Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PIRANTI EMOTIF DAN TRANSPOSISI MAKNA DALAM WANGSALAN

View through CrossRef
Abstrak Wangsalan adalah salah satu gaya bahasa dalam bahasa Jawa yang unik dan rumit. Keunikan tersebut dapat dilihat pada struktur dan cara pemroduksiannya. Struktur wangsalan terdiri atas sampiran dan isi. Sampiran wangsalan berwujud cangkriman. Isi wangsalan sendiri berupa pesan yang ingin disampaikan oleh penutur. Antara teka-teki dan isi wangsalan tidak mempunyai hubungan makna melainkan hanya hubungan bentuk. Hubungan bentuk tersebut terletak pada jawaban teka-teki dengan maksud wangsalan. Pemroduksian wangsalan rumit karena di dalamnya terdapat fenomena transposisi makna. Transposisi makna dalam wangsalan terjadi pada makna denotatif dengan makna asosiatif. Transposisi makna adalah upaya untuk menghubungkan perbedaan bentuk lingual dengan maksud penutur. Akibatnya keberpisahan dan ketaksinambungan bentuk dapat bertemu. Maka dari itu alat penghubung untuk mempertemukan perbedaan itu adalah piranti emotif. Piranti emotif tersebut sebagai penghubung antara teka-teki dengan maksud dan isi wangsalan. Piranti emotif tersebut ada tiga yaitu fonetik, leksikal dan sintaksis. Ketiga piranti tersebut dapat dijadikan prinsip untuk memproduksi wangsalan. Berdasarkan pembahasan tersebut sumbangan terhadap pembelajaran tentang materi wangsalan adalah bahwa wangsalan tidak hanya ditalikan oleh bunyi saja namun juga kata. Wangsalan bukan termasuk metafora karena antara batangan dengan isi wangsalan tidak mempunyai hubungan makna dengan ciri-ciri yang dimaksudkan. Hubungan tersebut sebatas pertalian bentuk dan makna layaknya pantun atau parikan.   Kata kunci: piranti emotif; transposisi makna; wangsalan
Universitas Negeri Surabaya
Title: PIRANTI EMOTIF DAN TRANSPOSISI MAKNA DALAM WANGSALAN
Description:
Abstrak Wangsalan adalah salah satu gaya bahasa dalam bahasa Jawa yang unik dan rumit.
Keunikan tersebut dapat dilihat pada struktur dan cara pemroduksiannya.
Struktur wangsalan terdiri atas sampiran dan isi.
Sampiran wangsalan berwujud cangkriman.
Isi wangsalan sendiri berupa pesan yang ingin disampaikan oleh penutur.
Antara teka-teki dan isi wangsalan tidak mempunyai hubungan makna melainkan hanya hubungan bentuk.
Hubungan bentuk tersebut terletak pada jawaban teka-teki dengan maksud wangsalan.
Pemroduksian wangsalan rumit karena di dalamnya terdapat fenomena transposisi makna.
Transposisi makna dalam wangsalan terjadi pada makna denotatif dengan makna asosiatif.
Transposisi makna adalah upaya untuk menghubungkan perbedaan bentuk lingual dengan maksud penutur.
Akibatnya keberpisahan dan ketaksinambungan bentuk dapat bertemu.
Maka dari itu alat penghubung untuk mempertemukan perbedaan itu adalah piranti emotif.
Piranti emotif tersebut sebagai penghubung antara teka-teki dengan maksud dan isi wangsalan.
Piranti emotif tersebut ada tiga yaitu fonetik, leksikal dan sintaksis.
Ketiga piranti tersebut dapat dijadikan prinsip untuk memproduksi wangsalan.
Berdasarkan pembahasan tersebut sumbangan terhadap pembelajaran tentang materi wangsalan adalah bahwa wangsalan tidak hanya ditalikan oleh bunyi saja namun juga kata.
Wangsalan bukan termasuk metafora karena antara batangan dengan isi wangsalan tidak mempunyai hubungan makna dengan ciri-ciri yang dimaksudkan.
Hubungan tersebut sebatas pertalian bentuk dan makna layaknya pantun atau parikan.
  Kata kunci: piranti emotif; transposisi makna; wangsalan.

Related Results

PERBEDAAN LAJU ALIRAN DAN pH SALIVA PADA PASIEN DENGAN PIRANTI ORTODONTI CEKAT DAN TANPA PIRANTI ORTODONTI PADA MAHASISWA FKG USU
PERBEDAAN LAJU ALIRAN DAN pH SALIVA PADA PASIEN DENGAN PIRANTI ORTODONTI CEKAT DAN TANPA PIRANTI ORTODONTI PADA MAHASISWA FKG USU
Saliva merupakan salah satu komponen penting yang berperan dalam melindungi jaringan di dalam rongga mulut. Namun, setiap individu  memiliki laju aliran dan pH saliva yang berbeda-...
Piranti fungsional Frankel (Functional appliance of Frankel)
Piranti fungsional Frankel (Functional appliance of Frankel)
Penggunaan piranti fungsional merupakan salah satu alternatif perawatan untuk kasus periode gigi sulung, gigi bercampur dan pemanen muda. Piranti fungsional Frankel merupakan salah...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Pembangunan Piranti Lunak Pembantu Pemetaan Urusan Pemerintah Daerah
Pembangunan Piranti Lunak Pembantu Pemetaan Urusan Pemerintah Daerah
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan perubahan pembagian kewenangan untuk setiap urusan pemerintahan. Dengan demikian UU i...
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF <em>HANA</em> (HIDUNG) PADA CERPEN “HANA” KARYA AKUTAGAWA RYUNOSUKE
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF <em>HANA</em> (HIDUNG) PADA CERPEN “HANA” KARYA AKUTAGAWA RYUNOSUKE
AbstrakPenelitian ini tentang makna denotatif dan konotatif hana (hidung) dalam cerpen “Hana” karya Akutagawa Ryunosukae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna hidung ya...

Back to Top