Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerapan Model Pembelajaran Eksplicit Intruction Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Fisika Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Lore Tengah

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa. Masalah yang diteliti adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Fisika. Alternatif pemecahan masalah adalah menerapkan model pembelajaran Eksplicit Intruction. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Lore Tengah, dengan jumlah siswa 26 orang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan materi pokok Tekanan, masing-masing siklus meliputi 4 tahap: (i) perencanaan (ii) pelaksanaan tindakan (iii) observasi (iv) refleksi. Penerapan model pembelajaran Eksplicit Intruction dapat meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Lore Tengah. Hal ini dapat dilihat pada peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Untuk hasil belajar siklus I diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 76,91% dan daya serap klasikal sebesar 67,69%. Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 92,31% dan daya serap klasikal sebesar 82,70% yang artinya sudah melebihi standar ketuntasan belajar siswa. Peningkatan ketuntasan belajar klasikal dan daya serap klasikal dari siklus I ke siklus II sebesar 20,02% dan 22,17% untuk hasil observasi aktifitas siswa dan guru pada siklus I yaitu cukup dan baik, sedangkan pada siklus II observasi aktivitas siswa dan guru berada pada kategori baik dan sangat baik.
Fakultas MIPA Universitas Tadulako Palu
Title: Penerapan Model Pembelajaran Eksplicit Intruction Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Fisika Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Lore Tengah
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa.
Masalah yang diteliti adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Fisika.
Alternatif pemecahan masalah adalah menerapkan model pembelajaran Eksplicit Intruction.
Subyek penelitian adalah siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Lore Tengah, dengan jumlah siswa 26 orang.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan materi pokok Tekanan, masing-masing siklus meliputi 4 tahap: (i) perencanaan (ii) pelaksanaan tindakan (iii) observasi (iv) refleksi.
Penerapan model pembelajaran Eksplicit Intruction dapat meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Lore Tengah.
Hal ini dapat dilihat pada peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II.
Untuk hasil belajar siklus I diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 76,91% dan daya serap klasikal sebesar 67,69%.
Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 92,31% dan daya serap klasikal sebesar 82,70% yang artinya sudah melebihi standar ketuntasan belajar siswa.
Peningkatan ketuntasan belajar klasikal dan daya serap klasikal dari siklus I ke siklus II sebesar 20,02% dan 22,17% untuk hasil observasi aktifitas siswa dan guru pada siklus I yaitu cukup dan baik, sedangkan pada siklus II observasi aktivitas siswa dan guru berada pada kategori baik dan sangat baik.

Related Results

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Motivasi belajar matematika merupakan elemen penting dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar matematika siswa berbeda-beda dalam hal tingkat motivasi dan jenis motivasinya....
Penerapan pembelajaran Fisika Berbasis Keingintahuan Pada Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 28 Makassar
Penerapan pembelajaran Fisika Berbasis Keingintahuan Pada Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 28 Makassar
Penelitian ini adalah penelitian Pra-Eksperimen yang bertujuan untuk: (1) memperoleh informasi mengenai gambaran hasil belajar Fisika siswa kelas VIISMP Negeri 28 Makassar setelah ...
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NEGERI 4 SINGARAJA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NEGERI 4 SINGARAJA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar biologi siswa, meningkatkan hasil belajar biologi siswa, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model l...
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SCIENTIFIC DENGAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SCIENTIFIC DENGAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan minat dan hasil belajar IPA siswa, implementasi  melalui pendekatan scientific dengan metode inkuiri dalam menin...
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
The aims of this study were (1) to determine the effect of limited face-to-face learning on social science learning outcomes for VII grade students at MTs Ar Rofiqy Bogor, (2) to d...
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD
Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, dua diantaranya adalah motivasi dan keaktifan belajar. Kurangnya motivasi dan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ...
Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Power Point
Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Power Point
Proses pembelajaran PAI yang berlangsung di SMAN 1 Kinali selama ini masih bersifat monoton. Pembelajaran terpusat pada guru, siswa hanya pasif menerima materi dan informasi yang d...

Back to Top