Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Work Stress terhadap Work Life Balance pada Karyawan Bank X
View through CrossRef
Abstract. Work-life balance is a major concern for all employees and organizations because it has two or more competing demands to fulfill. Work life balance and work stress go hand in hand, how employees balance their lives and how well workplace policies and practices support it. For bank employees, the emergence of a lot of work pressure triggers stress at work, namely job, physical, role and interpersonal demands. So you have to increase your working hours, and you are also unable to provide quality time for your family. The need for work-life balance arises as a response to the struggle between the personal and the professional that occurs when personal role requirements do not match organizational roles and vice versa. This research aims to find out how much work stress affects work-life balance in banking employees. Using a quantitative approach and using simple linear regression, 61 people were used as samples. Data collection was carried out using the Job Stress Scale developed by Parker & Decotiis which has been adapted and the Work-Life Balance Scale developed by Fisher which has been adapted. The research results show that there is an influence of 57.9% between work stress and work-life balance. There is a negative correlation between the variables work stress and work-life balance, that is, when work stress is low, work-life balance will be high, and vice versa.
Abstrak. Work-life balance merupakan perhatian utama bagi semua karyawan dan organisasi karena memiliki dua atau lebih tuntutan yang saling bersaing untuk dipenuhi. Work life balance dan work stress berjalan beriringan, bagaimana karyawan menyeimbangkan kehidupan mereka dan seberapa baik kebijakan dan praktik di tempat kerja mendukung. Pada karyawan bank munculnya banyak tekanan pekerjaan memicu terjadinya stres dalam pekerjaan yaitu adanya tuntutan pekerjaan, fisik, peran, dan interpersonal. Sehingga harus menambah jam kerja, dan juga tidak dapat memberikan waktu yang berkualitas untuk keluarga. Kebutuhan akan keseimbangan kehidupan kerja muncul sebagai respon terhadap pergulatan antara pribadi dan professional yang terjadi ketika persyaratan peran pribadi tidak sesuai dengan peran organisasi dan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar work stress mempengaruhi work-life balance pada karyawan perbankan. Menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan menggunakan regresi linear sederhana, 61 orang dijadikan sebagai sampel. Pengambilan data dilakukan menggunakan Job Stress Scale yang dikembangkan oleh Parker & Decotiis yang sudah diadaptasi serta Work-Life Balance Scale yang dikembangkan oleh Fisher yang sudah diadaptasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh sebesar 57.9% antara work stress dengan work-life balance. Adanya korelasi negatif antara variabel work stress dan work-life balance, yaitu ketika work stress-nya rendah maka work-life balance yang dimiliki akan tinggi, dan sebaliknya.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pengaruh Work Stress terhadap Work Life Balance pada Karyawan Bank X
Description:
Abstract.
Work-life balance is a major concern for all employees and organizations because it has two or more competing demands to fulfill.
Work life balance and work stress go hand in hand, how employees balance their lives and how well workplace policies and practices support it.
For bank employees, the emergence of a lot of work pressure triggers stress at work, namely job, physical, role and interpersonal demands.
So you have to increase your working hours, and you are also unable to provide quality time for your family.
The need for work-life balance arises as a response to the struggle between the personal and the professional that occurs when personal role requirements do not match organizational roles and vice versa.
This research aims to find out how much work stress affects work-life balance in banking employees.
Using a quantitative approach and using simple linear regression, 61 people were used as samples.
Data collection was carried out using the Job Stress Scale developed by Parker & Decotiis which has been adapted and the Work-Life Balance Scale developed by Fisher which has been adapted.
The research results show that there is an influence of 57.
9% between work stress and work-life balance.
There is a negative correlation between the variables work stress and work-life balance, that is, when work stress is low, work-life balance will be high, and vice versa.
Abstrak.
Work-life balance merupakan perhatian utama bagi semua karyawan dan organisasi karena memiliki dua atau lebih tuntutan yang saling bersaing untuk dipenuhi.
Work life balance dan work stress berjalan beriringan, bagaimana karyawan menyeimbangkan kehidupan mereka dan seberapa baik kebijakan dan praktik di tempat kerja mendukung.
Pada karyawan bank munculnya banyak tekanan pekerjaan memicu terjadinya stres dalam pekerjaan yaitu adanya tuntutan pekerjaan, fisik, peran, dan interpersonal.
Sehingga harus menambah jam kerja, dan juga tidak dapat memberikan waktu yang berkualitas untuk keluarga.
Kebutuhan akan keseimbangan kehidupan kerja muncul sebagai respon terhadap pergulatan antara pribadi dan professional yang terjadi ketika persyaratan peran pribadi tidak sesuai dengan peran organisasi dan sebaliknya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar work stress mempengaruhi work-life balance pada karyawan perbankan.
Menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan menggunakan regresi linear sederhana, 61 orang dijadikan sebagai sampel.
Pengambilan data dilakukan menggunakan Job Stress Scale yang dikembangkan oleh Parker & Decotiis yang sudah diadaptasi serta Work-Life Balance Scale yang dikembangkan oleh Fisher yang sudah diadaptasi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh sebesar 57.
9% antara work stress dengan work-life balance.
Adanya korelasi negatif antara variabel work stress dan work-life balance, yaitu ketika work stress-nya rendah maka work-life balance yang dimiliki akan tinggi, dan sebaliknya.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Kata Kunci: Kenaikan Laba, Return Saham, Kenaikan Dividen.
Kata Kunci: Kenaikan Laba, Return Saham, Kenaikan Dividen.
Abstract. In the company work life balance is a term for balancing personal life and work. The balance that occurs between each employee is viewed from work life and person...
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
ABSTRAK
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan kualitas audit, komite audit, dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) terhadap kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia pada tahun...
Pengaruh Work Life Balance dan Self Efficacy terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang Berdampak pada Kinerja Karyawan
Pengaruh Work Life Balance dan Self Efficacy terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang Berdampak pada Kinerja Karyawan
Abstract :
The aim of this research is to analyze the influence of work life balance and self efficacy on citizenship behavior (OCB) which has an impact on employee performance. T...
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
Keberhasilan sebuah perusahaan sangat erat kaitannya dengan kinerja karyawan yang ada di dalamnya. Karyawan merupakan penggerak dan pengendali dalam perusahaan. Meningkatnya kinerj...
Pengaruh Kompetensi Karyawan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Aset Daop 2 Bandung
Pengaruh Kompetensi Karyawan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Aset Daop 2 Bandung
Abstract. Competence is very important in supporting employee performance, many efforts have been made by companies to improve this competence, including through various training, ...
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Abstract. Human Resource Management that is managed with full effort is necessary in order to improve the results of good employee performance, because employee performance is one ...
Analisis Kinerja Karyawan dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Pt. Hwa Seung Indonesia)
Analisis Kinerja Karyawan dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Pt. Hwa Seung Indonesia)
Tujuan. Untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi karyawan, untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, untuk menganalisis pengar...

