Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Metode Pembelajaran dalam Peningkatan Motorik Halus Anak Usia Dini

View through CrossRef
This study aims to reveal the various methods used by teachers in fine motor learning in early childhood, teacher and child interactions in fine motor learning, and the level of fine motor learning in early childhood. This research uses a qualitative approach with the type of case study. Data are obtained by observation, interviews, and document review. Data analysis used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation, and verification/conclusion. This study reveals: First, the methods used in learning fine motor skills for early childhood are the demonstration method, the assignment method, and the combined method (demonstration method and assignment method). All of these methods can develop fine motor skills in early childhood. Second, teacher-child interactions in early childhood fine motor learning are open, democratic, and active participation and enthusiasm of children in improving fine motor learning. Third, the level of achievement of fine motor development in early childhood is Developing According to Expectations, which is indicated by the work of children in Group A receiving the BSH predicate as much as 59%. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap ragam metode yang digunakan guru dalam pembelajaran motorik halus pada anak usia dini, interaksi guru dan anak dalam pembelajaran motorik halus, dan tingkat pembelajaran motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan reviu dokumen. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/simpulan. Penelitian ini mengungkap: Pertama, metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran motorik halus anak usia dini adalah metode demonstrasi, metode pemberian tugas, dan metode gabungan (metode demonstrasi dan metode pemberian tugas). Semua metode itu dapat mengembangkan motorik halus anak usia dini. Kedua, interaksi guru dengan anak dalam pembelajaran motorik halus anak usia dini adalah terbuka, demokratis, serta partisipasi dan antusias anak aktif dalam meningkatkan pembelajaran motorik halus. Ketiga, tingkat pencapaian perkembangan motorik halus anak usia dini adalah Berkembang Sesuai Harapan (BSH) yang ditunjukkan dengan hasil karya anak Kelompok A mendapat predikat BSH sebanyak 59%. Kata Kunci: metode pembelajaran, skill motorik halus, anak usia dini
Title: Metode Pembelajaran dalam Peningkatan Motorik Halus Anak Usia Dini
Description:
This study aims to reveal the various methods used by teachers in fine motor learning in early childhood, teacher and child interactions in fine motor learning, and the level of fine motor learning in early childhood.
This research uses a qualitative approach with the type of case study.
Data are obtained by observation, interviews, and document review.
Data analysis used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation, and verification/conclusion.
This study reveals: First, the methods used in learning fine motor skills for early childhood are the demonstration method, the assignment method, and the combined method (demonstration method and assignment method).
All of these methods can develop fine motor skills in early childhood.
Second, teacher-child interactions in early childhood fine motor learning are open, democratic, and active participation and enthusiasm of children in improving fine motor learning.
Third, the level of achievement of fine motor development in early childhood is Developing According to Expectations, which is indicated by the work of children in Group A receiving the BSH predicate as much as 59%.
Kajian ini bertujuan untuk mengungkap ragam metode yang digunakan guru dalam pembelajaran motorik halus pada anak usia dini, interaksi guru dan anak dalam pembelajaran motorik halus, dan tingkat pembelajaran motorik halus anak usia dini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.
Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan reviu dokumen.
Analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/simpulan.
Penelitian ini mengungkap: Pertama, metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran motorik halus anak usia dini adalah metode demonstrasi, metode pemberian tugas, dan metode gabungan (metode demonstrasi dan metode pemberian tugas).
Semua metode itu dapat mengembangkan motorik halus anak usia dini.
Kedua, interaksi guru dengan anak dalam pembelajaran motorik halus anak usia dini adalah terbuka, demokratis, serta partisipasi dan antusias anak aktif dalam meningkatkan pembelajaran motorik halus.
Ketiga, tingkat pencapaian perkembangan motorik halus anak usia dini adalah Berkembang Sesuai Harapan (BSH) yang ditunjukkan dengan hasil karya anak Kelompok A mendapat predikat BSH sebanyak 59%.
Kata Kunci: metode pembelajaran, skill motorik halus, anak usia dini.

Related Results

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DAN MENEMPEL
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DAN MENEMPEL
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mengguntingan dan Menempel. Motorik halus adalah salah satu aspek perkembangan yang harus dikembangakan pada anak usia dini den...
Buku Ajar Metodologi Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini
Buku Ajar Metodologi Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala anugerah dan rahmat-Nya, sehingga Buku Ajar Metodologi Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini untuk Tingkat Perguruan Tinggi ini dapa...
Asesmen Formatif Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Indonesia
Asesmen Formatif Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Indonesia
Formative assessment in early childhood education in Indonesia does not have been working well. The research aims to prove the problem that the formative assessment (assessment for...
Peningkatan Motorik Halus Melalui Media Kolase Berbahan Alam Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Kamboja Perumnas Muara Bulian
Peningkatan Motorik Halus Melalui Media Kolase Berbahan Alam Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Kamboja Perumnas Muara Bulian
Latar belakang dari penlitian ini adalah perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Kamboja Perumnas Muara Bulian masih belum sepenuhnya berkembang. Hal ini terlihat dari...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Pengaruh Bermain Kolase Dan Mozaik Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Di RA Sutan Ali Malindo
Pengaruh Bermain Kolase Dan Mozaik Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Di RA Sutan Ali Malindo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan motorik halus anak usia dini bermain kolase dan mozaik dan untuk mengetahui ada pengaruh bermain kolase dan mozaik t...
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MESSY PLAY
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MESSY PLAY
Penelitian ini membahas mengenai upaya meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan messy play. Hal tersebut didasari karena muncul permasalahan motorik ...
PENERAPAN METODE MERONCE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI KELOMPOK B
PENERAPAN METODE MERONCE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI KELOMPOK B
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Metode Meronce Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelompok B di TK Siwipeni Cilacap. Menurut pemapara...

Back to Top