Javascript must be enabled to continue!
SKRINING KESEHATAN DAN KEBERSIAHAN TELINGA PADA SISWA SEKOLAH DASAR
View through CrossRef
Gangguan pendengaran merupakan suatu masalah yang banyak dialami populasi global. Adanya sumbatan kotoran telinga atau serumen obsturan di Indonesia merupakan penyebab utama dari gangguan pendengaran pada sekitar 9,6 juta orang. Pengerasan serumen atau kotoran telinga ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa atau remaja. Siswa usia sekolah dasar dapat terganggu proses belajarnya apabila terdapat permasalahan di bidang THT. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeteksi gangguan telinga dini dan untuk mencegah serta menangani masalah kesehatan telinga pada anak usia sekolah dasar terkhususnya serumen obstruksi serta diharapkan para siswa lebih mengerti mengenai pentingnya kebersihan telinga. Metode penelitian yang digunakan observasional analitik. Kegiatan skrining pendengaran yang dilakukan adalah pemeriksaan telinga dan aksi langsung membersihkan telinga dengan total siswa SD yang berjumlah 234 orang dengan rentang usia 7-12 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 142 memiliki telinga yang bersih dan tanpa kelainan, 44 siswa ditemukan mengalami, dan 3 siswa lainya mengalami kelainan telinga berupa otitis media. Kasus penyumbatan akibat serumen obstruksi merupakan salah satu kondisi yang paling sering ditemukan pada anak-anak usia sekolah.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: SKRINING KESEHATAN DAN KEBERSIAHAN TELINGA PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Description:
Gangguan pendengaran merupakan suatu masalah yang banyak dialami populasi global.
Adanya sumbatan kotoran telinga atau serumen obsturan di Indonesia merupakan penyebab utama dari gangguan pendengaran pada sekitar 9,6 juta orang.
Pengerasan serumen atau kotoran telinga ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa atau remaja.
Siswa usia sekolah dasar dapat terganggu proses belajarnya apabila terdapat permasalahan di bidang THT.
Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeteksi gangguan telinga dini dan untuk mencegah serta menangani masalah kesehatan telinga pada anak usia sekolah dasar terkhususnya serumen obstruksi serta diharapkan para siswa lebih mengerti mengenai pentingnya kebersihan telinga.
Metode penelitian yang digunakan observasional analitik.
Kegiatan skrining pendengaran yang dilakukan adalah pemeriksaan telinga dan aksi langsung membersihkan telinga dengan total siswa SD yang berjumlah 234 orang dengan rentang usia 7-12 tahun.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 142 memiliki telinga yang bersih dan tanpa kelainan, 44 siswa ditemukan mengalami, dan 3 siswa lainya mengalami kelainan telinga berupa otitis media.
Kasus penyumbatan akibat serumen obstruksi merupakan salah satu kondisi yang paling sering ditemukan pada anak-anak usia sekolah.
Related Results
Penyuluhan Kesehatan Telinga Pasien Poli THT-KL RSUD dr H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2024
Penyuluhan Kesehatan Telinga Pasien Poli THT-KL RSUD dr H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2024
Kesehatan telinga dan pendengaran merupakan hal penting yang perlu perhatian khusus. Gangguan pada telinga dan pendengaran dapat mengakibatkan beberapa kelainan, seperti penyakit i...
Skrining Ketajaman Penglihatan pada Siswa SDN
Skrining Ketajaman Penglihatan pada Siswa SDN
Gangguan pada mata akan menyebabkan gangguan penglihatan yang berdampak pada ketidaknyamanan dan gangguan lainnya dalam menjalani aktivitas sehari-hari. WHO menyatakan sebanyak 19 ...
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H Ayat (1) dan UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 5 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. UU 1945 Pasal 28H Ayat (1) men...
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pendidikan bagi siswa bersumber dari konsep-konsep yang ada dalam ajaran Islam, etika sangat berkaitan dengan diri, orang tua, guru, teman dan masyarakat luas. Tujuan penelitian in...
Pengaruh Kebiasaan Penggunaan Headset terhadap Gangguan Telinga
Pengaruh Kebiasaan Penggunaan Headset terhadap Gangguan Telinga
Telinga merupakan salah satu alat panca indra pada manusia, salah satu fungsinya menerima gelombang suara yang kemudian diubah menjadi impuls listrik dan diteruskan ke otak melalui...
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Guru di SDN Koripan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajarannya terumata pada mata pelajaran IPA. Guru menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menjelaskan kepada ...
Upaya Pencegahan Karies Gigi Menggunakan dengan Skrining dan Demontrasi Sikat Gigit Pada Kelompok Anak Sekolah
Upaya Pencegahan Karies Gigi Menggunakan dengan Skrining dan Demontrasi Sikat Gigit Pada Kelompok Anak Sekolah
Kesehatan mulut di Indonesia masih perlu diperhatikan terutama pada kelompok anak usia sekolah dimana prevalensi karies gigi sangat tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan un...
HUBUNGAN CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR INPRES 1 TONDO KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE
HUBUNGAN CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR INPRES 1 TONDO KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE
Latar Belakang: Kesehatan Gigi merupakan upaya yang dilakukan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan gigi dari semua sisa makanan dengan cara menyikat gigi minimal dua kali da...

