Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

View through CrossRef
Kawasan malioboro merupakan denyut nadi aktivitas perekonomian di Kota Yogyakarta. Ketersediaan ruang terbuka publik untuk melakukan berbagai kegiatan dan aktivitas sosial budaya di kawasan Malioboro turut menjadi daya tarik pariwisata tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan selain berbelanja. Kegiatan duduk bersantai, berfoto, menonton event seni budaya, dan berkeliling dengan becak atau andong merupakan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan wisatawan di kawasan Malioboro. Adanya pandemi covid-19 yang terjadi sedikit banyak telah merubah kondisi Malioboro. Perubahan dan peningkatan kualitas dilakukan termasuk di area ruang terbuka publik untuk tetap menjamin kenyamanan masyarakat dengan penyesuaian berbagai protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecenderungan pola pemanfaatan ruang terbuka publik Malioboro pada masa pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara kepada pengunjung dan pelaku ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa pandemi, ruang terbuka publik Malioboro tidak dapat optimal dalam fungsinya sebagai pusat interaksi, aktivitas sosial masyarakat, dan wadah aktivitas ekonomi. Hal tersebut dikarenakan adanya pembatasan baik berupa fisik maupun kegiatan sosial budaya.   Kata Kunci: ruang terbuka publik; Malioboro; wisata
Title:
Description:
Kawasan malioboro merupakan denyut nadi aktivitas perekonomian di Kota Yogyakarta.
Ketersediaan ruang terbuka publik untuk melakukan berbagai kegiatan dan aktivitas sosial budaya di kawasan Malioboro turut menjadi daya tarik pariwisata tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan selain berbelanja.
Kegiatan duduk bersantai, berfoto, menonton event seni budaya, dan berkeliling dengan becak atau andong merupakan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan wisatawan di kawasan Malioboro.
Adanya pandemi covid-19 yang terjadi sedikit banyak telah merubah kondisi Malioboro.
Perubahan dan peningkatan kualitas dilakukan termasuk di area ruang terbuka publik untuk tetap menjamin kenyamanan masyarakat dengan penyesuaian berbagai protokol kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecenderungan pola pemanfaatan ruang terbuka publik Malioboro pada masa pandemi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara kepada pengunjung dan pelaku ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa pandemi, ruang terbuka publik Malioboro tidak dapat optimal dalam fungsinya sebagai pusat interaksi, aktivitas sosial masyarakat, dan wadah aktivitas ekonomi.
Hal tersebut dikarenakan adanya pembatasan baik berupa fisik maupun kegiatan sosial budaya.
  Kata Kunci: ruang terbuka publik; Malioboro; wisata.

Back to Top