Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dakwah Digital dalam Komik Line Webtoon Laa Tahzan: Don’t Be Sad dalam Perspektif Semiotika

View through CrossRef
Komik Line Webtoon bisa digunakan sebagai sarana dakwah digital yang menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pendekatan budaya.  Tetapi yang menjadi masalah, meskipun dapat digunakan sebagai sarana dakwah digital, Komik Line Webtoon kenyataannya berkembang melalui kepentingan industri dan kapitalisme media. Proses industrialiasi Komik Line Webtoon ini bisa berkembang dengan baik sebab prosesnya menggunakan yang disebut sebagai glokalisasi. Penelitian ini menganalisis makna dakwah digital dalam Komik Line Web Ton Laa Tahzan: Don’t be Sad episode #88 #89# 90 dan #116. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis tekstual dengan teori semiotik. Penelitian ini menemukan dakwah digital dalam The Line Webtoon: Laa Tahzan Jangan Sedih dalam empat episode yaitu menggunakan tanda korek api, kacamata, hijab, pantai, teks terjemahan Al-Qur'an dan hadits. Penanda yang digunakan dalam empat episode tersebut adalah Arno, Hatta, Uda Sheng, Aliya dan Aya. Petanda yang digunakan adalah pembelajaran, kedisiplinan, ilmu, kesabaran, kejujuran, tidak berbohong, kekuatan Allah SWT, ketakwaan, aqidah, kekuasaan Allah SWT, pasrah kepada Allah SWT, kekhilafan kepada Allah SWT, kezaliman terhadap Allah SWT. Jika disimpulkan makna dakwah digital komik ini terbagi menjadi tiga poin penting yaitu aqidah, akhlak dan muamalah. Makna denotasinya adalah pentingnya ilmu, pentingnya puasa, pengertian rakaat shalat tarawih, dan larangan syirik terhadap Allah SWT. Makna konotasinya saat ini umat Islam belum membangun ilmu pengetahuan, puasa yang belum diamalkan dengan baik, konflik karena perbedaan rakaat shalat tarawih, dan kesyirikan kepada Allah SWT.  
Title: Dakwah Digital dalam Komik Line Webtoon Laa Tahzan: Don’t Be Sad dalam Perspektif Semiotika
Description:
Komik Line Webtoon bisa digunakan sebagai sarana dakwah digital yang menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pendekatan budaya.
  Tetapi yang menjadi masalah, meskipun dapat digunakan sebagai sarana dakwah digital, Komik Line Webtoon kenyataannya berkembang melalui kepentingan industri dan kapitalisme media.
Proses industrialiasi Komik Line Webtoon ini bisa berkembang dengan baik sebab prosesnya menggunakan yang disebut sebagai glokalisasi.
Penelitian ini menganalisis makna dakwah digital dalam Komik Line Web Ton Laa Tahzan: Don’t be Sad episode #88 #89# 90 dan #116.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis tekstual dengan teori semiotik.
Penelitian ini menemukan dakwah digital dalam The Line Webtoon: Laa Tahzan Jangan Sedih dalam empat episode yaitu menggunakan tanda korek api, kacamata, hijab, pantai, teks terjemahan Al-Qur'an dan hadits.
Penanda yang digunakan dalam empat episode tersebut adalah Arno, Hatta, Uda Sheng, Aliya dan Aya.
Petanda yang digunakan adalah pembelajaran, kedisiplinan, ilmu, kesabaran, kejujuran, tidak berbohong, kekuatan Allah SWT, ketakwaan, aqidah, kekuasaan Allah SWT, pasrah kepada Allah SWT, kekhilafan kepada Allah SWT, kezaliman terhadap Allah SWT.
Jika disimpulkan makna dakwah digital komik ini terbagi menjadi tiga poin penting yaitu aqidah, akhlak dan muamalah.
Makna denotasinya adalah pentingnya ilmu, pentingnya puasa, pengertian rakaat shalat tarawih, dan larangan syirik terhadap Allah SWT.
Makna konotasinya saat ini umat Islam belum membangun ilmu pengetahuan, puasa yang belum diamalkan dengan baik, konflik karena perbedaan rakaat shalat tarawih, dan kesyirikan kepada Allah SWT.
 .

Related Results

Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Abstrak.Da’i banyak yang mengamalkan dakwah menggunakan media sosial alternatif, salah satunya di platform YouTube. Kegiatan ini juga dilakukan oleh Ustadz Ramdan Fawzi dalam berda...
Spasialisasi Dalam Industri Komik Digital: Integrasi Horizontal dan Vertikal Dalam Line Webtoon
Spasialisasi Dalam Industri Komik Digital: Integrasi Horizontal dan Vertikal Dalam Line Webtoon
LINE Webtoon sebuah portal penerbitan komik berbasis online yang diluncurkan oleh Naver Corporation di Korea Selatan pada tahun 2004. Ini menjadi salah satu bentuk revolusi di indu...
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
Abstrak: Antropologi dakwah adalah terminologi yang terdiri dari dua kata, yaitu antropologi dan dakwah. Seperti juga antropologi, dakwah merupakan salah satu disiplin ilmu. Bedany...
Kajian Industri Komik Daring Indonesia: Studi Komik Tahilalats
Kajian Industri Komik Daring Indonesia: Studi Komik Tahilalats
Industri komik daring di Indonesia sudah berkembang pesat. Perkembangan komik dalam platform web ini pun setara dengan perkembangan teknologi. Jika sekarang komik digital berbasis ...
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Abstract. The motorcycle community is often considered to be doing harassment on the streets such as bullying, bribes, and other negative actions, but the “Bikers Dakwah Bandung” c...
Hubungan Susastra Pada Gambar Studi Kasus Komik Setangkai Daun Sorga Karya Taguan Hardjo
Hubungan Susastra Pada Gambar Studi Kasus Komik Setangkai Daun Sorga Karya Taguan Hardjo
Komik Medan tak berbeda dengan banyak komik lain yang diminati oleh banyak orang. Komik Medan mempunyai perjalanannya sendiri, berupa spirit yang datang dari kehendak perlawanan te...
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM SERIAL KOMIK DIGITAL “PUPUS PUTUS SEKOLAH” KARYA KURNIA HARTA WINATA
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM SERIAL KOMIK DIGITAL “PUPUS PUTUS SEKOLAH” KARYA KURNIA HARTA WINATA
<p>Nilai pendidikan, bukan hanya didapat dari sekolah saja, melainkan juga dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, komik dan sebagainya. Komik dapat menjadi salah ...

Back to Top