Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemberdayaan Perempuan dalam Pencegahan HIV/AIDS Melalui Program Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) pada Lokalisasi di Kota Denpasar

View through CrossRef
Perkembangan masalah HIV AIDS sangat mengkhawatirkan karena cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Salah satu populasi kunci yang rentan terhadap penularan kasus HIV AIDS adalah pekerja seks perempuan (PSP). WHO merekomendasikan Pre-Exposure prophylaxis (PrEP) sebagai pilihan pencegahan tambahan untuk orang yang berisiko tinggi terinfeksi HIV namun masih berstatus HIV negatif. Lokalisasi yang berada di Jalan Kusuma Bangsa, sebagian besar memiliki pekerja seks perempuan (PSP) berasal dari Pulau Jawa dan Lombok dengan jumlah sekitar 50 PSP. Berdasarkan wawancara tim pengabdian dengan kader Kelompok Cempaka didapatkan informasi bahwa minimalnya pengetahuan mitra mengenai pencegahan HIV AIDS tersebut. Selain itu juga masih kurangnya pengetahuan mitra tentang program pencegahan HIV AIDS melalui program PrEP. Secara keseluruhan, program pengabdian ini telah menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, upaya pencegahan HIV AIDS melalui pemberdayaan perempuan melalui program PrEP dapat memberikan dampak positif yang signifikan pada lokalisasi di Jalan Kusuma Bangsa, Kota Denpasar. Program ini mengindikasikan bahwa pemberdayaan melalui edukasi dan akses PrEP memiliki potensi besar dalam menekan laju penularan HIV di kalangan PSP. Peningkatan pengetahuan dan kesediaan untuk memanfaatkan PrEP adalah langkah awal yang krusial. Namun, keberlanjutan program sangat bergantung pada komitmen lintas sektor pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas PSP itu sendiri. Rekomendasi yang dapat diberikan oleh tim pengabdi adalah mengintegrasikan program PrEP ke dalam layanan kesehatan reproduksi yang lebih luas di lokalisasi lainnya.
Title: Pemberdayaan Perempuan dalam Pencegahan HIV/AIDS Melalui Program Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) pada Lokalisasi di Kota Denpasar
Description:
Perkembangan masalah HIV AIDS sangat mengkhawatirkan karena cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
Salah satu populasi kunci yang rentan terhadap penularan kasus HIV AIDS adalah pekerja seks perempuan (PSP).
WHO merekomendasikan Pre-Exposure prophylaxis (PrEP) sebagai pilihan pencegahan tambahan untuk orang yang berisiko tinggi terinfeksi HIV namun masih berstatus HIV negatif.
Lokalisasi yang berada di Jalan Kusuma Bangsa, sebagian besar memiliki pekerja seks perempuan (PSP) berasal dari Pulau Jawa dan Lombok dengan jumlah sekitar 50 PSP.
Berdasarkan wawancara tim pengabdian dengan kader Kelompok Cempaka didapatkan informasi bahwa minimalnya pengetahuan mitra mengenai pencegahan HIV AIDS tersebut.
Selain itu juga masih kurangnya pengetahuan mitra tentang program pencegahan HIV AIDS melalui program PrEP.
Secara keseluruhan, program pengabdian ini telah menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, upaya pencegahan HIV AIDS melalui pemberdayaan perempuan melalui program PrEP dapat memberikan dampak positif yang signifikan pada lokalisasi di Jalan Kusuma Bangsa, Kota Denpasar.
Program ini mengindikasikan bahwa pemberdayaan melalui edukasi dan akses PrEP memiliki potensi besar dalam menekan laju penularan HIV di kalangan PSP.
Peningkatan pengetahuan dan kesediaan untuk memanfaatkan PrEP adalah langkah awal yang krusial.
Namun, keberlanjutan program sangat bergantung pada komitmen lintas sektor pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas PSP itu sendiri.
Rekomendasi yang dapat diberikan oleh tim pengabdi adalah mengintegrasikan program PrEP ke dalam layanan kesehatan reproduksi yang lebih luas di lokalisasi lainnya.

Related Results

The Hidden Problem of Cross-Reactivity: Challenges in HIV Testing During the COVID-19 Era: A Systematic Review
The Hidden Problem of Cross-Reactivity: Challenges in HIV Testing During the COVID-19 Era: A Systematic Review
Abstract Introduction Human immunodeficiency virus (HIV) and Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2) surface glycoproteins, including shared epitope motifs, sho...
Capítulo 6 – HIV-AIDS, como tratar, o que fazer e o que não fazer durante o tratamento?
Capítulo 6 – HIV-AIDS, como tratar, o que fazer e o que não fazer durante o tratamento?
A infecção pelo vírus do HIV pode ocorrer de diversas maneiras, tendo sua principal forma a via sexual por meio do sexo desprotegido. O vírus do HIV fica em um período de incubação...
1270. Population-Based Estimates of PrEP Access in Oregon, 2012–2016
1270. Population-Based Estimates of PrEP Access in Oregon, 2012–2016
Abstract Background PrEP is an important HIV prevention modality. Population-based metrics of PrEP uptake and access are critica...
Barriers and facilitators of Pre-exposure Prophylaxis (PrEP) intention among Chinese Men who have sex with men
Barriers and facilitators of Pre-exposure Prophylaxis (PrEP) intention among Chinese Men who have sex with men
Abstract Background Despite strengthened efforts on HIV prevention and control, new HIV infections continue to increase among men who have sex with men (MSM) in China. Pre...
Willingness to use HIV pre-Exposure Prophylaxis and its Factors among Female Sex Workers in Nekemte Town, Western Ethiopia
Willingness to use HIV pre-Exposure Prophylaxis and its Factors among Female Sex Workers in Nekemte Town, Western Ethiopia
Abstract Background Ethiopia has acknowledged HIV pre-exposure prophylaxis as one of the key prevention pillars and recommended it for all female sex workers and HIV-negat...
Analysis of Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) Program in Preventing HIV/AIDS Based on the Health Policy Triangle
Analysis of Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) Program in Preventing HIV/AIDS Based on the Health Policy Triangle
Background: Pre-exposure prophylaxis (PrEP) is an action to prevent HIV transmission using antiretroviral (ARV) drugs. During 2022, the PrEP program was implemented in 21 districts...

Back to Top