Javascript must be enabled to continue!
TRANSFORMASI MAKNA RITUAL DALAM MASYARAKAT MODERN: ANALISIS SOSIOLOGIS DAN BUDAYA
View through CrossRef
Tulisan ini membahas tentang ritual (rites) dan peranannya dalam masyarakat, dengan fokus pada relevansinya dalam memperkuat kohesi sosial dan struktur masyarakat. Ritual adalah serangkaian kegiatan simbolis yang dilakukan secara teratur oleh suatu kelompok masyarakat dengan tujuan tertentu. Dalam perspektif sosiologis, ritual dilihat sebagai sarana untuk menjaga solidaritas sosial dan membangun identitas kolektif. Beberapa tokoh, seperti Émile Durkheim dan Victor Turner, mengemukakan bahwa ritual berfungsi sebagai perekat sosial yang memperkuat hubungan antarindividu dan memperjelas status sosial dalam komunitas. Dalam masyarakat tradisional, ritual memperkuat ikatan sosial, menyampaikan nilai dan norma budaya, serta mengkomunikasikan perubahan status. Di sisi lain, dalam masyarakat modern, ritual masih relevan dalam menjaga stabilitas sosial meskipun terjadi perubahan konteks dan makna. Tulisan ini juga menyoroti bagaimana ritual, baik dalam konteks budaya lokal maupun universal, memainkan peran dalam memperkuat kohesi sosial, menginternalisasi nilai-nilai kolektif, dan mempertahankan identitas budaya. Ritual, baik dalam sosiologi maupun antropologi, menunjukkan fungsi sosial yang lebih dari sekadar aktivitas simbolis, melainkan sebagai elemen penting dalam pembentukan, pemeliharaan, dan peralihan identitas sosial. Hasil tulisan tersebut penting karena memberikan penekanan pada peran esensial ritual dalam membangun dan mempertahankan kohesi sosial, baik di masyarakat tradisional maupun modern. Dengan menyoroti pandangan tokoh seperti Durkheim dan Turner, tulisan ini menegaskan bahwa ritual bukan sekadar aktivitas simbolis, tetapi memiliki fungsi mendalam dalam menginternalisasi nilai-nilai kolektif, menyampaikan norma budaya, dan memperkuat identitas sosial.
Title: TRANSFORMASI MAKNA RITUAL DALAM MASYARAKAT MODERN: ANALISIS SOSIOLOGIS DAN BUDAYA
Description:
Tulisan ini membahas tentang ritual (rites) dan peranannya dalam masyarakat, dengan fokus pada relevansinya dalam memperkuat kohesi sosial dan struktur masyarakat.
Ritual adalah serangkaian kegiatan simbolis yang dilakukan secara teratur oleh suatu kelompok masyarakat dengan tujuan tertentu.
Dalam perspektif sosiologis, ritual dilihat sebagai sarana untuk menjaga solidaritas sosial dan membangun identitas kolektif.
Beberapa tokoh, seperti Émile Durkheim dan Victor Turner, mengemukakan bahwa ritual berfungsi sebagai perekat sosial yang memperkuat hubungan antarindividu dan memperjelas status sosial dalam komunitas.
Dalam masyarakat tradisional, ritual memperkuat ikatan sosial, menyampaikan nilai dan norma budaya, serta mengkomunikasikan perubahan status.
Di sisi lain, dalam masyarakat modern, ritual masih relevan dalam menjaga stabilitas sosial meskipun terjadi perubahan konteks dan makna.
Tulisan ini juga menyoroti bagaimana ritual, baik dalam konteks budaya lokal maupun universal, memainkan peran dalam memperkuat kohesi sosial, menginternalisasi nilai-nilai kolektif, dan mempertahankan identitas budaya.
Ritual, baik dalam sosiologi maupun antropologi, menunjukkan fungsi sosial yang lebih dari sekadar aktivitas simbolis, melainkan sebagai elemen penting dalam pembentukan, pemeliharaan, dan peralihan identitas sosial.
Hasil tulisan tersebut penting karena memberikan penekanan pada peran esensial ritual dalam membangun dan mempertahankan kohesi sosial, baik di masyarakat tradisional maupun modern.
Dengan menyoroti pandangan tokoh seperti Durkheim dan Turner, tulisan ini menegaskan bahwa ritual bukan sekadar aktivitas simbolis, tetapi memiliki fungsi mendalam dalam menginternalisasi nilai-nilai kolektif, menyampaikan norma budaya, dan memperkuat identitas sosial.
Related Results
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
MAKNA SIMBOLIS TRADISI MAPPAOLI BANUA PADA MASYARAKAT BANUA KAIYANG MOSSO PROVINSI SULAWESI BARAT
MAKNA SIMBOLIS TRADISI MAPPAOLI BANUA PADA MASYARAKAT BANUA KAIYANG MOSSO PROVINSI SULAWESI BARAT
AbstrakMappaoli banua merupakan tradisi ritual pada masyarakat Banua Kaiyang Mosso di Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat. Mappaoli banua bertujuan untuk mengobati dan me...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
Ritual “YAMU"
Ritual “YAMU"
Penelitian dengan judul “Ritual Kematian Marind anim di Kuper, distrik Semangga – Kabupaten Merauke”, berlangsung dari bulan Februari hingga awal bulan Mei 2005. Ritual ini terdiri...
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak perkembangan budaya populer, khususnya yang bersumber dari budaya barat, terhadap pelestarian budaya maena di Desa Lologolu. Fokusnya...
RITUAL KADIANO GHUSE PADA MASYARAKAT ETNIK MUNA DI KECAMATAN NAPABALANO KABUPATEN MUNA
RITUAL KADIANO GHUSE PADA MASYARAKAT ETNIK MUNA DI KECAMATAN NAPABALANO KABUPATEN MUNA
Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan ritual kadiano ghuse pada etnik Muna di Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna; dan (2) untuk menganalisis mak...
Dinamika Identitas Budaya dalam Masyarakat Multikultural: Sebuah Studi Kasus di Kota Jambi
Dinamika Identitas Budaya dalam Masyarakat Multikultural: Sebuah Studi Kasus di Kota Jambi
Multikulturalisme adalah konsep yang menyoroti keberagaman budaya, agama, etnis, bahasa, dan tradisi dalam suatu masyarakat. Indonesia, sebagai negara dengan keragaman kaya, menjad...

