Javascript must be enabled to continue!
Accounting Practices of Travelers’ Income based on Local Wisdom Values: An Islamic Ethnomethodology Study
View through CrossRef
Abstract: Introduction/Main Objectives: This study aims to explore the income accounting practices of travelers from Gorontalo to Mecca using bicycles, focusing on the integration of local wisdom values. It seeks to understand how these travelers manage their income in alignment with Islamic teachings.
Background Problems: Despite extensive research on accounting practices, there is limited exploration of how travelers apply local wisdom in income management during religious journeys. This study addresses this gap by investigating how travelers generate and document their income.
Novelty: This study introduces an Islamic ethnomethodological approach to examining income accounting practices, highlighting the role of gratitude and cultural values in financial management, an aspect not widely explored in previous research.
Research Methods: The study adopts a qualitative research method using structured interviews. Data analysis follows five stages: charity, knowledge, faith, revelation information, and courtesy.
Findings/Results: The findings reveal various income accounting practices, including revenue sources from selling t-shirts, recording income based on memory, and price differentiation between Indonesia and Singapore to optimize earnings. These practices reflect a deep sense of gratitude toward the Creator. In Gorontalo’s Islamic culture, gratitude is expressed through the proverb "Diila o’onto, bo wolu-woluwo," meaning "what is unseen exists," which signifies the balance between material and spiritual pursuits.
Conclusion: The study concludes that travelers' income accounting practices are deeply rooted in Islamic teachings and local wisdom, emphasizing gratitude as a fundamental value in financial management. These insights contribute to the broader understanding of accounting practices within cultural and religious contexts.
Keywords: Islamic accounting, income management, local wisdom, ethnomethodology, traveler finance
Abstrak:Tujuan/Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik akuntansi pendapatan para traveler dari Gorontalo ke Mekah dengan sepeda, yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan pendapatan mereka.
Masalah Latar Belakang: Meskipun terdapat banyak penelitian tentang praktik akuntansi, masih sedikit kajian yang membahas bagaimana para traveler menerapkan kearifan lokal dalam manajemen pendapatan selama perjalanan religius. Studi ini mengisi kesenjangan tersebut dengan meneliti bagaimana mereka memperoleh dan mencatat pendapatan.
Kebaruan: Penelitian ini memperkenalkan pendekatan etnometodologi Islam dalam mengkaji praktik akuntansi pendapatan, menyoroti peran rasa syukur dan nilai budaya dalam pengelolaan keuangan, aspek yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan dalam lima tahapan, yaitu amal, ilmu, iman, informasi wahyu, dan ihsan.
Hasil Temuan: Temuan menunjukkan bahwa terdapat berbagai praktik akuntansi pendapatan, seperti sumber pendapatan dari penjualan kaos, pencatatan pendapatan berbasis ingatan, serta perbedaan harga jual antara Indonesia dan Singapura untuk mengoptimalkan pendapatan. Praktik ini mencerminkan rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta. Dalam budaya Islam Gorontalo, rasa syukur ini diwujudkan dalam ungkapan "Diila o’onto, bo wolu-woluwo," yang berarti "yang tidak terlihat itu ada," mengajarkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual.
Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa praktik akuntansi pendapatan para traveler berakar kuat dalam ajaran Islam dan nilai-nilai kearifan lokal, dengan menekankan rasa syukur sebagai prinsip utama dalam praktik akuntansi pendapatan. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang praktik akuntansi dalam konteks budaya dan agama.
Kata kunci: Akuntansi Islam, manajemen pendapatan, kearifan lokal, etnometodologi, keuangan traveler
Title: Accounting Practices of Travelers’ Income based on Local Wisdom Values: An Islamic Ethnomethodology Study
Description:
Abstract: Introduction/Main Objectives: This study aims to explore the income accounting practices of travelers from Gorontalo to Mecca using bicycles, focusing on the integration of local wisdom values.
It seeks to understand how these travelers manage their income in alignment with Islamic teachings.
Background Problems: Despite extensive research on accounting practices, there is limited exploration of how travelers apply local wisdom in income management during religious journeys.
This study addresses this gap by investigating how travelers generate and document their income.
Novelty: This study introduces an Islamic ethnomethodological approach to examining income accounting practices, highlighting the role of gratitude and cultural values in financial management, an aspect not widely explored in previous research.
Research Methods: The study adopts a qualitative research method using structured interviews.
Data analysis follows five stages: charity, knowledge, faith, revelation information, and courtesy.
Findings/Results: The findings reveal various income accounting practices, including revenue sources from selling t-shirts, recording income based on memory, and price differentiation between Indonesia and Singapore to optimize earnings.
These practices reflect a deep sense of gratitude toward the Creator.
In Gorontalo’s Islamic culture, gratitude is expressed through the proverb "Diila o’onto, bo wolu-woluwo," meaning "what is unseen exists," which signifies the balance between material and spiritual pursuits.
Conclusion: The study concludes that travelers' income accounting practices are deeply rooted in Islamic teachings and local wisdom, emphasizing gratitude as a fundamental value in financial management.
These insights contribute to the broader understanding of accounting practices within cultural and religious contexts.
Keywords: Islamic accounting, income management, local wisdom, ethnomethodology, traveler finance
Abstrak:Tujuan/Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik akuntansi pendapatan para traveler dari Gorontalo ke Mekah dengan sepeda, yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan pendapatan mereka.
Masalah Latar Belakang: Meskipun terdapat banyak penelitian tentang praktik akuntansi, masih sedikit kajian yang membahas bagaimana para traveler menerapkan kearifan lokal dalam manajemen pendapatan selama perjalanan religius.
Studi ini mengisi kesenjangan tersebut dengan meneliti bagaimana mereka memperoleh dan mencatat pendapatan.
Kebaruan: Penelitian ini memperkenalkan pendekatan etnometodologi Islam dalam mengkaji praktik akuntansi pendapatan, menyoroti peran rasa syukur dan nilai budaya dalam pengelolaan keuangan, aspek yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terstruktur.
Analisis data dilakukan dalam lima tahapan, yaitu amal, ilmu, iman, informasi wahyu, dan ihsan.
Hasil Temuan: Temuan menunjukkan bahwa terdapat berbagai praktik akuntansi pendapatan, seperti sumber pendapatan dari penjualan kaos, pencatatan pendapatan berbasis ingatan, serta perbedaan harga jual antara Indonesia dan Singapura untuk mengoptimalkan pendapatan.
Praktik ini mencerminkan rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta.
Dalam budaya Islam Gorontalo, rasa syukur ini diwujudkan dalam ungkapan "Diila o’onto, bo wolu-woluwo," yang berarti "yang tidak terlihat itu ada," mengajarkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual.
Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa praktik akuntansi pendapatan para traveler berakar kuat dalam ajaran Islam dan nilai-nilai kearifan lokal, dengan menekankan rasa syukur sebagai prinsip utama dalam praktik akuntansi pendapatan.
Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang praktik akuntansi dalam konteks budaya dan agama.
Kata kunci: Akuntansi Islam, manajemen pendapatan, kearifan lokal, etnometodologi, keuangan traveler.
Related Results
Using, spending, wasting and killing time in airports
Using, spending, wasting and killing time in airports
Purpose
Travelers are both surrounded by and perform places, thus making places ambiguous sites that “come alive” when travelers use them and engage in various performances. A plac...
Koncepcje zysku w ekonomii i rachunkowości. Perspektywa MSR/MSSF
Koncepcje zysku w ekonomii i rachunkowości. Perspektywa MSR/MSSF
The concepts of profit in economics and accounting. IAS/IFRS accounting standards perspective
The nature of profit has been one of the central problems of economics and accounting...
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Objective: To determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population idiopathic determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population...
Revealing Cost Accounting Practices Based on Local Wisdom Values by Travelers: An Islamic Ethnomethodology Study
Revealing Cost Accounting Practices Based on Local Wisdom Values by Travelers: An Islamic Ethnomethodology Study
Introduction: This study explores cost accounting practices based on local wisdom values among travelers from Gorontalo who undertake pilgrimages to Mecca by bicycle. It highlights...
Pelatihan Penggunaan Pendekatan Etnometodologi Islam dalam Riset Akuntansi
Pelatihan Penggunaan Pendekatan Etnometodologi Islam dalam Riset Akuntansi
Purpose: This training aims to provide understanding to Sharia accounting students regarding the use of the Islamic ethnomethodology approach in accounting research
Methodology/App...
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
ABSTRAK
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan kualitas audit, komite audit, dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) terhadap kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia pada tahun...
PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI DAN PRAKTISI AKUNTANSI SYARIAH TERHADAP PARADIGMA, ETIKA, DAN KOMPETENSI PRAKTISI AKUNTANSI SYARIAH
PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI DAN PRAKTISI AKUNTANSI SYARIAH TERHADAP PARADIGMA, ETIKA, DAN KOMPETENSI PRAKTISI AKUNTANSI SYARIAH
This study aims to: (1) to determine the differences in perceptions between students who have and who have followed the accounting courses accounting practitioners of Islamic shari...
Massage for Eid Travelers in 2019
Massage for Eid Travelers in 2019
Homecoming activities that occur each approaching Eid certainly make travelers feel exhausted on the way to their hometown. So with that it requires activities that help travelers....

