Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat

View through CrossRef
Potensi wisata di kabupaten Lamongan berupa potensi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Salah satu potensi wisata alam yang menjadi prioritas pengembangan pariwisata adalah Kawasan wiata alam Waduk Gondang. Tujuan kajian ini  adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung serta arahan peningkatan minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan wisata Waduk Gondang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis faktor dan Analisis Hirarki Process (AHP)  dengan pengumpulan data secara observasi dan dokumentasi serta penyebaran kuisioner. Hasil dari penelitian menunjukan atraksi di Waduk Gondang berupa wisata perahu dan wahana bermain anak, objek wisata berjarak dari pusat kota 22 km dengan melewati Jalan Kedungpring. Fasilitas di objek wisata Waduk Gondang berupa toilet umum, mushola, tempat parkir baik bagi sepeda motor dan mobil, rest area dan loket bagi pengunjung. Terdapat lima faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan wisata Waduk Gondang di Desa Gondang Lor Kabupaten Lamongan adalah daya tarik wisata, prasarana transportasi, aksesbilitas wisata, ketersediaan sarana penunjang pariwisata, dan ketersediaan fasilitas umum pariwisata. Arahan pengembangan kawasan wisata Waduk Gondang prioritas 1 berupa pengembangan daya tarik wisata, prioritas 2 arahan pengembangan aksesbilitas wisata, dan prioritas 3 arahan pengembangan sarana penunjang pariwisata. Ketiga prioritas dapat dihasilkan menjadi kebijakan penting yang harus diperhatikan dalam arahan pengembangan kawasan wisata berdasarkan faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung ke Waduk Gondang
Title: Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat
Description:
Potensi wisata di kabupaten Lamongan berupa potensi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan.
Salah satu potensi wisata alam yang menjadi prioritas pengembangan pariwisata adalah Kawasan wiata alam Waduk Gondang.
Tujuan kajian ini  adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung serta arahan peningkatan minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan wisata Waduk Gondang.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis faktor dan Analisis Hirarki Process (AHP)  dengan pengumpulan data secara observasi dan dokumentasi serta penyebaran kuisioner.
Hasil dari penelitian menunjukan atraksi di Waduk Gondang berupa wisata perahu dan wahana bermain anak, objek wisata berjarak dari pusat kota 22 km dengan melewati Jalan Kedungpring.
Fasilitas di objek wisata Waduk Gondang berupa toilet umum, mushola, tempat parkir baik bagi sepeda motor dan mobil, rest area dan loket bagi pengunjung.
Terdapat lima faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan wisata Waduk Gondang di Desa Gondang Lor Kabupaten Lamongan adalah daya tarik wisata, prasarana transportasi, aksesbilitas wisata, ketersediaan sarana penunjang pariwisata, dan ketersediaan fasilitas umum pariwisata.
Arahan pengembangan kawasan wisata Waduk Gondang prioritas 1 berupa pengembangan daya tarik wisata, prioritas 2 arahan pengembangan aksesbilitas wisata, dan prioritas 3 arahan pengembangan sarana penunjang pariwisata.
Ketiga prioritas dapat dihasilkan menjadi kebijakan penting yang harus diperhatikan dalam arahan pengembangan kawasan wisata berdasarkan faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung ke Waduk Gondang.

Related Results

MAKNA PENYAJIAN GONDANG PADA PROSESI KEMATIAN MASYARAKAT BATAK TOBA DI KECAMATAN DOLOK MASIHUL PROVINSI SUMATERA UTARA
MAKNA PENYAJIAN GONDANG PADA PROSESI KEMATIAN MASYARAKAT BATAK TOBA DI KECAMATAN DOLOK MASIHUL PROVINSI SUMATERA UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi kematian masyarakat Batak Toba di Kecamatan Dolok Masihul, dan makna penyajian musik gondang pada prosesi kematian masyarakat...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
Analisa Dampak Sedimen Terhadap Usia Guna Waduk Plumbon
Analisa Dampak Sedimen Terhadap Usia Guna Waduk Plumbon
Penelitian ini dilakukan di Waduk Plumbon yang terletak di Kecamatan Puloharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Waduk Plumbon mulai beroperasi pada tahun 1928 sehingga waduk telah...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...

Back to Top