Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN SELF CONTROL PERAWAT DENGAN PERSEPSI PERAWAT TERHADAP KEPATUHAN PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
View through CrossRef
Patient safety merupakan indikator utama mutu pelayanan keperawatan dan menjadi fokus penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien memiliki peran strategis dalam pelaksanaan budaya keselamatan pasien. Namun, tingginya beban kerja dan stres kerja dapat memengaruhi kemampuan perawat dalam mengendalikan emosi dan perilaku, sehingga berdampak pada persepsi dan kepatuhan terhadap pelaksanaan patient safety. Salah satu faktor internal yang diduga berperan adalah self-control perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-control perawat dengan persepsi perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 perawat yang bekerja di ruang rawat inap dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner Brief Self-Control Scale (BSCS) untuk mengukur tingkat self-control dan kuesioner persepsi pelaksanaan patient safety. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat self-control tinggi (64,6%) dan mayoritas perawat memiliki persepsi positif terhadap kepatuhan pelaksanaan patient safety (89%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-control perawat dan persepsi kepatuhan pelaksanaan patient safety (p = 0,001) dengan nilai odds ratio sebesar 8,286. Dapat disimpulkan bahwa perawat dengan self-control tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk memiliki persepsi kepatuhan yang baik terhadap pelaksanaan patient safety. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk mengembangkan program pelatihan yang berfokus pada penguatan self-control perawat sebagai bagian dari strategi peningkatan budaya keselamatan pasien.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: HUBUNGAN SELF CONTROL PERAWAT DENGAN PERSEPSI PERAWAT TERHADAP KEPATUHAN PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
Description:
Patient safety merupakan indikator utama mutu pelayanan keperawatan dan menjadi fokus penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.
Perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien memiliki peran strategis dalam pelaksanaan budaya keselamatan pasien.
Namun, tingginya beban kerja dan stres kerja dapat memengaruhi kemampuan perawat dalam mengendalikan emosi dan perilaku, sehingga berdampak pada persepsi dan kepatuhan terhadap pelaksanaan patient safety.
Salah satu faktor internal yang diduga berperan adalah self-control perawat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-control perawat dengan persepsi perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel penelitian berjumlah 65 perawat yang bekerja di ruang rawat inap dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling.
Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner Brief Self-Control Scale (BSCS) untuk mengukur tingkat self-control dan kuesioner persepsi pelaksanaan patient safety.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat self-control tinggi (64,6%) dan mayoritas perawat memiliki persepsi positif terhadap kepatuhan pelaksanaan patient safety (89%).
Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-control perawat dan persepsi kepatuhan pelaksanaan patient safety (p = 0,001) dengan nilai odds ratio sebesar 8,286.
Dapat disimpulkan bahwa perawat dengan self-control tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk memiliki persepsi kepatuhan yang baik terhadap pelaksanaan patient safety.
Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk mengembangkan program pelatihan yang berfokus pada penguatan self-control perawat sebagai bagian dari strategi peningkatan budaya keselamatan pasien.
Related Results
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN TENTANG BUKU KIA PADA IBU HAMIL
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN TENTANG BUKU KIA PADA IBU HAMIL
Background. One of the major obstacles to the slow decline in MMR and IMR in Indonesia is the low maternal knowledge associated with pregnancy. Riskesdas 2012 research results nati...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Peran Kepemimpinan dalam Membentuk Budaya Keselamatan Pasien dan Kerja di Rumah Sakit Astrini
Peran Kepemimpinan dalam Membentuk Budaya Keselamatan Pasien dan Kerja di Rumah Sakit Astrini
ABSTRACT Leadership from a hospital leader or hospital manager will be determine their hospital progress either will be a possitve or not. Astrini hospital currently make a leaders...
Supervisi Kepala Ruang Terhadap Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Hand Hygiene di RSUD Cut Meutia Aceh Utara
Supervisi Kepala Ruang Terhadap Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Hand Hygiene di RSUD Cut Meutia Aceh Utara
ABSTRACT Nurses are health workers who are around patients 24 hours a day and have the largest number of health workers compared to other health workers in hospitals, who have resp...
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN LUKA TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM PROSEDUR PERAWATAN LUKA
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN LUKA TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM PROSEDUR PERAWATAN LUKA
Kepatuhan seorang perawat dalam melaksanakan prosedur perawatan luka tidak hanya diukur dari pengetahuan perawat tentang perawatan luka, akan tetapi didasarkan pada penilaian dan p...
Persepsi Perawat Rawat Inap terhadap Persiapan Akreditasi di RSU Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak Tahun 2023
Persepsi Perawat Rawat Inap terhadap Persiapan Akreditasi di RSU Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak Tahun 2023
Perawat memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan pelayanan kesehatan paripurna kepada pasien. Oleh karena itu, pembentukan persepsi positif terhadap persiapan akreditasi i...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...

