Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Antara Kebijakan Pendidikan Dan Penguatan Karakter Siswa Di Era Merdeka Belajar

View through CrossRef
This study aims to analyze the relationship between educational policies in the Merdeka Belajar era and student character building. The Merdeka Belajar concept, initiated by the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, is designed to provide a more flexible education system, oriented towards student needs, and supporting holistic character development. This study uses a descriptive-qualitative approach with a literature review method, where data is obtained from various literature, official policies, and relevant empirical research results. The results reveal that the relationship between educational policies and student character building in the Merdeka Belajar era can be seen through six main aspects. First, educational policies within the Merdeka Belajar framework provide space for innovation for schools and teachers. Second, student character building is an integral focus, not only on cognitive aspects but also attitudes, values, and social skills. Third, there are policies that support the internalization of character values, such as the Pancasila Student Profile. Fourth, teachers play a strategic role as role models and facilitators in implementing character values ​​in the classroom. Fifth, collaboration with parents and the community is crucial to success, because character education does not only take place in schools. Sixth, implementation challenges arise from limited resources, teacher understanding, and differences in social environments. Thus, the Independent Learning policy has proven to be closely linked to strengthening student character, although it requires comprehensive support from all elements of education to achieve optimal results. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan pendidikan di era Merdeka Belajar dengan penguatan karakter siswa. Konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia dirancang untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, berorientasi pada kebutuhan siswa, serta mendukung pembentukan karakter secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data diperoleh dari berbagai literatur, kebijakan resmi, serta hasil penelitian empiris yang relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hubungan kebijakan pendidikan dan penguatan karakter siswa di era Merdeka Belajar dapat dilihat melalui enam aspek utama. Pertama, kebijakan pendidikan dalam kerangka Merdeka Belajar memberikan ruang inovasi bagi sekolah dan guru. Kedua, penguatan karakter siswa menjadi fokus integral, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga sikap, nilai, dan keterampilan sosial. Ketiga, terdapat kebijakan yang mendukung internalisasi nilai-nilai karakter, seperti Profil Pelajar Pancasila. Keempat, guru berperan strategis sebagai teladan dan fasilitator dalam mengimplementasikan nilai karakter di kelas. Kelima, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan, sebab pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di sekolah. Keenam, tantangan implementasi muncul dalam bentuk keterbatasan sumber daya, pemahaman guru, hingga perbedaan lingkungan sosial. Dengan demikian, kebijakan Merdeka Belajar terbukti memiliki hubungan erat dengan penguatan karakter siswa, meskipun membutuhkan dukungan menyeluruh dari seluruh elemen pendidikan untuk mencapai hasil yang optimal.
Title: Hubungan Antara Kebijakan Pendidikan Dan Penguatan Karakter Siswa Di Era Merdeka Belajar
Description:
This study aims to analyze the relationship between educational policies in the Merdeka Belajar era and student character building.
The Merdeka Belajar concept, initiated by the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, is designed to provide a more flexible education system, oriented towards student needs, and supporting holistic character development.
This study uses a descriptive-qualitative approach with a literature review method, where data is obtained from various literature, official policies, and relevant empirical research results.
The results reveal that the relationship between educational policies and student character building in the Merdeka Belajar era can be seen through six main aspects.
First, educational policies within the Merdeka Belajar framework provide space for innovation for schools and teachers.
Second, student character building is an integral focus, not only on cognitive aspects but also attitudes, values, and social skills.
Third, there are policies that support the internalization of character values, such as the Pancasila Student Profile.
Fourth, teachers play a strategic role as role models and facilitators in implementing character values ​​in the classroom.
Fifth, collaboration with parents and the community is crucial to success, because character education does not only take place in schools.
Sixth, implementation challenges arise from limited resources, teacher understanding, and differences in social environments.
Thus, the Independent Learning policy has proven to be closely linked to strengthening student character, although it requires comprehensive support from all elements of education to achieve optimal results.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan pendidikan di era Merdeka Belajar dengan penguatan karakter siswa.
Konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia dirancang untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, berorientasi pada kebutuhan siswa, serta mendukung pembentukan karakter secara holistik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data diperoleh dari berbagai literatur, kebijakan resmi, serta hasil penelitian empiris yang relevan.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hubungan kebijakan pendidikan dan penguatan karakter siswa di era Merdeka Belajar dapat dilihat melalui enam aspek utama.
Pertama, kebijakan pendidikan dalam kerangka Merdeka Belajar memberikan ruang inovasi bagi sekolah dan guru.
Kedua, penguatan karakter siswa menjadi fokus integral, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga sikap, nilai, dan keterampilan sosial.
Ketiga, terdapat kebijakan yang mendukung internalisasi nilai-nilai karakter, seperti Profil Pelajar Pancasila.
Keempat, guru berperan strategis sebagai teladan dan fasilitator dalam mengimplementasikan nilai karakter di kelas.
Kelima, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan, sebab pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di sekolah.
Keenam, tantangan implementasi muncul dalam bentuk keterbatasan sumber daya, pemahaman guru, hingga perbedaan lingkungan sosial.
Dengan demikian, kebijakan Merdeka Belajar terbukti memiliki hubungan erat dengan penguatan karakter siswa, meskipun membutuhkan dukungan menyeluruh dari seluruh elemen pendidikan untuk mencapai hasil yang optimal.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
HUBUNGAN MOTIVASI IQ DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PENJAS
HUBUNGAN MOTIVASI IQ DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PENJAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara motivasi IQ dan Kepercayaan diri siswa secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama hasil belajar pen...
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
Kedisiplinan dalam proses pendidikan sangat diperlukan karena bukan hanya untuk menjaga kondisi suasana belajar dan mengajar dengan lancar tetapi juga untuk menciptakan pribadi yan...
PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA
PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA
Penelitian ini bertujuan mengetahui alasan mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, ketercapaian pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui program Me...
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah
<p><em>Perlunya pendidikan karakter mendesak untuk dilaksanakan adalah adanya gejala-gejala yang menandakan tergerusnya karakter bangsa, pada era globalisasi. Kebebasan...
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Wilayah Pesisir
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Wilayah Pesisir
Merdeka belajar merupakan program yang dicanangkan dan diluncurkan di era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Makarim. Program ini membe...
Hubungan Motivasi Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa Kelas V SDN 11 Singkawang Tahun Ajaran 2022/2023
Hubungan Motivasi Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa Kelas V SDN 11 Singkawang Tahun Ajaran 2022/2023
Motivasi belajar memainkan peran peting dalam menentukan hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motivasi belajar siswa, untuk mendeskripsik...

Back to Top