Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Leksikon Perikanan di Kecamatan Mersam: Kajian Semantik

View through CrossRef
Abstract This study aims to determine the lexicon form of fishing gear, catch, and means of transportation, and find out the lexical meaning of fisheries in Mersam District. This research uses a qualitative descriptive research method. The data collection techniques in this study were observation, interview, recording, and write, the data that gets in the form of words. Furthermore, the data that has been obtained will be analyzed using analytical techniques, namely by transcribing data, identifying, classifying, interpreting, and drawing conclusions. "Based on the results of the analysis it can be concluded that the form of the lexicon and the lexical meaning in fisheries in the Mersam District, there are two forms of lingual units in the form of words and phrases. (1) the form of lingual units in the form of words, namely: (a) monomorphemic words in the noun category which include fishing gear as many as 22 fishing gear, such as kutik, suo, luka, serkap, pangilar, tengalak, jalo, trawl, paril, longline, kaluntang tagang, comb, tangkul, ceraah, kapucung, kelong, lapun, ranan. The lexicon consists of 41 catches such as tilan, lais, tin, sting, lalida, tatali, tapah, joro, fruit, catfish, baung, dakso, balido, dalung, sitam, semuruk, pari, saluan, etc. The lexicon consists of 3 means of transportation such as boat, boat, and raft. (2) the form of lingual units in the form of phrases, namely: (a) endocentric phrases in the noun category as many as 5 endocentric phrases in the noun category, namely, eggplant sepat, white head, green fish, durian look, and sengirik boyo." Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk leksikon alat tangkap, hasil tangkapan, dan alat angkut, serta mengetahui makna leksikal perikanan di Kecamatan Mersam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, pencatatan, dan tulis, data yang diperoleh berupa kata-kata. Selanjutnya data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis yaitu dengan mentranskrip data, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menafsirkan, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa bentuk leksikon dan makna leksikal dalam perikanan di Kecamatan Mersam terdapat dua bentuk satuan lingual berupa kata dan frasa. satuan lingual yang berupa kata, yaitu: (a) kata monomorfemik kategori nomina yang meliputi alat tangkap ikan sebanyak 22 alat tangkap, seperti kutik, suo, luka, serkap, pangilar, tengalak, jalo, pukat, paril, rawai, kaluntang tagang, sisir, tangkul, cerah, kapucung, kelong, lapun, ranan.Leksikon terdiri dari 41 tangkapan seperti tilan, lais, timah, sengat, lalida, tatali, tapah, joro, buah, lele, baung, dakso , balido, dalung, sitam, semuruk, pari, saluan, dan lain-lain.Leksikonnya terdiri dari 3 alat transportasi seperti perahu, perahu, dan rakit.(2) bentuk satuan lingual berupa frasa, yaitu: (a ) frase endosentris kategori nomina sebanyak 5 frase endosentris kategori nomina yaitu terong sepat, kepala putih, ikan hijau, durian tampang, dan sengirik boyo.”
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: Leksikon Perikanan di Kecamatan Mersam: Kajian Semantik
Description:
Abstract This study aims to determine the lexicon form of fishing gear, catch, and means of transportation, and find out the lexical meaning of fisheries in Mersam District.
This research uses a qualitative descriptive research method.
The data collection techniques in this study were observation, interview, recording, and write, the data that gets in the form of words.
Furthermore, the data that has been obtained will be analyzed using analytical techniques, namely by transcribing data, identifying, classifying, interpreting, and drawing conclusions.
"Based on the results of the analysis it can be concluded that the form of the lexicon and the lexical meaning in fisheries in the Mersam District, there are two forms of lingual units in the form of words and phrases.
(1) the form of lingual units in the form of words, namely: (a) monomorphemic words in the noun category which include fishing gear as many as 22 fishing gear, such as kutik, suo, luka, serkap, pangilar, tengalak, jalo, trawl, paril, longline, kaluntang tagang, comb, tangkul, ceraah, kapucung, kelong, lapun, ranan.
The lexicon consists of 41 catches such as tilan, lais, tin, sting, lalida, tatali, tapah, joro, fruit, catfish, baung, dakso, balido, dalung, sitam, semuruk, pari, saluan, etc.
The lexicon consists of 3 means of transportation such as boat, boat, and raft.
(2) the form of lingual units in the form of phrases, namely: (a) endocentric phrases in the noun category as many as 5 endocentric phrases in the noun category, namely, eggplant sepat, white head, green fish, durian look, and sengirik boyo.
" Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk leksikon alat tangkap, hasil tangkapan, dan alat angkut, serta mengetahui makna leksikal perikanan di Kecamatan Mersam.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, pencatatan, dan tulis, data yang diperoleh berupa kata-kata.
Selanjutnya data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis yaitu dengan mentranskrip data, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menafsirkan, dan menarik kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa bentuk leksikon dan makna leksikal dalam perikanan di Kecamatan Mersam terdapat dua bentuk satuan lingual berupa kata dan frasa.
satuan lingual yang berupa kata, yaitu: (a) kata monomorfemik kategori nomina yang meliputi alat tangkap ikan sebanyak 22 alat tangkap, seperti kutik, suo, luka, serkap, pangilar, tengalak, jalo, pukat, paril, rawai, kaluntang tagang, sisir, tangkul, cerah, kapucung, kelong, lapun, ranan.
Leksikon terdiri dari 41 tangkapan seperti tilan, lais, timah, sengat, lalida, tatali, tapah, joro, buah, lele, baung, dakso , balido, dalung, sitam, semuruk, pari, saluan, dan lain-lain.
Leksikonnya terdiri dari 3 alat transportasi seperti perahu, perahu, dan rakit.
(2) bentuk satuan lingual berupa frasa, yaitu: (a ) frase endosentris kategori nomina sebanyak 5 frase endosentris kategori nomina yaitu terong sepat, kepala putih, ikan hijau, durian tampang, dan sengirik boyo.
”.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Leksikon Nama Peralatan Rumah Tangga Masyarakat Minangkabau: Gambaran Dinamika Masyarakat
Leksikon Nama Peralatan Rumah Tangga Masyarakat Minangkabau: Gambaran Dinamika Masyarakat
Minangkabau language is not free from language contact with other languages. This language contact brought about a change in the Minangkabau language. This change also occurs in th...
Analisis Hilirisasi Perikanan di Indonesia
Analisis Hilirisasi Perikanan di Indonesia
Indonesia adalah negara maritim yang memiliki potensi perekonomian dari sektor perikanan dan kelautan yang sangat besar. Potensi perikanan dapat dimaksimalkan melalui peningkatan n...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
Peran Penyuluh Perikanan Tangkap Dalam Kegiatan Penyuluhan Perikanan di Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman
Peran Penyuluh Perikanan Tangkap Dalam Kegiatan Penyuluhan Perikanan di Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman
Penyuluh perikanan merupakan agen pembaruan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan untuk memberdayakan masyarakat nelayan. Efektivitas kegiatan penyuluhan perikanan di pengaruhi ol...
Interelasi Manusia dengan Alam dalam Cerita Rakyat Danyak Kenyah Lepoq Jalan: Kajian Ekolinguistik
Interelasi Manusia dengan Alam dalam Cerita Rakyat Danyak Kenyah Lepoq Jalan: Kajian Ekolinguistik
Cerita rakyat Dayak Kenyah Lepoq Jalan mencermikan realitas kehidupan sehari-hari mereka yang berkaitan dengan alam. Hubungan masyarakat Dayak dengan alam terjalin harmonis karena ...
LEKSIKON KULINER TRADISIONAL MASYARAKAT KABUPATEN PANDEGLANG
LEKSIKON KULINER TRADISIONAL MASYARAKAT KABUPATEN PANDEGLANG
Kuliner tradisional bukan sekadar mencerminkan khazanah makanan, bahan yang digunakan, cara pengolahan, dan cita rasa olahan lokal yang unik, tetapi juga merepresentasikan entitas ...
Indeksikalitas leksikon kekerabatan etnis Sasak masyarakat Rembiga Mataram
Indeksikalitas leksikon kekerabatan etnis Sasak masyarakat Rembiga Mataram
Perkembangan perekonomian kota Mataram menjadi daya tarik penduduk dari luar kota Mataram untuk pindah dan bertempat tinggal, salah satunya di kelurahan Rembiga. Keadaan tersebut m...

Back to Top