Javascript must be enabled to continue!
STUDI PERBANDINGAN PERILAKU GEDUNG STRUKTUR BAJA SISTEM BRESING EKSENTRIS TIPE INVERTED-V DAN SISTEM BRESING KONSENTRIS TIPE-X TERHADAP BEBAN GEMPA
View through CrossRef
Bangunan dengan desain vertikal, seperti apartemen, hotel, dan perkantoran memiliki risiko terhadap kerusakan akibat gempa bumi yang lebih tinggi dibandingkan bangunan lainya. Hal ini disebabkan besarnya simpangan lateral yang diakibatkan oleh beban gempa berbanding lurus dengan tinggi bangunan. Adapun salah satu solusinya mengatasi simpangan adalah dengan menambahkan pengaku lateral yang sifatnya menambah pengaku lateral dan bahkan mampu membuat bangunan lebih efisien, secara berat dan kinerja strukturnya. Bresing baja merupakan pengaku lateral yang sangat baik dengan penambahan berat struktur yang minim. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan periode, simpangan antar lantai, level kinerja dan volume dari struktur baja dengan pengaku lateral bresing eksentris tipe inverted-V dan bresing konsentris tipe X dengan studi kasus pada gedung apartement 15 lantai Proyek Gunawangsa Jl.Veteran - Gresik, dimensi bangunan 39,1m x12,2m dengan tinggi total 42,7m. Dari hasil penelitian di dapatkan periode SRBK tipe X memiliki periode terkecil yaitu 1,649 detik, sedangkan SRBE Inverted-V sebesar 1,71 detik. Hasil simpangan antar lantai SRBE Inverted-V sebesar 6.4mm pada arah X dan 10,8mm pada arah Y yang mana lebih kecil dari hasil SRBK tipe X sebesar 9,7mm arah X dan 15,3mm arah Y dengan selisih 34,02% pada arah X dan 29,41% pada arah Y. Level kinerja struktur SRBE Inverted-V dan SRBK tipe X sama baik yaitu masuk kategori IO (Immediate Occupancy) di arah X dan LS (Life Safety) di arah Y yang mana drift maksimum yang terjadi berada direntang 0,5% - 1,5%. Berat struktur pada struktur SRBK Tipe-X adalah 10104830,8 yang mana 0,18% lebih berat dari SRBE Inverted-V sebesar 10086300 kg.
Ikatan Dosen Menulis
Title: STUDI PERBANDINGAN PERILAKU GEDUNG STRUKTUR BAJA SISTEM BRESING EKSENTRIS TIPE INVERTED-V DAN SISTEM BRESING KONSENTRIS TIPE-X TERHADAP BEBAN GEMPA
Description:
Bangunan dengan desain vertikal, seperti apartemen, hotel, dan perkantoran memiliki risiko terhadap kerusakan akibat gempa bumi yang lebih tinggi dibandingkan bangunan lainya.
Hal ini disebabkan besarnya simpangan lateral yang diakibatkan oleh beban gempa berbanding lurus dengan tinggi bangunan.
Adapun salah satu solusinya mengatasi simpangan adalah dengan menambahkan pengaku lateral yang sifatnya menambah pengaku lateral dan bahkan mampu membuat bangunan lebih efisien, secara berat dan kinerja strukturnya.
Bresing baja merupakan pengaku lateral yang sangat baik dengan penambahan berat struktur yang minim.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan periode, simpangan antar lantai, level kinerja dan volume dari struktur baja dengan pengaku lateral bresing eksentris tipe inverted-V dan bresing konsentris tipe X dengan studi kasus pada gedung apartement 15 lantai Proyek Gunawangsa Jl.
Veteran - Gresik, dimensi bangunan 39,1m x12,2m dengan tinggi total 42,7m.
Dari hasil penelitian di dapatkan periode SRBK tipe X memiliki periode terkecil yaitu 1,649 detik, sedangkan SRBE Inverted-V sebesar 1,71 detik.
Hasil simpangan antar lantai SRBE Inverted-V sebesar 6.
4mm pada arah X dan 10,8mm pada arah Y yang mana lebih kecil dari hasil SRBK tipe X sebesar 9,7mm arah X dan 15,3mm arah Y dengan selisih 34,02% pada arah X dan 29,41% pada arah Y.
Level kinerja struktur SRBE Inverted-V dan SRBK tipe X sama baik yaitu masuk kategori IO (Immediate Occupancy) di arah X dan LS (Life Safety) di arah Y yang mana drift maksimum yang terjadi berada direntang 0,5% - 1,5%.
Berat struktur pada struktur SRBK Tipe-X adalah 10104830,8 yang mana 0,18% lebih berat dari SRBE Inverted-V sebesar 10086300 kg.
Related Results
Pengaruh Model Perletakan Struktur Rangka Baja Sistem Bresing akibat Beban Gempa
Pengaruh Model Perletakan Struktur Rangka Baja Sistem Bresing akibat Beban Gempa
Sistem struktur rangka baja bresing konsentris dan eksentris merupakan sistem struktur konstruksi yang termasuk dalam struktur yang tahan terhadap beban gempa. Pada penelitian ini,...
Studi perilaku struktur bangunan gedung rangka baja asimetrik horizontal menggunakan bracing terhadap beban gempa
Studi perilaku struktur bangunan gedung rangka baja asimetrik horizontal menggunakan bracing terhadap beban gempa
Bresing merupakan elemen penahan gempa yang banyak digunakan pada gedung baja bertingkat tinggi, penelitian ini meninjau kinerja struktur dari bangunan rangka baja dengan bresing k...
Studi Analisis Beban Dorong untuk Gedung Beton Bertulang
Studi Analisis Beban Dorong untuk Gedung Beton Bertulang
Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa di negara Indonesia menjadi suatu hal yang sangat penting mengingat sebagian besar wilayah Indonesia terletak dalam wilayah gempa d...
Perencanaan Struktur Rangka Baja Portal Ganda Pada Gedung Bertingkat di Wilayah Rawan Gempa
Perencanaan Struktur Rangka Baja Portal Ganda Pada Gedung Bertingkat di Wilayah Rawan Gempa
Perencanaan struktur gedung bertingkat di wilayah rawan gempa memerlukan pendekatan yang cermat dan rasional, terutama dalam pemilihan sistem struktur utama yang mampu menahan beba...
PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL GEDUNG GREEN BUILDING DAN NON- GREEN BUILDING MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO
PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL GEDUNG GREEN BUILDING DAN NON- GREEN BUILDING MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO
Since 2011, Indonesia has been committed to reducing greenhouse gas emissions, one of which is by implementing green buildings in office buildings. The aim of implementing green bu...
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat di Jakarta Menggunakan Pushover Analysis
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat di Jakarta Menggunakan Pushover Analysis
Gempa bumi menjadi bencana yang sering terjadi di Indonesia salah satunya di wilayah DKI Jakarta. Gempa bumi diasumsikan sebagai beban lateral yang nantinya didistribusikan ke semu...
Analisis perilaku kinerja struktur bangunan pada variasi tipe podium zona gempa 5 menggunakan metode respon spektrum
Analisis perilaku kinerja struktur bangunan pada variasi tipe podium zona gempa 5 menggunakan metode respon spektrum
Bangunan atau gedung yang berada di Indonesia sangatlah rawan terhadap gempa terutama pada wilayah gempa zona 5. Bangunan tipe podium merupakan bangunan yang terdiri dari 2 bagian ...
ANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR BAJA MODULAR 4 LANTAI UNTUK HUNIAN PEKERJA DI IBU KOTA NEGARA
ANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR BAJA MODULAR 4 LANTAI UNTUK HUNIAN PEKERJA DI IBU KOTA NEGARA
Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan merupakan Proyek Strategis Nasional dengan target pengerjaan konstruksi diharapkan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Dengan me...

