Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Perceived Social Support dengan Kecemasan pada Korban Dating Violence

View through CrossRef
Abstract. Dating violence is a significant issue in Indonesia, ranking as the third highest case reported to KOMNAS Perempuan. Psychological violence in dating relationships severely impacts mental health, especially anxiety which can disrupt daily life. This study aims to examine the relationship between perceived social support and anxiety among victims of dating violence. This study used a quantitative approach with a correlational design. A total of 109 respondents, aged 18-24 years, who have experienced or are currently experiencing psychological violence, were recruited using the snowball sampling technique. Data were collected using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPSS) and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A). The Spearman Rank correlation test was used for data analysis. The findings revealed that most respondents had high levels of perceived social support (96.3%) and anxiety (99.1%). However, the correlation between perceived social support and anxiety was very weak and statistically insignificant, both for victims currently experiencing violence (r=0.165; p=0.167) and those who had experienced it (r=0.095; p=0.575). These results indicate that high perceived social support may not always align with victims’ emotional needs, especially when the stressor persists. This study underscores the importance of tailored support to reduce anxiety in victims of dating violence. Abstrak. Dating violence merupakan salah satu masalah serius di Indonesia dan menempati peringkat ketiga tertinggi yang dilaporkan ke KOMNAS Perempuan. Kekerasan psikologis dalam dating violence berdampak signifikan pada kesehatan mental, terutama kecemasan, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived social support dan kecemasan pada korban dating violence. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 109 responden berusia 18-24 tahun, yang pernah atau sedang mengalami kekerasan psikologis, dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPSS) dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat perceived social support (96,3%) dan kecemasan (99,1%) yang tinggi. Namun, hubungan antara perceived social support dan kecemasan sangat lemah dan tidak signifikan, baik pada korban yang sedang mengalami kekerasan (r=0,165; p=0,167) maupun yang pernah mengalaminya (r=0,095; p=0,575). Temuan ini menunjukkan bahwa perceived social support yang tinggi tidak selalu relevan dalam menurunkan kecemasan korban, terutama jika stresor masih berlangsung. Studi ini menyoroti perlunya dukungan yang lebih spesifik untuk mengurangi kecemasan korban dating violence.
Title: Hubungan Perceived Social Support dengan Kecemasan pada Korban Dating Violence
Description:
Abstract.
Dating violence is a significant issue in Indonesia, ranking as the third highest case reported to KOMNAS Perempuan.
Psychological violence in dating relationships severely impacts mental health, especially anxiety which can disrupt daily life.
This study aims to examine the relationship between perceived social support and anxiety among victims of dating violence.
This study used a quantitative approach with a correlational design.
A total of 109 respondents, aged 18-24 years, who have experienced or are currently experiencing psychological violence, were recruited using the snowball sampling technique.
Data were collected using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPSS) and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A).
The Spearman Rank correlation test was used for data analysis.
The findings revealed that most respondents had high levels of perceived social support (96.
3%) and anxiety (99.
1%).
However, the correlation between perceived social support and anxiety was very weak and statistically insignificant, both for victims currently experiencing violence (r=0.
165; p=0.
167) and those who had experienced it (r=0.
095; p=0.
575).
These results indicate that high perceived social support may not always align with victims’ emotional needs, especially when the stressor persists.
This study underscores the importance of tailored support to reduce anxiety in victims of dating violence.
Abstrak.
Dating violence merupakan salah satu masalah serius di Indonesia dan menempati peringkat ketiga tertinggi yang dilaporkan ke KOMNAS Perempuan.
Kekerasan psikologis dalam dating violence berdampak signifikan pada kesehatan mental, terutama kecemasan, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived social support dan kecemasan pada korban dating violence.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional.
Sebanyak 109 responden berusia 18-24 tahun, yang pernah atau sedang mengalami kekerasan psikologis, dipilih menggunakan teknik snowball sampling.
Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPSS) dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A).
Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman.
Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat perceived social support (96,3%) dan kecemasan (99,1%) yang tinggi.
Namun, hubungan antara perceived social support dan kecemasan sangat lemah dan tidak signifikan, baik pada korban yang sedang mengalami kekerasan (r=0,165; p=0,167) maupun yang pernah mengalaminya (r=0,095; p=0,575).
Temuan ini menunjukkan bahwa perceived social support yang tinggi tidak selalu relevan dalam menurunkan kecemasan korban, terutama jika stresor masih berlangsung.
Studi ini menyoroti perlunya dukungan yang lebih spesifik untuk mengurangi kecemasan korban dating violence.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN KECEMASAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KUALITAS HIDUP
HUBUNGAN KECEMASAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KUALITAS HIDUP
Latar belakang : jumlah kasus Covid-19 dan/atau jumlah kematian semakin meningkat, hal ini berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta kes...
Semiotic Violence
Semiotic Violence
Semiotic violence against female politicians is a subtype of violence against women in politics or VAWP (Krook, 2017), which operates at the level of portrayal and representation o...

Back to Top