Javascript must be enabled to continue!
Bingkai “Tampang Boyolali “ dalam Pidato Prabowo Subianto di Media Daring
View through CrossRef
This article aims to explain and describe "tampang Boyolali" in Prabowo's speech which was explored using online media framing analysis. To see the framing of media online the authorused qualitative research method with framing analysis Robert N Entman who examined the analysis into four concepts namely: define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation. The results of the study using three online media gave rise to fitur diverse news. The diction "Tampang Boyolali" in Prabowo Subianto's speech invited controversy in the community and media. Government officials also contributed to the diction of his speech. The diction "Tampang Boyolali" seemed to demean the people of Boyolali, and immediately invited an angry reaction from the people of Boyolali. Researchers collected data in the form of images and text through 3 media, namely CNNIndonesia.com, Sindonews.com, and Kompas.Com. The three media are actively preaching "Tampang Boyolali" with different framing. In this case the author tried to analyze the news with Robert N. Entmen's analysis which resulted in the fact that CNNIndonesia.com did not respond well and discredited Prabowo's apology. Meanwhile Sindonew.com appreciated Prabowo's gentleman attitude that dared to make an apology. As Kompas.com tend to be neutral, do not appreciate and do not discredit the figures reported.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan “tampang Boyolali” dalam pidato Prabowo yang dieksplorasi menggunakan analisis framing media online. Untuk melihat framing media online penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis framing Robert N Entman yang mengkaji analisis menjadi empat konsep yaitu: define problems (pendefenisian masalah), diagnose causes (memperkirakan penyebab masalah), make moral judgement (membuat pilihan moral), dan treatment recommendation (menekankan penyelesaian). Hasil studi menggunakan tiga media online memunculkan fitur berita yang beragam. Diksi “Tampang Boyolali" dalam pidato Prabowo Subianto mengundang kontroversi di masyarakat dan media. Para petinggi pemerintahan pun turut andil mengomentari diksi pidatonya tersebut. Diksi “Tampang Boyolali" seakan merendahkan warga Boyolali, dan seketika mengundang reaksi marah warga Boyolali. Peneliti mengumpulkan data berupa gambar dan teks melalui 3 media, yaitu CNNIndonesia.com, Sindonews.com, dan Kompas.Com. Ketiga media tersebut aktif memberitakan “Tampang Boyolali” dengan framing yang berbeda-beda. Dalam hal ini penulis mencoba menganalisis berita dengan analisis Robert N. Entmen yang menghasilkan fakta bahwa CNNIndonesia.com tidak merespon baik dan mendiskreditkan permohonan maaf Prabowo. Sedangkan Sindonew.com sangat mengapresiasi sikap gentleman Prabowo yang berani menghaturkan permohonan maaf. Adapun Kompas.com cenderung netral, tidak mengapresiasi dan tidak mendiskreditkan tokoh yang diberitakan.
Title: Bingkai “Tampang Boyolali “ dalam Pidato Prabowo Subianto di Media Daring
Description:
This article aims to explain and describe "tampang Boyolali" in Prabowo's speech which was explored using online media framing analysis.
To see the framing of media online the authorused qualitative research method with framing analysis Robert N Entman who examined the analysis into four concepts namely: define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation.
The results of the study using three online media gave rise to fitur diverse news.
The diction "Tampang Boyolali" in Prabowo Subianto's speech invited controversy in the community and media.
Government officials also contributed to the diction of his speech.
The diction "Tampang Boyolali" seemed to demean the people of Boyolali, and immediately invited an angry reaction from the people of Boyolali.
Researchers collected data in the form of images and text through 3 media, namely CNNIndonesia.
com, Sindonews.
com, and Kompas.
Com.
The three media are actively preaching "Tampang Boyolali" with different framing.
In this case the author tried to analyze the news with Robert N.
Entmen's analysis which resulted in the fact that CNNIndonesia.
com did not respond well and discredited Prabowo's apology.
Meanwhile Sindonew.
com appreciated Prabowo's gentleman attitude that dared to make an apology.
As Kompas.
com tend to be neutral, do not appreciate and do not discredit the figures reported.
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan “tampang Boyolali” dalam pidato Prabowo yang dieksplorasi menggunakan analisis framing media online.
Untuk melihat framing media online penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis framing Robert N Entman yang mengkaji analisis menjadi empat konsep yaitu: define problems (pendefenisian masalah), diagnose causes (memperkirakan penyebab masalah), make moral judgement (membuat pilihan moral), dan treatment recommendation (menekankan penyelesaian).
Hasil studi menggunakan tiga media online memunculkan fitur berita yang beragam.
Diksi “Tampang Boyolali" dalam pidato Prabowo Subianto mengundang kontroversi di masyarakat dan media.
Para petinggi pemerintahan pun turut andil mengomentari diksi pidatonya tersebut.
Diksi “Tampang Boyolali" seakan merendahkan warga Boyolali, dan seketika mengundang reaksi marah warga Boyolali.
Peneliti mengumpulkan data berupa gambar dan teks melalui 3 media, yaitu CNNIndonesia.
com, Sindonews.
com, dan Kompas.
Com.
Ketiga media tersebut aktif memberitakan “Tampang Boyolali” dengan framing yang berbeda-beda.
Dalam hal ini penulis mencoba menganalisis berita dengan analisis Robert N.
Entmen yang menghasilkan fakta bahwa CNNIndonesia.
com tidak merespon baik dan mendiskreditkan permohonan maaf Prabowo.
Sedangkan Sindonew.
com sangat mengapresiasi sikap gentleman Prabowo yang berani menghaturkan permohonan maaf.
Adapun Kompas.
com cenderung netral, tidak mengapresiasi dan tidak mendiskreditkan tokoh yang diberitakan.
Related Results
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM PIDATO PRABOWO SUBIANTO DI RAPIMNAS PARTAI GERINDRA 2024
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM PIDATO PRABOWO SUBIANTO DI RAPIMNAS PARTAI GERINDRA 2024
Language is used by humans to realize various ideas and thoughts, both verbally and in writing. Making a speech is one way that can be done verbally. Speech is an activity of speak...
Pemberitaan Calon Presiden Prabowo Subianto dalam Bingkai Media
Pemberitaan Calon Presiden Prabowo Subianto dalam Bingkai Media
Abstract. The Indonesian Presidential Election of 2024 marks the third time Prabowo Subianto is running for President. He is currently candidate number two (2), with Gibran Rakabum...
PIDATO PRABOWO “TAMPANG BOYOLALI” DITINJAU DARI TEORI PRINSIP REFLEKSIF HATI NURANI MANUSIA
PIDATO PRABOWO “TAMPANG BOYOLALI” DITINJAU DARI TEORI PRINSIP REFLEKSIF HATI NURANI MANUSIA
Penulisan paper ini bertujuan untuk memaparkan bahwa seorang publik figur harus mempunyai hati nurani dalam bertindak maupun dalam bertutur kata, sehingga seorang publik figur dise...
Retorika Capres Pada Konten YouTube Bicara Gagasan
Retorika Capres Pada Konten YouTube Bicara Gagasan
Abstract. Rhetoric is a persuasive persuasion technique to produce persuasion through the character of the speaker, the emotions of the audience, the argument (Aristotle). Speaking...
Manajemen Citra Politik Prabowo Subianto Dan Sandiaga Uno Melalui Akun @Prabowo Dan @Sandiuno
Manajemen Citra Politik Prabowo Subianto Dan Sandiaga Uno Melalui Akun @Prabowo Dan @Sandiuno
The purpose of the research is to show the political impression management of the president and vice president candidates, Prabowo Subianto and Sandiaga Uno in social media, in the...
KESANTUNAN BERBAHASA PADA KOLOM KOMENTAR DI AKUN TWITTER PRABOWO SUBIANTO: KAJIAN PRAGMATIK
KESANTUNAN BERBAHASA PADA KOLOM KOMENTAR DI AKUN TWITTER PRABOWO SUBIANTO: KAJIAN PRAGMATIK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepatuhan dan ketidakpatuhan terhadap prinsip kesantunan berbahasa warganet dalam kolom komentar di akun twitter Prabowo Subianto. Pe...
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses kegiatan pembelajaran daring yang berlangsung di lapangan serta upaya yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran daring ...
KATEGORI FATIS DAN UNGKAPAN SAPAAN BAHASA INDONESIA DALAM TEKS PIDATO PRESIDEN JOKOWI
KATEGORI FATIS DAN UNGKAPAN SAPAAN BAHASA INDONESIA DALAM TEKS PIDATO PRESIDEN JOKOWI
Teks-teks pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuat kategori fatis dan ungkapan sapaan bahasa Indonesia. Terkait itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori fati...

