Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Uji Kualitas Data Batimetri Blue Marine Echotrax HD Single Beam Echosounder System (SBES) Berdasarkan IHO S-44 di Perairan Baron, Yogyakarta

View through CrossRef
Kedalaman dan morfologi dasar laut diperlukan dalam berbagai kegiatan kelautan seperti navigasi, konservasi, hingga perencanaan ruang laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kedalaman, mengevaluasi kualitas data vertikal, serta menganalisis kemiringan dasar laut berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Single Beam Echosounder System (SBES) di Perairan Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Pengukuran dilakukan secara linier mengikuti lintasan perairan menggunakan metode survei hidrografi SBES dengan koreksi pasang surut terhadap datum Mean Sea Level (MSL). Data kedalaman dianalisis menggunakan metode interpolasi kriging untuk menghasilkan peta batimetri 2D dan 3D, serta dilakukan uji Total Vertical Uncertainty (TVU) mengacu pada standar IHO S-44 Orde 1. Hasil menunjukkan bahwa kedalaman perairan berkisar antara -24,61 hingga -41,11 meter dengan rata-rata -34,63 meter. Sebanyak 91% titik pengamatan memenuhi ambang toleransi ketelitian vertikal berdasarkan standar IHO. Analisis kemiringan dari raster kedalaman menunjukkan nilai slope antara 3,14° hingga 3,54°, yang dikategorikan sebagai lereng sedikit miring atau landai berdasarkan klasifikasi Van Zuidam (1985). Hasil ini menunjukkan bahwa metode SBES dapat digunakan untuk menghasilkan model batimetri yang akurat dan representatif di wilayah pesisir tropis seperti Pantai Baron.
Title: Uji Kualitas Data Batimetri Blue Marine Echotrax HD Single Beam Echosounder System (SBES) Berdasarkan IHO S-44 di Perairan Baron, Yogyakarta
Description:
Kedalaman dan morfologi dasar laut diperlukan dalam berbagai kegiatan kelautan seperti navigasi, konservasi, hingga perencanaan ruang laut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kedalaman, mengevaluasi kualitas data vertikal, serta menganalisis kemiringan dasar laut berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Single Beam Echosounder System (SBES) di Perairan Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Pengukuran dilakukan secara linier mengikuti lintasan perairan menggunakan metode survei hidrografi SBES dengan koreksi pasang surut terhadap datum Mean Sea Level (MSL).
Data kedalaman dianalisis menggunakan metode interpolasi kriging untuk menghasilkan peta batimetri 2D dan 3D, serta dilakukan uji Total Vertical Uncertainty (TVU) mengacu pada standar IHO S-44 Orde 1.
Hasil menunjukkan bahwa kedalaman perairan berkisar antara -24,61 hingga -41,11 meter dengan rata-rata -34,63 meter.
Sebanyak 91% titik pengamatan memenuhi ambang toleransi ketelitian vertikal berdasarkan standar IHO.
Analisis kemiringan dari raster kedalaman menunjukkan nilai slope antara 3,14° hingga 3,54°, yang dikategorikan sebagai lereng sedikit miring atau landai berdasarkan klasifikasi Van Zuidam (1985).
Hasil ini menunjukkan bahwa metode SBES dapat digunakan untuk menghasilkan model batimetri yang akurat dan representatif di wilayah pesisir tropis seperti Pantai Baron.

Related Results

KOREKSI MISTIE PADA SEISMIK SINGLE CHANNEL MENGGUNAKAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN BINTAN SELATAN
KOREKSI MISTIE PADA SEISMIK SINGLE CHANNEL MENGGUNAKAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN BINTAN SELATAN
Seismik merupakan metode eksplorasi geologi bawah laut dengan menggunakan penjalaran gelombang akustik sehingga dapat menggambarkan bentuk dan lapisan bawah permukaan dasar laut. P...
The Blue Beret
The Blue Beret
When we think of United Nations (UN) peacekeepers, the first image that is conjured in our mind is of an individual sporting a blue helmet or a blue beret (fig. 1). While simple an...
Integrative Hematology Oncology Fellowship Program: A National Survey Based Analysis of Need
Integrative Hematology Oncology Fellowship Program: A National Survey Based Analysis of Need
Abstract Introduction: Integrative hematology oncology (IHO), the combination of complementary medicine in conjunction with conventional cancer treatm...
PENGUKURAN BATIMETRI MENGGUNAKAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER DAN AQUAMAP 80XS
PENGUKURAN BATIMETRI MENGGUNAKAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER DAN AQUAMAP 80XS
Salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam pemanfaatan sumberdaya kelautan dan pesisir adalah pemetaan bawah laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kedalaman Perairan...
Model Manajemen Sumber Daya Perairan Waduk Serbaguna (Studi Kasus Waduk Selorejo)
Model Manajemen Sumber Daya Perairan Waduk Serbaguna (Studi Kasus Waduk Selorejo)
Materi buku Model Manajemen Sumber Daya Perairan Waduk Serbaguna (Studi Kasus Waduk Selorejo) ini bersumber dari penelitian kerja sama antara Tim Dosen Prodi Manajemen Sumber Daya ...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
Biota dasar perairan merupakan fauna yang hidup di dasar perairan, baik di kawasan tawar, payau, maupun di perairan asin terutama di perairan  ekosistem mangrove. Tujuan penelitian...

Back to Top