Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Persentase Karkas Ayam Kampung Super Umur 10 Minggu dengan Pemberian Ransum yang Mengandung Tepung Umbi Talas

View through CrossRef
Ayam kampung super saat ini menjadi peluang usaha baru yang sangat menjanjikan karena permintaan konsumen yang sangat tinggi. Untuk menunjang permintaan daging ayam kampung super perlu dilakukan pengembangan peternakan ayam kampung super agar dapat memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dari tahun- ketahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum yang mengandung tepung umbi talas terhadap persentase karkas ayam kampung super umur 10 minggu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor ayam sehingga jumlah ayam yang digunakan sebanyak 75 ekor. Adapun perlakuan adalah R0 ransum kontrol tanpa mengandung tepung umbi talas, R1 ransum yang mengandung 5% umbi talas, R2 ransum yang mengandung 10% umbi talas, R3 ransum yang mengandung 15% umbi talas dan R4 ransum yang mengandung 20% umbi talas. Hasil penelitian menunjukkan bahan pemberian tepung umbi talas dalam ransum memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap berat potong dan berat karkas ayam kampung super, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas dan persentase non karkas. Pemberian 10 % tepung umbi talas (R2) menghasilkan berat potong dan berat karkas yang paling tinggi.   Kata Kunci Yaitu: Ayam Kampung Super dan Tepung Umbi Talas
Title: Persentase Karkas Ayam Kampung Super Umur 10 Minggu dengan Pemberian Ransum yang Mengandung Tepung Umbi Talas
Description:
Ayam kampung super saat ini menjadi peluang usaha baru yang sangat menjanjikan karena permintaan konsumen yang sangat tinggi.
Untuk menunjang permintaan daging ayam kampung super perlu dilakukan pengembangan peternakan ayam kampung super agar dapat memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dari tahun- ketahun.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum yang mengandung tepung umbi talas terhadap persentase karkas ayam kampung super umur 10 minggu.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan.
Masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor ayam sehingga jumlah ayam yang digunakan sebanyak 75 ekor.
Adapun perlakuan adalah R0 ransum kontrol tanpa mengandung tepung umbi talas, R1 ransum yang mengandung 5% umbi talas, R2 ransum yang mengandung 10% umbi talas, R3 ransum yang mengandung 15% umbi talas dan R4 ransum yang mengandung 20% umbi talas.
Hasil penelitian menunjukkan bahan pemberian tepung umbi talas dalam ransum memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap berat potong dan berat karkas ayam kampung super, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas dan persentase non karkas.
Pemberian 10 % tepung umbi talas (R2) menghasilkan berat potong dan berat karkas yang paling tinggi.
  Kata Kunci Yaitu: Ayam Kampung Super dan Tepung Umbi Talas.

Related Results

Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans keturunan ayam Arab dengan ayam Arras (Ayam Ketarras) umur 2-12 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan, dim...
PENGGUNAAN UMBI TALAS SEBAGAI BAHAN ADDITIVE TERHADAP BEBERAPA UNSUR KIMIA SILASE RUMPUT GAJAH MINI
PENGGUNAAN UMBI TALAS SEBAGAI BAHAN ADDITIVE TERHADAP BEBERAPA UNSUR KIMIA SILASE RUMPUT GAJAH MINI
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umbi talas sebagai bahan additive terhadap beberapa unsur kimia silase rumput gajah mini. Penelitian ini menggunakan rumput gajah min...
Pengaruh Variasi Warna Ransum terhadap Berat Potong, Berat Karkas, Persentase Karkas dan Berat Non Karkas Ayam Broiler
Pengaruh Variasi Warna Ransum terhadap Berat Potong, Berat Karkas, Persentase Karkas dan Berat Non Karkas Ayam Broiler
Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Percobaan milik Program Studi Peternakan pada bulan Januari sampai Februari 2018 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi warna ransum...
Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu
Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu
Penelitian ini telah dilaksanakan di RPH Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara selama 2 bulan dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bobot potong te...
Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) pada Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Super
Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) pada Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Super
ABSTRAK               Pengaruh positif dari pemberian daun pepaya adalah ternak lebih sehat terutama ternak ayam kampung. Pemberian daun pepaya mulai dari fase starter dapat ...
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik telur ayam Arab, ayam Kampung dan ayam Ketarras serta akseptabilitas telur ayam Ketarras. Uji kualitas fisik telur menggu...
Pemberian Ekstrak Jahe dengan Konsentrasi Berbeda Pada Potongan Primal Ayam Broiler
Pemberian Ekstrak Jahe dengan Konsentrasi Berbeda Pada Potongan Primal Ayam Broiler
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jahe terhadap berat karkas, persentase karkas, persentase lemak abdominal, dan persentase non karkas pada ayam bro...
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...

Back to Top