Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Penggilingan Terhadap Penetrasi Cream Asiklovir
View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggilingan pada asiklovir terhadap sifat fisikokimia dan penetrasi dari cream asiklovir. Penggilingan asiklovir menggunakan alat ball mill dengan variasi lama penggilingan 1, 3 dan 6 jam. Asiklovir kemudian diformulasikan menjadi cream dan dilakukan evaluasi sifat fisikokimia dan penetrasinya. Sebagai pembanding digunakan basis cream tanpa zat aktif dan cream asiklovir yang sudah beredar. Uji pelepasan dilakukan dengan menggunakan sel difusi Franz jenis horizontal dan kadar asiklovir yang terpenetrasi diukur menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang serapan maksimum 254 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan cream yang dihasilkan homogen, dengan pH antara 7-7,5, type cream M/A, Sediaan cream mudah tercuci dan tidak menyebabkan iritasi. Proses penggilingan 1 dan 3 jam menyebabkan terjadinya penurunan ukuran partikel sehingga meningkatkan jumlah asiklovir yang terpenetrasi, sedangkan penggilingan 6 jam menyebabkan terbentuknya agregat dengan ukuran partikel lebih besar, sehingga menyebabkan jumlah asiklovir yang terpenetrasi lebih rendah dibandingkan cream asiklovir tanpa penggilingan. Proses penggilingan terhadap asiklovir tidak mempengaruhi sifat dari cream tapi semakin lama proses penggilingan menyebabkan penurunan jumlah zat yang terpenetrasi
Title: Pengaruh Penggilingan Terhadap Penetrasi Cream Asiklovir
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggilingan pada asiklovir terhadap sifat fisikokimia dan penetrasi dari cream asiklovir.
Penggilingan asiklovir menggunakan alat ball mill dengan variasi lama penggilingan 1, 3 dan 6 jam.
Asiklovir kemudian diformulasikan menjadi cream dan dilakukan evaluasi sifat fisikokimia dan penetrasinya.
Sebagai pembanding digunakan basis cream tanpa zat aktif dan cream asiklovir yang sudah beredar.
Uji pelepasan dilakukan dengan menggunakan sel difusi Franz jenis horizontal dan kadar asiklovir yang terpenetrasi diukur menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang serapan maksimum 254 nm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan cream yang dihasilkan homogen, dengan pH antara 7-7,5, type cream M/A, Sediaan cream mudah tercuci dan tidak menyebabkan iritasi.
Proses penggilingan 1 dan 3 jam menyebabkan terjadinya penurunan ukuran partikel sehingga meningkatkan jumlah asiklovir yang terpenetrasi, sedangkan penggilingan 6 jam menyebabkan terbentuknya agregat dengan ukuran partikel lebih besar, sehingga menyebabkan jumlah asiklovir yang terpenetrasi lebih rendah dibandingkan cream asiklovir tanpa penggilingan.
Proses penggilingan terhadap asiklovir tidak mempengaruhi sifat dari cream tapi semakin lama proses penggilingan menyebabkan penurunan jumlah zat yang terpenetrasi.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pengembangan Mikrosfer Asiklovir menggunakan Kitosan dan Natrium Tripolifosfat: Faktor Suhu Inlet
Pengembangan Mikrosfer Asiklovir menggunakan Kitosan dan Natrium Tripolifosfat: Faktor Suhu Inlet
Abstract—Acyclovir is an antiviral used for the treatment of herpes simplex but it's a short half-life, thereby increasing the administration frequency. To overcome this problem, t...
ANALISA HASIL RENDEMEN GILING DAN KUALITAS BERAS PADA PENGGILINGAN PADI KECIL KELILING
ANALISA HASIL RENDEMEN GILING DAN KUALITAS BERAS PADA PENGGILINGAN PADI KECIL KELILING
Penggilingan padi mempunyai peranan yang sangat vital dalam mengkonversi gabah menjadi beras untuk dikonsumsi maupun untuk disimpan sebagai cadangan. Penelitian ini bertujuan untuk...
Cream of Lantana camara Linn. Enriched with Ascorbic Acid does not Irritate the Skin
Cream of Lantana camara Linn. Enriched with Ascorbic Acid does not Irritate the Skin
Lantana camara Linn. has potential as an anti-bacterial. The results of our preliminary research show that changes in levels of quercetin, gallic acid, and tannin affect the antiba...
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) PADI PASCA PANEN DI PENGGILINGAN PADI (STUDI : KECAMATAN PRINGGASELA)
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) PADI PASCA PANEN DI PENGGILINGAN PADI (STUDI : KECAMATAN PRINGGASELA)
: Â Dalam rantai pasok terdapat tiga aliran yang harus dikelola yaitu aliran produk, aliran uang dan informasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui aliran produk, aliran keuangan da...
Senyawa Peningkat Penetrasi pada Sistem Penghantaran Obat Topikal Berdasarkan Lipofilisitas Senyawa Obat
Senyawa Peningkat Penetrasi pada Sistem Penghantaran Obat Topikal Berdasarkan Lipofilisitas Senyawa Obat
Formulasi obat merupakan faktor penting yang menentukan penghantaran obat secara optimal ke target terapi pada semua bentuk sediaan dan rute pemberiannya. Terutama pada sediaan den...
Perbandingan Efektivitas Terapi Asiklovir dibandingkan dengan Plasebo pada Pitiriasis Rosea: Sebuah Laporan Kasus Berbasis Bukti
Perbandingan Efektivitas Terapi Asiklovir dibandingkan dengan Plasebo pada Pitiriasis Rosea: Sebuah Laporan Kasus Berbasis Bukti
Pitiriasis rosea merupakan kelainan kulit eritroskuamosa swasirna yang diduga disebabkan oleh human herpesvirus 6 dan 7. Etiologi dan patomekanisme penyakit yang belum diketahui de...

