Javascript must be enabled to continue!
PERBEDAAN SKOR KECEMASAN TAYLOR MINNESOTA ANXIETY SCALE (TMAS) MATERNAL PADA KEHAMILAN DENGAN PREEKLAMPSIA DAN HAMIL NORMAL
View through CrossRef
Penatalaksanaan preeklampsia masih terbatas pada pengendalian tekanan darah dan gejala-gejalanya serta pe- mantauan maternal-fetal yang ketat. Sampai saat ini, sangat sedikit perhatian yang diberikan pada konsekuensi psikologis dari preeklampsia, terutama kecemasan maternal. Gangguan kecemasan pada seseorang dapat diiden- tifikasi dengan menggunakan instrumen kuesioner pengukur kecemasan, salah satunya adalah kuesioner Taylor Minnesota Anxiety Scale (TMAS). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan skor kecemasan TMAS maternal pada kehamilan dengan preeklampsia dan kehamilan normal. Penelitian ini merupakan suatu penelitian cross sectional yang dilakukan mulai bulan Maret-Agustus 2014 dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang, yaitu 20 wanita hamil dengan preeklampsia dan 20 wanita hamil normal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kecemasan sebagai keadaan pada subjek penelitian diukur dengan kuesioner TMAS. Analisis yang digunakan untuk mengetahui perbedaan skor kecemasan TMAS maternal pada kehamilan dengan preeklampsia dan kehami- lan normal adalah uji-t. Pada kelompok kehamilan dengan preeklampsia, rerata skor kecemasan TMAS maternal adalah 30,45 ± 9,65. Sedangkan pada kelompok kehamilan normal, rerata skor kecemasan TMAS maternal adalah 18,50 ± 7,62. Setelah dilakukan uji statistik, terdapat perbedaan rerata skor kecemasan TMAS maternal yang sig- nifikan antara kelompok kehamilan dengan preeklampsia dan kelompok kehamilan normal (p = 0,000).Kata kunci: Skor Kecemasan TMAS Maternal, Preeklampsia.
Universitas Andalas
Title: PERBEDAAN SKOR KECEMASAN TAYLOR MINNESOTA ANXIETY SCALE (TMAS) MATERNAL PADA KEHAMILAN DENGAN PREEKLAMPSIA DAN HAMIL NORMAL
Description:
Penatalaksanaan preeklampsia masih terbatas pada pengendalian tekanan darah dan gejala-gejalanya serta pe- mantauan maternal-fetal yang ketat.
Sampai saat ini, sangat sedikit perhatian yang diberikan pada konsekuensi psikologis dari preeklampsia, terutama kecemasan maternal.
Gangguan kecemasan pada seseorang dapat diiden- tifikasi dengan menggunakan instrumen kuesioner pengukur kecemasan, salah satunya adalah kuesioner Taylor Minnesota Anxiety Scale (TMAS).
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan skor kecemasan TMAS maternal pada kehamilan dengan preeklampsia dan kehamilan normal.
Penelitian ini merupakan suatu penelitian cross sectional yang dilakukan mulai bulan Maret-Agustus 2014 dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang, yaitu 20 wanita hamil dengan preeklampsia dan 20 wanita hamil normal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Kecemasan sebagai keadaan pada subjek penelitian diukur dengan kuesioner TMAS.
Analisis yang digunakan untuk mengetahui perbedaan skor kecemasan TMAS maternal pada kehamilan dengan preeklampsia dan kehami- lan normal adalah uji-t.
Pada kelompok kehamilan dengan preeklampsia, rerata skor kecemasan TMAS maternal adalah 30,45 ± 9,65.
Sedangkan pada kelompok kehamilan normal, rerata skor kecemasan TMAS maternal adalah 18,50 ± 7,62.
Setelah dilakukan uji statistik, terdapat perbedaan rerata skor kecemasan TMAS maternal yang sig- nifikan antara kelompok kehamilan dengan preeklampsia dan kelompok kehamilan normal (p = 0,000).
Kata kunci: Skor Kecemasan TMAS Maternal, Preeklampsia.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Perbedaan Rerata Kadar Profil Lipid pada Preeklampsia dengan Kehamilan Normal pada Etnik Minangkabau
Perbedaan Rerata Kadar Profil Lipid pada Preeklampsia dengan Kehamilan Normal pada Etnik Minangkabau
AbstrakPreeklampsia-eklampsia sampai saat ini masih merupakan disease of theory. Kelainan yang terjadi pada penyakit ini adalah disfungsi endotel yang dapat disebabkan oleh perubah...
Pemeriksaan Ante Natal Care dan Penyuluhan Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi pada Ibu Hamil Didesa Kutalimbaru Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang
Pemeriksaan Ante Natal Care dan Penyuluhan Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi pada Ibu Hamil Didesa Kutalimbaru Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang
ABSTRAK Kematian maternal atau kematian ibu menurut batasan dari The Tenth Revision of International Cassification of Diseases (ICD-10) adalah kematian wanita yang terjadi pada saa...
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TRUCUK KLATEN
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TRUCUK KLATEN
Kehamilan merupakan masa yang dimulai dari pembuahan atau bertemunya sel telur dengan sperma sampai dengan lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal yaitu 40 minggu. Kehamilan ini d...
PENGARUH SELF HYPNOPREGNANCY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL di BPM DANY EKA NOVITASARI., S.tr.Keb,Bdn
PENGARUH SELF HYPNOPREGNANCY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL di BPM DANY EKA NOVITASARI., S.tr.Keb,Bdn
ABSTRAK Latar Belakang : Masa kehamilan merupakan masa rentan terjadinya kecemasan dan gangguan mood bahkan ada yang mengalami episode depresi pertamanya pada masa hamil. Maka dari...
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
Persentase angka kejadian kecemasan pada ibu hamil di Indonesia mencapai 373.000.000, sebanyak 107.000.000 atau 28,7% diantaranya kecemasan terjadi pada ibu hamil menjelang proses ...
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY T DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ERIKA SEPTI WAHYUNINGRUM S,ST. KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN AJARAN 2021
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY T DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ERIKA SEPTI WAHYUNINGRUM S,ST. KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN AJARAN 2021
Faktor resiko tinggi pada kehamilan merupakan keaadan kehamilan yang menyimpang dari keadaan normal. Salah satu faktor terjadinya resiko tinggi adalah usia hamil tua (>35 tahun...

