Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH BERDASARKAN SKALA MINIMUM LUAS LAHAN
View through CrossRef
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis pendapatan, metode pola pengeluaran dan komparasi pendapatan. Penelitian ini adalah menjelaskan: Tingkat pendapatan petani padi sawah cukup baik dan bervariasi pada masing-masing kelompok penguasaan lahan. Pada strata 1 pendapatan petani padi sawah yaitu Rp. 6.796.443, pada strata 2 yaitu Rp. 10.265.631 dan pada strata 3 yaitu Rp. 33.096.180 per musim tanam. Pola pengeluaran petani didominasi pada pengeluaran kebutuhan makanan dan pola pengeluaran non makanan. Pada strata 1, rata-rata pola pengeluaran petani mencapai Rp. 14.436.858, pada strata 2, rata-rata pola pengeluaran petani mencapai Rp. 19.452.908 dan pada strata 3, rata-rata pola pengeluaran petani mencapai Rp. 14.397.200. Luas Lahan Minimum yang seharusnya diusahakan petani untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dilihat bahwa rata-rata lahan minimum petani padi sawah dengan rata-rata luas lahan petani pada strata 1 yaitu 0,29 ha dengan pengeluaran standar Rp.4.235.135, strata 2 yaitu 0,36 ha dengan pengeluaran standar Rp.2.536.553 dan pada strata 3 terdapat 0,8 ha dengan pengeluaran standar petani sebesar Rp.3.487.760.
Title: ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH BERDASARKAN SKALA MINIMUM LUAS LAHAN
Description:
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis pendapatan, metode pola pengeluaran dan komparasi pendapatan.
Penelitian ini adalah menjelaskan: Tingkat pendapatan petani padi sawah cukup baik dan bervariasi pada masing-masing kelompok penguasaan lahan.
Pada strata 1 pendapatan petani padi sawah yaitu Rp.
6.
796.
443, pada strata 2 yaitu Rp.
10.
265.
631 dan pada strata 3 yaitu Rp.
33.
096.
180 per musim tanam.
Pola pengeluaran petani didominasi pada pengeluaran kebutuhan makanan dan pola pengeluaran non makanan.
Pada strata 1, rata-rata pola pengeluaran petani mencapai Rp.
14.
436.
858, pada strata 2, rata-rata pola pengeluaran petani mencapai Rp.
19.
452.
908 dan pada strata 3, rata-rata pola pengeluaran petani mencapai Rp.
14.
397.
200.
Luas Lahan Minimum yang seharusnya diusahakan petani untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dilihat bahwa rata-rata lahan minimum petani padi sawah dengan rata-rata luas lahan petani pada strata 1 yaitu 0,29 ha dengan pengeluaran standar Rp.
4.
235.
135, strata 2 yaitu 0,36 ha dengan pengeluaran standar Rp.
2.
536.
553 dan pada strata 3 terdapat 0,8 ha dengan pengeluaran standar petani sebesar Rp.
3.
487.
760.
.
Related Results
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI PADISAWAH BERDASARKAN SKALA MINIMUM LUAS LAHAN (Studi Kasus di Nagori Pardamean Asih, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun)
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI PADISAWAH BERDASARKAN SKALA MINIMUM LUAS LAHAN (Studi Kasus di Nagori Pardamean Asih, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun)
Abstrak:Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis pendapatan, metode pola pengeluaran dan komparasi pendapatan. Penelitian ini adalah menjelas...
Analisis Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Bente, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna
Analisis Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Bente, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna
Padi sawah merupakan tanaman pangan yang menempati posisi pertama kebutuhan pangan pokok di Indonesia. Kebutuhan pangan pokok beras terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumla...
Analisis Pendapatan Usahatani Padi (oryza sativa) Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang
Analisis Pendapatan Usahatani Padi (oryza sativa) Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang
Pendapatan petani dapat dilihat melalui selisih antara penerimaan beserta total biaya produksi yang dipergunakan sepanjang tahapan produksi. Kecamatan Ungaran Timur menjadi satu di...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH (Studi Kasus di Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematang Siantar)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH (Studi Kasus di Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematang Siantar)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, tenaga kerja,dan modal terhadap produksi padi sawah di Kelurahan Tong Marimbun Kecamatan Siantar Marimbun.Data yang d...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, tenaga kerja,dan modal terhadap produksi padi sawah di Kelurahan Tong Marimbun Kecamatan Siantar Marimbun. Data yang ...
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitia...
Nilai Tukar Petani Karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir OKI
Nilai Tukar Petani Karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir OKI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Berapa nilai tukar petani (NTP) karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Berapa tingkat pe...

