Javascript must be enabled to continue!
Efektifitas Limbah Cair Hasil Fermentasi Kakao (Theobroma Cacao L) Terhadap Pengendalian Gulma Berdaun Lebar
View through CrossRef
Limbah hasil fermentasi kakao memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan pengendali gulma (bioherbisida). Kandungan asam cuka (asam asetat) dalam limbah tersebut bersifat sebagai racun kontak. Konsentrasi aplikasi yang direkomendasikan untuk digunakan dalam pengendalian gulma berdaun lebar adalah 10 – 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas limbah cair hasil fermentasi kakao sebagai bioherbisida dalam mengendalikan gulma berdaun lebar. Rancangan penelitian menggunakan pola faktorial yang disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama adalah Lama Fermentasi (F) : F1 = 3 hari, F2 = 4 hari, F3 = 5 hari, F4 = 6 hari F5 = 7 hari dan faktor ke dua adalah Dosis pemberian ragi tape per kg kakao (D) : D1 = Kontrol, D2 = 2 g, D3 = 4 g, D4 = 6 g. Peubah yang diamati meliputi asam tertitrasi total, persentase keracunan gulma, bobot basah gulma dan bobot kering gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi limbah cair hasil fermentasi kakao efektif dalam mengendalikan gulma Ludwigia hyssopifolia (G. Don) exell, namun tidak efektif terhadah pengendalian gulma Ageratum conyzoides dan Hyptis brevipes poit. Hal ini disebabkan karena bioherbisida yang digunakan hanya bersifat racun kontak. Keadaan ini memungkinkan gulma untuk dapat pulih kembali setelah beberapa hari. Pengaruh lain mungkin disebabkan rendahnya konsentrasi bioherbisida yang digunakan pada saat aplikasi.
Title: Efektifitas Limbah Cair Hasil Fermentasi Kakao (Theobroma Cacao L) Terhadap Pengendalian Gulma Berdaun Lebar
Description:
Limbah hasil fermentasi kakao memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan pengendali gulma (bioherbisida).
Kandungan asam cuka (asam asetat) dalam limbah tersebut bersifat sebagai racun kontak.
Konsentrasi aplikasi yang direkomendasikan untuk digunakan dalam pengendalian gulma berdaun lebar adalah 10 – 20%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas limbah cair hasil fermentasi kakao sebagai bioherbisida dalam mengendalikan gulma berdaun lebar.
Rancangan penelitian menggunakan pola faktorial yang disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK).
Faktor pertama adalah Lama Fermentasi (F) : F1 = 3 hari, F2 = 4 hari, F3 = 5 hari, F4 = 6 hari F5 = 7 hari dan faktor ke dua adalah Dosis pemberian ragi tape per kg kakao (D) : D1 = Kontrol, D2 = 2 g, D3 = 4 g, D4 = 6 g.
Peubah yang diamati meliputi asam tertitrasi total, persentase keracunan gulma, bobot basah gulma dan bobot kering gulma.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi limbah cair hasil fermentasi kakao efektif dalam mengendalikan gulma Ludwigia hyssopifolia (G.
Don) exell, namun tidak efektif terhadah pengendalian gulma Ageratum conyzoides dan Hyptis brevipes poit.
Hal ini disebabkan karena bioherbisida yang digunakan hanya bersifat racun kontak.
Keadaan ini memungkinkan gulma untuk dapat pulih kembali setelah beberapa hari.
Pengaruh lain mungkin disebabkan rendahnya konsentrasi bioherbisida yang digunakan pada saat aplikasi.
Related Results
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Keanekaragaman Gulma Berdaun Lebar Dan Prediksi Kehilangan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill.) Akibat Kompetisinya Di Lahan Kering
Keanekaragaman Gulma Berdaun Lebar Dan Prediksi Kehilangan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill.) Akibat Kompetisinya Di Lahan Kering
Tujuan peneliti ini untuk mengetahui spesies gulma berdaun lebar yang berpengaruh terhadap kehilangan hasil tanaman kedelai, sehingga dalam usaha pengendaliannya dapat ditentukan s...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
Pengaruh Kompetisi Gulma Berdaun Lebar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) di Lahan Kering
Pengaruh Kompetisi Gulma Berdaun Lebar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) di Lahan Kering
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan pengaruh gulma berdaun lebar terhadap pertumbuhan serta hasil beberapa varietas kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di l...
Pengaruh Populasi Gulma Rumput Belulang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Manis (Zea mays Saccharatasrurt)
Pengaruh Populasi Gulma Rumput Belulang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Manis (Zea mays Saccharatasrurt)
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh tekanan yang diberikan oleh gulma rumput belulang terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Pelaksanaan penelitian ...
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
Analisis Pemasaran Kakao (Theobroma cacao, L) di Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timurâ€Â. Tujuan penelitian Untuk mengetahui pola saluran pemasaran, biaya pemasaran d...
VARIASI DOSIS MULSA ORGANIK AKASIA DAN KIRINYUH DALAM MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI: STUDI KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN GULMA
VARIASI DOSIS MULSA ORGANIK AKASIA DAN KIRINYUH DALAM MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI: STUDI KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN GULMA
Keberhasilan pengendalian gulma di pertanaman kedelai, selain di tentukan oleh jenis juga ditentukan dosis mulsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis mulsa o...
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract
This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...

