Javascript must be enabled to continue!
PELATIHAN KADER SEBAYA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN REMAJA DI BIDANG KESEHATAN REPRODUKSI
View through CrossRef
Masalah yang menonjol di kalangan remaja yaitu permasalahan seputar seksualitas, HIV/AIDS dan Napza, serta rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi Ada potensi kerentanan remaja untuk beperilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksinya, sehingga pemerintah melakukan salah satu pedekatan melalui program teman sebaya sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi remaja. Keberadaan kader diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui edukasi, namun fakta dilapangan jumlah kader teman sebaya jumlahnya terbatas. Tujuan kegiatan: pemberdayaan remaja putri melalui peningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja calon kader teman sebaya melalui kegiatan pelatihan. Kegiatan dilakukan di desa Watugede Singosari Kabupaten Malang, pada bulan April-September 2021 dengan jumlah peserta 10 calon kader teman sebaya, berusia antara 15-20 tahun dengan pendidikan minimal SMU dan bersedia mengikuti kegiatan minimal 4 kali pertemuan. Hasil penilaian pengetahuan menggunakan kuisioner pre dan post test. Penilaian ketrampilan menggunakan lembar observasi cek list peer educator. Analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar pengetahuan kesehatan reproduksi calon kader meningkat. Secara kualitatif yang perlu dipertahankan oleh kader teman sebaya adalah motivasi yang kuat untuk belajar. Hal yang perlu ditingkatkan dari ketrampilan calon kader adalah kemampuan menjalin kedekatan pada audience dan kemampuan melakukan apersepsi melalui penggambaran fakta fakta dilapangan sesui dengan topik yang akan disampaikan. Kegiatan berkelanjutan berupa memberikan kesempatan kepada kader teman sebaya untuk melakukan edukasi pada peserta yang lebih luas melalui kegiatan kemasyarakatan yang sudah ada di desa.
Poltekkes Kemenkes Mataram
Title: PELATIHAN KADER SEBAYA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN REMAJA DI BIDANG KESEHATAN REPRODUKSI
Description:
Masalah yang menonjol di kalangan remaja yaitu permasalahan seputar seksualitas, HIV/AIDS dan Napza, serta rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi Ada potensi kerentanan remaja untuk beperilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksinya, sehingga pemerintah melakukan salah satu pedekatan melalui program teman sebaya sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi remaja.
Keberadaan kader diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui edukasi, namun fakta dilapangan jumlah kader teman sebaya jumlahnya terbatas.
Tujuan kegiatan: pemberdayaan remaja putri melalui peningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja calon kader teman sebaya melalui kegiatan pelatihan.
Kegiatan dilakukan di desa Watugede Singosari Kabupaten Malang, pada bulan April-September 2021 dengan jumlah peserta 10 calon kader teman sebaya, berusia antara 15-20 tahun dengan pendidikan minimal SMU dan bersedia mengikuti kegiatan minimal 4 kali pertemuan.
Hasil penilaian pengetahuan menggunakan kuisioner pre dan post test.
Penilaian ketrampilan menggunakan lembar observasi cek list peer educator.
Analisis data secara kuantitatif dan kualitatif.
Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar pengetahuan kesehatan reproduksi calon kader meningkat.
Secara kualitatif yang perlu dipertahankan oleh kader teman sebaya adalah motivasi yang kuat untuk belajar.
Hal yang perlu ditingkatkan dari ketrampilan calon kader adalah kemampuan menjalin kedekatan pada audience dan kemampuan melakukan apersepsi melalui penggambaran fakta fakta dilapangan sesui dengan topik yang akan disampaikan.
Kegiatan berkelanjutan berupa memberikan kesempatan kepada kader teman sebaya untuk melakukan edukasi pada peserta yang lebih luas melalui kegiatan kemasyarakatan yang sudah ada di desa.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Peran Kader Remaja Terhadap Perilaku Konsumsi Gizi Seimbang Dalam Kesehatan Reproduksi
Peran Kader Remaja Terhadap Perilaku Konsumsi Gizi Seimbang Dalam Kesehatan Reproduksi
Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia saat ini telah menjadi permasalahan gizi ganda yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kelompok remaja merupakan salah satu kelompok yang rawa...
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
Persepsi sekolah kader memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kepuasan kader kesehatan. Pelatihan dan pemeliharaan kader kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan ...
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan kesehatan remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor ...
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pembentukan Pos Bimbingan Dan Pelayanan Kelompok Kader Sebaya
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pembentukan Pos Bimbingan Dan Pelayanan Kelompok Kader Sebaya
Berdasarkan data hasil survei pada remaja Kabupaten Kendal tahun 2019 diperoleh 52 % remaja merokok, menonton gambar porno 95 %, 16 % remaja miras dan narkoba serta 7 % pergaulan b...
Pelatihan dan Pendampingan Konselor Sebaya Dalam Upaya Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja
Pelatihan dan Pendampingan Konselor Sebaya Dalam Upaya Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja
Reproductive health and sexual behavior often occur in adolescents and caused by various factors, such as health information and lack of communication with parents. Peer counselors...
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNG
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNG
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBATPEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSIDI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNGVella Dwi Yani, Ova Emilia, Hari KusnantoABSTRACTBackgrou...
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi dalam Program Pik-Krr (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja 2020
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi dalam Program Pik-Krr (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja 2020
Kesehatan reproduksi remaja tidak hanya mencakup kondisi fisik seperti penyakit atau kelainan pada organ reproduksi, tetapi juga kesehatan mental dan sosial yang terkait. Faktor-fa...

