Javascript must be enabled to continue!
Motivasi Perempuan Bergabung Komunitas Suporter Sepakbola
View through CrossRef
Sepakbola menjadi hiburan banyak kalangan tidak hanya pada kalangan laki-laki namun juga perempuan. Meski banyak masalah terkait kenyamanan, pelecehan, keamanan bahkan kerusuhan suporter yang memakan korban jiwa, tak menjadi alasan untuk perempuan membangun komunitas suporter sepakbola. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi perempuan bergabung kedalam komunitas kelompok suporter ditinjau dari teori motivasi Maslow yaitu; (1) kebutuhan fisiologis, (2) Kebutuhan rasa aman, (3) kebutuhan sosial, (4) kebutuhan akan penghargaan dan (5) aktualisasi diri.
Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan triangulasi data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan selama 5 (lima) bulan. Populasi penelitian adalah anggota komunitas suporter sepakbola PSIS Semarang dengan sampel 33 anggota suporter berjenis kelamin perempuan yang dibuktikan dengan KTA (kartu Tanda Anggota). Wawancara dilakukan dengan 33 (tiga puluh tiga ) meliputi 16 (enam belas) informan utama yang mewakili seluruh kecamatan yang ada di Kota Semarang dan 16 (enam belas) informan pendukung yaitu rekan dari informan utama dan 1 (satu) orang yaitu ketua komunitas. Observasi dilakukan saat pertandingan, setelah pertandingan, sebelum pertandingan serta saat ada kegiatan komunitas dan dokumentasi diperoleh melalui bukti-bukti dokumen yang diberikan oleh informan dan ketua komunitas yang selanjutnya data tersebut dikodekan dan ditriangulasikan kedalam paragraf naratif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 16 (enam belas) informan utama ada 4 (empat) pelajar SMA, 4 (empat) Mahasiswa dan 8 (delapan) pekerja yang memiliki rata-rata usia 21 tahun. Berdasar pada teori motivasi Maslow kebutuhan yang paling tinggi dan dominan mereka bergabung kedalam kelompok suporter adalah karena kebutuhan sosial, selanjutnya kebutuhan yang paling tidak terpenuhi adalah kebutuhan fisiologis. Kebutuhan rasa aman, aktualisasi diri dan penghargaan memang terpenuhi namun tidak setinggi kebutuhan sosial. Tujuan utama mereka bergabung kedalam kelompok suporter karena mereka merasa lebih aman, dihargai, mendapat pengakuan dan berkontribusi aktif pada kegiatan diluar stadion seperti bakti sosial dan kemanusiaan. Simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa motivasi terkuat kelompok suporter perempuan PSIS Semarang bergabung kedalam kelompok suporter adalah karena kebutuhan sosial untuk mengekspresikan kecintaan mereka pada tim PSIS semarang, selanjutnya kebutuhan rasa aman, penghargaan dan aktualisasi diri tetap mereka dapatkan dengan bergabung dengan kelompok suporter namun itu bukan kebutuhan utamanya. Sedangkan kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang paling tidak terpenuhi.
Rekomendasi bagi peneliti lain berdasarkan kajian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan manfaat dari bergabungnya perempuan kedalam kelompok suporter sepakbola. Disisi lain mengingat industri sepakbola yang terus berkembang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait peran perempuan khususnya suporter dalam pembangunan sepakbola yang ada di Indonesia.
Universitas Negeri Padang
Title: Motivasi Perempuan Bergabung Komunitas Suporter Sepakbola
Description:
Sepakbola menjadi hiburan banyak kalangan tidak hanya pada kalangan laki-laki namun juga perempuan.
Meski banyak masalah terkait kenyamanan, pelecehan, keamanan bahkan kerusuhan suporter yang memakan korban jiwa, tak menjadi alasan untuk perempuan membangun komunitas suporter sepakbola.
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi perempuan bergabung kedalam komunitas kelompok suporter ditinjau dari teori motivasi Maslow yaitu; (1) kebutuhan fisiologis, (2) Kebutuhan rasa aman, (3) kebutuhan sosial, (4) kebutuhan akan penghargaan dan (5) aktualisasi diri.
Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan triangulasi data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan selama 5 (lima) bulan.
Populasi penelitian adalah anggota komunitas suporter sepakbola PSIS Semarang dengan sampel 33 anggota suporter berjenis kelamin perempuan yang dibuktikan dengan KTA (kartu Tanda Anggota).
Wawancara dilakukan dengan 33 (tiga puluh tiga ) meliputi 16 (enam belas) informan utama yang mewakili seluruh kecamatan yang ada di Kota Semarang dan 16 (enam belas) informan pendukung yaitu rekan dari informan utama dan 1 (satu) orang yaitu ketua komunitas.
Observasi dilakukan saat pertandingan, setelah pertandingan, sebelum pertandingan serta saat ada kegiatan komunitas dan dokumentasi diperoleh melalui bukti-bukti dokumen yang diberikan oleh informan dan ketua komunitas yang selanjutnya data tersebut dikodekan dan ditriangulasikan kedalam paragraf naratif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 16 (enam belas) informan utama ada 4 (empat) pelajar SMA, 4 (empat) Mahasiswa dan 8 (delapan) pekerja yang memiliki rata-rata usia 21 tahun.
Berdasar pada teori motivasi Maslow kebutuhan yang paling tinggi dan dominan mereka bergabung kedalam kelompok suporter adalah karena kebutuhan sosial, selanjutnya kebutuhan yang paling tidak terpenuhi adalah kebutuhan fisiologis.
Kebutuhan rasa aman, aktualisasi diri dan penghargaan memang terpenuhi namun tidak setinggi kebutuhan sosial.
Tujuan utama mereka bergabung kedalam kelompok suporter karena mereka merasa lebih aman, dihargai, mendapat pengakuan dan berkontribusi aktif pada kegiatan diluar stadion seperti bakti sosial dan kemanusiaan.
Simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa motivasi terkuat kelompok suporter perempuan PSIS Semarang bergabung kedalam kelompok suporter adalah karena kebutuhan sosial untuk mengekspresikan kecintaan mereka pada tim PSIS semarang, selanjutnya kebutuhan rasa aman, penghargaan dan aktualisasi diri tetap mereka dapatkan dengan bergabung dengan kelompok suporter namun itu bukan kebutuhan utamanya.
Sedangkan kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang paling tidak terpenuhi.
Rekomendasi bagi peneliti lain berdasarkan kajian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan manfaat dari bergabungnya perempuan kedalam kelompok suporter sepakbola.
Disisi lain mengingat industri sepakbola yang terus berkembang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait peran perempuan khususnya suporter dalam pembangunan sepakbola yang ada di Indonesia.
Related Results
MEDIA KOMUNITAS SUPORTER SEPAKBOLA SEBAGAI OPINION LEADER DI MEDIA SOSIAL
MEDIA KOMUNITAS SUPORTER SEPAKBOLA SEBAGAI OPINION LEADER DI MEDIA SOSIAL
Penelitian berfokus pada bagaimana media komunitas suporter menjadi Opinion leader di Twitter. Dengan tujuan untuk menganalisis aktivitas media sosial dari media komunitas suporter...
“KASUS PENGEROYOKAN SUPORTER PERSIJA (HARINGGA SIRILA) HINGGA TEWAS DITINJAU DARI ACTUS HUMANUS MANUSIA”
“KASUS PENGEROYOKAN SUPORTER PERSIJA (HARINGGA SIRILA) HINGGA TEWAS DITINJAU DARI ACTUS HUMANUS MANUSIA”
Perselisihan antar suporter di Indonesia sudah sering terjadi. Setiap klub bola memiliki suporter fanatik yang mendukung timnya disetiap pertandingan. Rivalitas antar suporter sela...
Evaluasi Keterampilan Dasar Sepakbola Pada Klub PSGL (Persatuan Sepakbola Gayo Lues) Kabupaten Gayo Lues
Evaluasi Keterampilan Dasar Sepakbola Pada Klub PSGL (Persatuan Sepakbola Gayo Lues) Kabupaten Gayo Lues
Penelitian yang berjudul: “Evaluasi Keterampilan Dasar Sepakbola Pada Klub PSGL (Persatuan Sepakbola Gayo Lues) Kabupaten Gayo Lues Tahun 2013”. Ini mengangkat masalah bagaimana ev...
MENGGALI SUPORTER AREMANIA BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN IPS
MENGGALI SUPORTER AREMANIA BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN IPS
Suporter bola selama ini memiliki kecenderungan pemberitaan yang kurang baik. Padahalapabila dikaji dari perspektif lain, maka suporter bola juga memiliki hal positif. Tujuan darip...
HUBUNGAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA SUPORTER SEPAKBOLA SEMEN PADANG F.C
HUBUNGAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA SUPORTER SEPAKBOLA SEMEN PADANG F.C
This study aims to determine the relationship between conformity and consumptive behavior at football supporters of Semen Padang FC. This type of research is quantitative correlati...
Sosialisasi Permainan Sepakbola Modern untuk Menambah Pemahaman Bermain Sepakbola Masyarakat Kampung Saohiring
Sosialisasi Permainan Sepakbola Modern untuk Menambah Pemahaman Bermain Sepakbola Masyarakat Kampung Saohiring
Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman bermain sepakbola era modern kepada masyarakat di Kampung Saohiring. Metode kegiatan pengabdian ini adal...
Meletakkan keterampilan mental dalam sepakbola pada konteksnya
Meletakkan keterampilan mental dalam sepakbola pada konteksnya
Keterampilan mental dianggap salah satu aspek penting dalam permainan sepakbola. Namun demikian, pembahasan tentang keterampilan mental dalam sepakbola yang berangkat dari perspekt...
Tinjauan Kemampuan Teknik Dasar Pemain Sepak Bola Putri SSB Baringin Sati Kabupaten Padang Pariaman
Tinjauan Kemampuan Teknik Dasar Pemain Sepak Bola Putri SSB Baringin Sati Kabupaten Padang Pariaman
Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan teknik dasar sepakbola pemain Sepakbola putri SSB Baringin Sati Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan penelitian ini ...

