Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

COMPARATIVE STUDY OF DEMONSTRATIVES IN SASAK AND CHINESE

View through CrossRef
Demonstratives in Chinese and Sasak languages have semantically and syntactically significant different concepts. Semantically, The Chinese language applies a two-way system consisting of proximal ‘zhe/zh’e and distal ‘na/nei’while Sasak language particularly the Menu-Meni dialect uses a three-way system including proximal‘ne’, medial‘tie’, and distal‘nu’. Syntactically, demonstrative in Chinese is categorized into five subtypes: pronominal, adnominal, locational, temporal, manner, and degree. Sasak, on the other hand, includes pronominal, adnominal, identificational, adverbial, verbal, quantificational, and referential. This paper shows that the Chinese and Sasak languages has semantically similar in the concept of proximity and different in medial and distal one. Syntactically, these languages have nominal and adverbial demonstrative which share similar properties but differ in other demonstrative categorizations. Demonstratif dalam bahasa Cina dan bahasa Sasak memiliki perbedaan konsep yang signifikan secara semantik dan sintaksis. Secara semantik, bahasa Cina menerapkan sistem dua arah yang terdiri dari proksimal 'zhe/zh'e dan distal 'na/nei' sedangkan bahasa Sasak khususnya dialek Menu-Meni menggunakan sistem tiga arah meliputi proksimal 'ne', medial 'tie', dan distal 'nu'. Secara sintaksis, demonstratif dalam bahasa Cina dikategorikan menjadi lima subtipe: pronominal, adnominal, locational, temporal, Manner, dan degree. Sasak, di sisi lain, memiliki pronominal, adnominal, identificational, adverbial, verbal, Quantifier, referential. Tulisan ini menunjukkan bahwa bahasa Cina dan bahasa Sasak secara semantik memiliki kesamaan dalam konsep proximity dan berbeda dalam konsep medial dan distal. Secara sintaksis, bahasa-bahasa ini memiliki demonstratif nominal dan adverbial dengan ciri yang sama tetapi berbeda dalam kategorisasi demonstratif lainnya.
Title: COMPARATIVE STUDY OF DEMONSTRATIVES IN SASAK AND CHINESE
Description:
Demonstratives in Chinese and Sasak languages have semantically and syntactically significant different concepts.
Semantically, The Chinese language applies a two-way system consisting of proximal ‘zhe/zh’e and distal ‘na/nei’while Sasak language particularly the Menu-Meni dialect uses a three-way system including proximal‘ne’, medial‘tie’, and distal‘nu’.
Syntactically, demonstrative in Chinese is categorized into five subtypes: pronominal, adnominal, locational, temporal, manner, and degree.
Sasak, on the other hand, includes pronominal, adnominal, identificational, adverbial, verbal, quantificational, and referential.
This paper shows that the Chinese and Sasak languages has semantically similar in the concept of proximity and different in medial and distal one.
Syntactically, these languages have nominal and adverbial demonstrative which share similar properties but differ in other demonstrative categorizations.
 Demonstratif dalam bahasa Cina dan bahasa Sasak memiliki perbedaan konsep yang signifikan secara semantik dan sintaksis.
Secara semantik, bahasa Cina menerapkan sistem dua arah yang terdiri dari proksimal 'zhe/zh'e dan distal 'na/nei' sedangkan bahasa Sasak khususnya dialek Menu-Meni menggunakan sistem tiga arah meliputi proksimal 'ne', medial 'tie', dan distal 'nu'.
Secara sintaksis, demonstratif dalam bahasa Cina dikategorikan menjadi lima subtipe: pronominal, adnominal, locational, temporal, Manner, dan degree.
Sasak, di sisi lain, memiliki pronominal, adnominal, identificational, adverbial, verbal, Quantifier, referential.
Tulisan ini menunjukkan bahwa bahasa Cina dan bahasa Sasak secara semantik memiliki kesamaan dalam konsep proximity dan berbeda dalam konsep medial dan distal.
Secara sintaksis, bahasa-bahasa ini memiliki demonstratif nominal dan adverbial dengan ciri yang sama tetapi berbeda dalam kategorisasi demonstratif lainnya.

Related Results

LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS
LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud lokalitas Sasak dalam novel Guru Dane dan Guru Onyeh karya Salman Faris, dan (2) fungsi lokalitas Sasak dalam membangun cer...
SPEECH LEVEL OF SASAK LANGUAGE AT RARANG TENGAH VILLAGE
SPEECH LEVEL OF SASAK LANGUAGE AT RARANG TENGAH VILLAGE
This research is intended to describe the forms of Sasak language speech levels, with sub-focus, the domains of the Sasak Alus language (Base Alus) use in the Rarang Tengah communi...
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode ...
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
AbstrakArtikel ini akan membahas reduplikasi bahasa Sasak di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur dengan teori reduplikasi terdistribusi dari Framton. Dengan teori ini, penulis berh...
Primerjalna književnost na prelomu tisočletja
Primerjalna književnost na prelomu tisočletja
In a comprehensive and at times critical manner, this volume seeks to shed light on the development of events in Western (i.e., European and North American) comparative literature ...
Indeksikalitas leksikon kekerabatan etnis Sasak masyarakat Rembiga Mataram
Indeksikalitas leksikon kekerabatan etnis Sasak masyarakat Rembiga Mataram
Perkembangan perekonomian kota Mataram menjadi daya tarik penduduk dari luar kota Mataram untuk pindah dan bertempat tinggal, salah satunya di kelurahan Rembiga. Keadaan tersebut m...
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
ABSTRAK Aspek kebahasaan dan konteks sosial diluar kebahasaan memiliki keterkaitan yang mempengaruhi situasi kebahasaan suatu kelompok masyarakat. Proses pemilihan bahasa khususny...
Revitalisasi Musik Tradisional Prosesi Adat Sasak Sebagai Identitas Budaya Sasak
Revitalisasi Musik Tradisional Prosesi Adat Sasak Sebagai Identitas Budaya Sasak
Masyarakat Sasak sangat kaya dengan budaya musik, khususnya musik tradisional. Di samping gendang beleq yang sudah dipakai sebagai ikon dan disahkan sebagai salah satu warisan buda...

Back to Top