Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kepercayaan Diri pada Atlet NPCI Jawa Barat

View through CrossRef
Abstract. Self-confidence is an important psychological aspect in achieving athlete performance, including for athletes with disabilities under the auspices of the National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI). However, various findings indicate that the self-confidence of NPCI athletes, especially in West Java, is still low and can have an impact on declining performance, even though social support is available from various parties. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) How is the description of self-confidence in NPCI athletes in West Java? (2) How is the description of social support received by NPCI athletes in West Java? (3) How much influence does social support have on self-confidence in NPCI athletes in West Java? This study uses a quantitative approach with a causal design, on 113 athletes with disabilities through a convenience sampling technique. The instruments used are social support from Sarafino & Smith (2011) and self-confidence from Lauster (2002) which has been modified by Dirhamzah (2024). The data collection technique used in this study is a questionnaire. Data analysis was performed using SEM-PLS based on SmartPLS 4. The results showed that social support significantly influenced self-confidence by 27.6% with a p-value of 0.0007. This finding confirms that social support plays a crucial role in shaping the self-confidence of athletes with disabilities. Consequently, ongoing mental development through the intensity of social support needs to be optimized so that athletes' self-confidence can develop consistently in the face of competitive pressure. Abstrak. Kepercayaan diri merupakan aspek psikologis penting dalam pencapaian prestasi atlet, termasuk bagi atlet penyandang disabilitas di bawah naungan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa kepercayaan diri atlet NPCI, khususnya di Jawa Barat, masih rendah dan dapat berdampak pada penurunan performa, meskipun telah tersedia dukungan sosial dari berbagai pihak. Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya kontribusi dukungan sosial dalam membangun kepercayaan diri atlet. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : (1) Bagaimana gambaran kepercayaan diri pada atlet NPCI Jawa Barat? (2) Bagaimana gambaran dukungan sosial yang diterima pada atlet NPCI Jawa Barat? (3) Seberapa besar pengaruh dukungan sosial terhadap kepercayaan diri pada atlet NPCI Jawa Barat?  Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap kepercayaan diri pada atlet disabilitas NPCI Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas, melibatkan 113 atlet disabilitas melalui teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala dukungan sosial dari Sarafino & Smith (2011) dan skala kepercayaan diri dari Lauster (2002) yang telah dimodifikasi oleh Dirhamzah (2024). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan SEM-PLS berbasis SmartPLS 4. Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri sebesar 27,6%. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial memiliki peran penting dalam membentuk keyakinan diri atlet disabilitas. Implikasinya, pembinaan mental yang berkelanjutan melalui peningkatan kualitas dan intensitas dukungan sosial baik dari pelatih, keluarga, maupun rekan satu tim perlu dioptimalkan agar kepercayaan diri atlet dapat berkembang secara konsisten dalam menghadapi tekanan kompetitif.
Title: Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kepercayaan Diri pada Atlet NPCI Jawa Barat
Description:
Abstract.
Self-confidence is an important psychological aspect in achieving athlete performance, including for athletes with disabilities under the auspices of the National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI).
However, various findings indicate that the self-confidence of NPCI athletes, especially in West Java, is still low and can have an impact on declining performance, even though social support is available from various parties.
Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) How is the description of self-confidence in NPCI athletes in West Java? (2) How is the description of social support received by NPCI athletes in West Java? (3) How much influence does social support have on self-confidence in NPCI athletes in West Java? This study uses a quantitative approach with a causal design, on 113 athletes with disabilities through a convenience sampling technique.
The instruments used are social support from Sarafino & Smith (2011) and self-confidence from Lauster (2002) which has been modified by Dirhamzah (2024).
The data collection technique used in this study is a questionnaire.
Data analysis was performed using SEM-PLS based on SmartPLS 4.
The results showed that social support significantly influenced self-confidence by 27.
6% with a p-value of 0.
0007.
This finding confirms that social support plays a crucial role in shaping the self-confidence of athletes with disabilities.
Consequently, ongoing mental development through the intensity of social support needs to be optimized so that athletes' self-confidence can develop consistently in the face of competitive pressure.
Abstrak.
Kepercayaan diri merupakan aspek psikologis penting dalam pencapaian prestasi atlet, termasuk bagi atlet penyandang disabilitas di bawah naungan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).
Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa kepercayaan diri atlet NPCI, khususnya di Jawa Barat, masih rendah dan dapat berdampak pada penurunan performa, meskipun telah tersedia dukungan sosial dari berbagai pihak.
Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya kontribusi dukungan sosial dalam membangun kepercayaan diri atlet.
Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : (1) Bagaimana gambaran kepercayaan diri pada atlet NPCI Jawa Barat? (2) Bagaimana gambaran dukungan sosial yang diterima pada atlet NPCI Jawa Barat? (3) Seberapa besar pengaruh dukungan sosial terhadap kepercayaan diri pada atlet NPCI Jawa Barat?  Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap kepercayaan diri pada atlet disabilitas NPCI Jawa Barat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas, melibatkan 113 atlet disabilitas melalui teknik convenience sampling.
Instrumen yang digunakan adalah skala dukungan sosial dari Sarafino & Smith (2011) dan skala kepercayaan diri dari Lauster (2002) yang telah dimodifikasi oleh Dirhamzah (2024).
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.
Analisis data dilakukan menggunakan SEM-PLS berbasis SmartPLS 4.
Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri sebesar 27,6%.
Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial memiliki peran penting dalam membentuk keyakinan diri atlet disabilitas.
Implikasinya, pembinaan mental yang berkelanjutan melalui peningkatan kualitas dan intensitas dukungan sosial baik dari pelatih, keluarga, maupun rekan satu tim perlu dioptimalkan agar kepercayaan diri atlet dapat berkembang secara konsisten dalam menghadapi tekanan kompetitif.

Related Results

Pengaruh Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial Terhadap Motivasi Berprestasi pada Atlet Anggar di Makassar
Pengaruh Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial Terhadap Motivasi Berprestasi pada Atlet Anggar di Makassar
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan diri dan dukungan sosial terhadap motivasi berprestasi pada atlet anggar di Mak...
The relation between confidence level towards archery ability at 50 meters distance on archery atheletes
The relation between confidence level towards archery ability at 50 meters distance on archery atheletes
Self-confidence is very important needed for archery athletes who aim study aims to determine relationship between level of self-confidence and the 50 meter distance archery abilit...
Pengaruh Konsep diri dan Kepercayaan diri Terhadap Hasil Belajar Matematika
Pengaruh Konsep diri dan Kepercayaan diri Terhadap Hasil Belajar Matematika
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi konsep diri, kepercayaan diri, dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako; (...
PROFIL KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT DI PSHT RAYON KEMBANGAN KABUPATEN MAGELANG
PROFIL KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT DI PSHT RAYON KEMBANGAN KABUPATEN MAGELANG
Pencak Silat is a product of Indonesian society and part of the people's culture. therefore the culture produced is the culture of society. Community culture is a culture of mutual...
Pengaruh Metode Latihan Drill Dan Koordinasi Mata Tangan Terhadap Forehand Dan Backhand Drive Tenis Lapangan
Pengaruh Metode Latihan Drill Dan Koordinasi Mata Tangan Terhadap Forehand Dan Backhand Drive Tenis Lapangan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan pukulan forehand dan backhand     drive antara atlet tenis lapangan yang mendapatkan pelatihan dengan metode latihan drill...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...

Back to Top