut berujung pada penurunan asupan nutrisi, penurunan berat badan, serta malnutrisi yang berakibat menurunnya kualitas hidup. Di sisi lain, malnutrisi menyebabkan penurunan massa otot secara signifikan serta memperpanjang lama rawat inap sehingga berdampak buruk terhadap pemulihan pasien dan kapasitas fungsionalnya. Leusin, sebagai salah satu asam amino rantai cabang (AARC), memiliki peran penting dalam merangsang sintesis protein otot melalui aktivasi jalur sinyal mammalian target of rapamycin (mTOR), sehingga mampu mempertahankan massa otot dan respons anabolik. Laporan kasus pada perempuan berusia 19 tahun dengan keluhan sesak yang memberat dengan diagnosis malnutrisi berat, kaheksia, significant risk of refeeding syndrome, TB paru dan miastenia gravis. Pasien dirawat selama 23 hari, mendapatkan diet tinggi protein dengan asupan protein 40-65 g (1,2-2 g/kgBB) dan asupan leusin 4-6 g/hari. Terdapat perbaikan klinis berupa peningkatan massa otot, perbaikan kapasitas fungsional dan kekuatan genggaman tangan. Laporan kasus ini membahas mengenai peran kecukupan leusin pada pasien TB paru dan MG yang mengalami malnutrisi berat untuk mempertahankan massa otot dan meningkatkan kapasitas fungsional.
Title: Peran kecukupan leusin pada pasien malnutrisi berat dengan tuberkulosis dan miastenia gravis
Description:
Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi paru kronik yang berkontribusi terhadap penurunan status gizi pasien menjadi malnutrisi.
Miastenia gravis (MG) merupakan kelainan autoimun neuromuskular yang ditandai oleh kelemahan otot rangka yang progresif yang disertai dengan kelelahan.
Gangguan menelan (disfagia) merupakan salah satu komplikasi klinis yang sering muncul pada pasien MG, akibat melemahnya otot-otot faring dan orofaring.
Kedua kondisi tersebut berujung pada penurunan asupan nutrisi, penurunan berat badan, serta malnutrisi yang berakibat menurunnya kualitas hidup.
Di sisi lain, malnutrisi menyebabkan penurunan massa otot secara signifikan serta memperpanjang lama rawat inap sehingga berdampak buruk terhadap pemulihan pasien dan kapasitas fungsionalnya.
Leusin, sebagai salah satu asam amino rantai cabang (AARC), memiliki peran penting dalam merangsang sintesis protein otot melalui aktivasi jalur sinyal mammalian target of rapamycin (mTOR), sehingga mampu mempertahankan massa otot dan respons anabolik.
Laporan kasus pada perempuan berusia 19 tahun dengan keluhan sesak yang memberat dengan diagnosis malnutrisi berat, kaheksia, significant risk of refeeding syndrome, TB paru dan miastenia gravis.
Pasien dirawat selama 23 hari, mendapatkan diet tinggi protein dengan asupan protein 40-65 g (1,2-2 g/kgBB) dan asupan leusin 4-6 g/hari.
Terdapat perbaikan klinis berupa peningkatan massa otot, perbaikan kapasitas fungsional dan kekuatan genggaman tangan.
Laporan kasus ini membahas mengenai peran kecukupan leusin pada pasien TB paru dan MG yang mengalami malnutrisi berat untuk mempertahankan massa otot dan meningkatkan kapasitas fungsional.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
GAMBARAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SEMANDING
GAMBARAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SEMANDING
ABSTRAK          Tuberkulosis Paru telah menjadi masalah kesehatan yang utama di dunia dan angka keberhasilan pengobatan merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Metode Plasma Exchange Pada Miastenia Gravis
Metode Plasma Exchange Pada Miastenia Gravis
Miastenia gravis adalah penyakit autoimun yang disebabkan oleh antibodi yang mengenai reseptor asetilkolin di post sinap, sehingga menyebabkan berkurangnya kemampuan otot untuk ber...
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peme...
HUBUNGAN ANTARA ANGKA KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KESEMBUHAN LUKA PADA PASIEN ULKUS DEKUBITUS
HUBUNGAN ANTARA ANGKA KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KESEMBUHAN LUKA PADA PASIEN ULKUS DEKUBITUS
ABSTRAK  Latar belakang : Ulkus dekubitus merupakan masalah kesehatan di banyak negara dan malnutrisi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam perkembangan ulkus de...
Efektivitas Blok Nervus Maksilaris Suprazigomatika pada Pasien Miastenia Gravis yang Menjalani Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS)
Efektivitas Blok Nervus Maksilaris Suprazigomatika pada Pasien Miastenia Gravis yang Menjalani Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS)
Pendahuluan: Secara global, prevalensi dan insidensi miastenia gravis meningkat, dengan tingkatinsidensi 5,3 orang per juta dan prevalensi 77,7 orang per juta. Dengan meningkatnya ...

Back to Top