Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektivitas Infusa Jintan Putih (Cuminum cyminum) sebagai Antidiare pada Mencit (Mus musculus)

View through CrossRef
Jintan putih (Cuminum cyminum) merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikonsumsi sebagai bahan masakan dan obat, namun belum terdapat penelitian terkait manfaat jintan putih sebagai antidiare. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas infusa jintan putih sebagai antidiare dan menentukan konsentrasi yang memiliki efek antidiare paling efektif. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui kandungan metabolit sekunder pada jintan putih melalui penapisan fitokimia. Pengujian antidiare dilakukan dengan menggunakan metode proteksi intestinal dengan pemberian sediaan secara peroral. Parameter yang diamati pada metode proteksi intestinal yaitu frekuensi defekasi, konsistensi feses, dan durasi diare. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok terdiri dari kelompok kontrol negatif (Tween-80 [1%]), kontrol positif (Loperamide HCl), dan tiga kelompok perlakuan infusa jintan putih dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 100%. Konsentrasi 25% merupakan konsentrasi jintan putih yang paling efektif, karena menghasilkan durasi diare paling pendek dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Penapisan fitokimia infusa jintan putih menunjukkan bahwa terdapat senyawa metabolit sekunder meliputi alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, dengan tanin sebagai senyawa yang paling berpotensi sebagai antidiare.
Title: Efektivitas Infusa Jintan Putih (Cuminum cyminum) sebagai Antidiare pada Mencit (Mus musculus)
Description:
Jintan putih (Cuminum cyminum) merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikonsumsi sebagai bahan masakan dan obat, namun belum terdapat penelitian terkait manfaat jintan putih sebagai antidiare.
Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas infusa jintan putih sebagai antidiare dan menentukan konsentrasi yang memiliki efek antidiare paling efektif.
Penelitian ini juga bertujuan mengetahui kandungan metabolit sekunder pada jintan putih melalui penapisan fitokimia.
Pengujian antidiare dilakukan dengan menggunakan metode proteksi intestinal dengan pemberian sediaan secara peroral.
Parameter yang diamati pada metode proteksi intestinal yaitu frekuensi defekasi, konsistensi feses, dan durasi diare.
Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok terdiri dari kelompok kontrol negatif (Tween-80 [1%]), kontrol positif (Loperamide HCl), dan tiga kelompok perlakuan infusa jintan putih dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 100%.
Konsentrasi 25% merupakan konsentrasi jintan putih yang paling efektif, karena menghasilkan durasi diare paling pendek dibandingkan kelompok perlakuan lainnya.
Penapisan fitokimia infusa jintan putih menunjukkan bahwa terdapat senyawa metabolit sekunder meliputi alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, dengan tanin sebagai senyawa yang paling berpotensi sebagai antidiare.

Related Results

Study of Analgesic Activity of Methanolic Extracts of Cuminum Cyminum (L.) and Centratherum Anthelminticum (L.) in Mice
Study of Analgesic Activity of Methanolic Extracts of Cuminum Cyminum (L.) and Centratherum Anthelminticum (L.) in Mice
Objective: This study was conducted to investigate and compare the analgesic activity of methanolic ex- tracts of seeds of Cuminum Cyminum (L) and Centratherum anthelminticum (L)in...
UJI EFEK ANTIDIARE INFUSA KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L. forma typical) TERHADAP MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI
UJI EFEK ANTIDIARE INFUSA KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L. forma typical) TERHADAP MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI
Penggunaan tanaman sebagai pengobatan diare merupakan sumber potensialsebagai alternatif obat tradisional.Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.)merupakan salah satu tanaman yang ...
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum) SEBAGAI ANTIDIARE PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum) SEBAGAI ANTIDIARE PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)
Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) diketahui mengandung alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid dan glikosida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akt...
PEMBERIAN INFUSA KOMBINASI BUNGA Hibiscus rosa-sinensis L DAN DAUN Annona muricata L. PADA MENCIT YANG DIINDUKSI HIPERURISEMIA
PEMBERIAN INFUSA KOMBINASI BUNGA Hibiscus rosa-sinensis L DAN DAUN Annona muricata L. PADA MENCIT YANG DIINDUKSI HIPERURISEMIA
Prevalensi hiperurisemia mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir yang seringkali disebabkan oleh pola makan dengan kandungan makanan tinggi purin. Purin juga terdapat ...
Monosodium Glutamat (MSG) dan Gambaran Histologis Otak: Implikasi terhadap Pembentukan Otak Mencit
Monosodium Glutamat (MSG) dan Gambaran Histologis Otak: Implikasi terhadap Pembentukan Otak Mencit
Abstract BACKGROUND The sodium salt of glutamic acid, monosodium glutamate (MSG), is a white crystalline compound (glutamic acid). MSG was first produced in large quantities in ear...
AKTIVITAS ANTIMIKROBA INFUSA DAN EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH (Plumeria acuminata) SECARA IN VITRO
AKTIVITAS ANTIMIKROBA INFUSA DAN EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH (Plumeria acuminata) SECARA IN VITRO
Pemanfaatan bahan alam sebagai bahan pengobatan tradisional, sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat, salah satunya bunga kamboja putih (Plumeria acuminata) yang merup...

Back to Top