Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nilai Humanisme dalam <em>Serat Saptastha</em>

View through CrossRef
Raja merupakan pemimpin yang dipandang sebagai perwujudan ilahi. Setiap perintah dan keputusannya harus dipatuhi dan dijalankan sebagai bukti bakti. Raja yang tetap dipatuhi rakyatnya meskipun mengalami peristiwa yang tidak lazim di kalangan raja adalah Hamengku Buwana VII. Kisah kemunduran Hamengku Buwana VII dari kursi raja tertuang di dalam isi naskah Serat Saptastha yang tersimpan di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta. Naskah Serat Saptastha tergolong naskah sejarah karena berisi sejarah peralihan kekuasaan dari Hamengku Buwana VII kepada putranya, Pangeran Adipati Anom, yang kemudian dinobatkan sebagai Hamengku Buwana VIII setelah Hamengku Buwana VII memilih meninggalkan kerajaan dan menetap di Ambarukma. Metode yang digunakan dalam penulisan ini analisis isi dengan pendekatan sosiologi sastra. Tulisan ini menunjukkan bahwa naskah Serat Saptastha dapat menggambarkan sosok Hamengku Buwana VII sebagai raja pemberani dan berwibawa meskipun mengalami lengser keprabon. Citra Humanisme yang ditampilkan Hamengku Buwana VII dalam naskah Serat Saptastha menunjukkan sikap kawicaksanaan, keberanian, dan kewibawaan.
Title: Nilai Humanisme dalam <em>Serat Saptastha</em>
Description:
Raja merupakan pemimpin yang dipandang sebagai perwujudan ilahi.
Setiap perintah dan keputusannya harus dipatuhi dan dijalankan sebagai bukti bakti.
Raja yang tetap dipatuhi rakyatnya meskipun mengalami peristiwa yang tidak lazim di kalangan raja adalah Hamengku Buwana VII.
Kisah kemunduran Hamengku Buwana VII dari kursi raja tertuang di dalam isi naskah Serat Saptastha yang tersimpan di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta.
Naskah Serat Saptastha tergolong naskah sejarah karena berisi sejarah peralihan kekuasaan dari Hamengku Buwana VII kepada putranya, Pangeran Adipati Anom, yang kemudian dinobatkan sebagai Hamengku Buwana VIII setelah Hamengku Buwana VII memilih meninggalkan kerajaan dan menetap di Ambarukma.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini analisis isi dengan pendekatan sosiologi sastra.
Tulisan ini menunjukkan bahwa naskah Serat Saptastha dapat menggambarkan sosok Hamengku Buwana VII sebagai raja pemberani dan berwibawa meskipun mengalami lengser keprabon.
Citra Humanisme yang ditampilkan Hamengku Buwana VII dalam naskah Serat Saptastha menunjukkan sikap kawicaksanaan, keberanian, dan kewibawaan.

Related Results

Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Saat ini penggunaan polimer di dunia industri semakin berkembang, salah satunya dengan dibentuk menjadi komposit polimer. Matriks yang dapat digunakan dalam pembuatan komposit sala...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
Nilai Humanisme dalam <em>Serat Saptastha</em>
Nilai Humanisme dalam <em>Serat Saptastha</em>
Raja merupakan pemimpin yang dipandang sebagai perwujudan ilahi. Setiap perintah dan keputusannya harus dipatuhi dan dijalankan sebagai bukti bakti. Raja yang tetap dipatuhi rakyat...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...
Fabrikasi Papan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Bahan Fluoresensi Fosfor
Fabrikasi Papan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Bahan Fluoresensi Fosfor
Serat bahan alam dapat dijadikan pengganti material komposit yang ramah lingkungan. Serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu serat alam hasil pengolahan industr...
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
Dalam proses perawatan prasarana perkeretaapian, dibutuhkan alat transportasi yang mampu mempercepat proses perawatan, efisiensi waktu, dan proses yang mudah dalam pengoperasian. L...
Anoman Angrĕrĕpi Munggeng Nagasĕkar: dari Rubrikasi Hingga Hubungan Intertekstual Sĕrat Rama Jayakusuman dengan Sĕrat Rama Yasadipuran
Anoman Angrĕrĕpi Munggeng Nagasĕkar: dari Rubrikasi Hingga Hubungan Intertekstual Sĕrat Rama Jayakusuman dengan Sĕrat Rama Yasadipuran
This research discusses the rubrication of "Anoman Angrĕrĕpi munggeng Nagasekar" in the manuscript of Sĕrat Rama (Jayakusuman) in the collection of the Sonobudoyo Yogyakarta Museum...

Back to Top