Javascript must be enabled to continue!
Androgini dalam Film Monster (2023) Karya Hirokazu Kore-Eda
View through CrossRef
Film Monster (2023) merupakan film drama karya Hirokazu Kore-eda yang menampilkan dinamika identitas dan relasi sosial melalui sudut pandang yang berlapis. Penelitian ini membahas representasi androgini pada tokoh Saori, Minato, Yori, dan Hori dalam film Monster (2023). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris, guna melihat bagaimana makna androgini dikonstruksi melalui alur cerita, adegan, dialog, serta elemen visual dan naratif film.Pembahasan menyoroti bagaimana tokoh-tokoh dalam film memperlihatkan respons emosional, tindakan, pola komunikasi, hingga gestur yang menunjukkan karakter androgini. Penelitian ini juga menggunakan teori androgini Sandra Bem dengan instrumen Bem Sex Role Inventory (BSRI) sebagai kerangka analisis untuk mengidentifikasi perpaduan sifat maskulin dan feminin yang ditampilkan oleh masing-masing tokoh. Analisis difokuskan pada respons emosional, tindakan, pola komunikasi, dan gestur tokoh dalam berbagai situasi, seperti konflik keluarga, interaksi di lingkungan sekolah, serta penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saori, Minato, Yori, dan Hori sama-sama menampilkan ekspresi androgini, yakni memadukan karakteristik maskulin dan feminin secara bersamaan dan fleksibel. Representasi tersebut dibentuk melalui framing visual, dialog, suasana latar, musik, dan sudut pandang cerita, yang menggambarkan identitas tokoh sebagai konstruksi gender yang cair dan tidak terikat pada stereotip biner.
Universitas Negeri Jakarta
Title: Androgini dalam Film Monster (2023) Karya Hirokazu Kore-Eda
Description:
Film Monster (2023) merupakan film drama karya Hirokazu Kore-eda yang menampilkan dinamika identitas dan relasi sosial melalui sudut pandang yang berlapis.
Penelitian ini membahas representasi androgini pada tokoh Saori, Minato, Yori, dan Hori dalam film Monster (2023).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M.
Kosicki, yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris, guna melihat bagaimana makna androgini dikonstruksi melalui alur cerita, adegan, dialog, serta elemen visual dan naratif film.
Pembahasan menyoroti bagaimana tokoh-tokoh dalam film memperlihatkan respons emosional, tindakan, pola komunikasi, hingga gestur yang menunjukkan karakter androgini.
Penelitian ini juga menggunakan teori androgini Sandra Bem dengan instrumen Bem Sex Role Inventory (BSRI) sebagai kerangka analisis untuk mengidentifikasi perpaduan sifat maskulin dan feminin yang ditampilkan oleh masing-masing tokoh.
Analisis difokuskan pada respons emosional, tindakan, pola komunikasi, dan gestur tokoh dalam berbagai situasi, seperti konflik keluarga, interaksi di lingkungan sekolah, serta penyelesaian konflik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saori, Minato, Yori, dan Hori sama-sama menampilkan ekspresi androgini, yakni memadukan karakteristik maskulin dan feminin secara bersamaan dan fleksibel.
Representasi tersebut dibentuk melalui framing visual, dialog, suasana latar, musik, dan sudut pandang cerita, yang menggambarkan identitas tokoh sebagai konstruksi gender yang cair dan tidak terikat pada stereotip biner.
Related Results
GAYA FASHION ANDROGINI DAN KEMUNCULAN SOSOK NON-BINARY
GAYA FASHION ANDROGINI DAN KEMUNCULAN SOSOK NON-BINARY
Fungsi berbusana di masyarakat saat ini lebih cenderung mengarah kepada tindakan sosial daripada sebagai alat pelindung atau penutup tubuh. Sekelompok orang memiliki kemampuan untu...
Representasi Identitas Androgini di Media Sosial
Representasi Identitas Androgini di Media Sosial
Di dalam masyarakat Indonesia, masih banyak terjadi kesalahpahaman mengenai konsep androgini. Androgini memiliki stereotipe homoseksual seperti Lesbi, Gay, Biseks dan Transgender (...
Türkiye’de Kore Dalgasının Günümüzdeki Durumu ve Geleceği -Kore Savaşı (Kan Kardeşi), Kore Dizisi ve K-beauty (Kore Kozmetiği) Merkezinde
Türkiye’de Kore Dalgasının Günümüzdeki Durumu ve Geleceği -Kore Savaşı (Kan Kardeşi), Kore Dizisi ve K-beauty (Kore Kozmetiği) Merkezinde
Genel
olarak Kore denilince Türk insanının hafızasında ilk olarak Kore Savaşı
canlanır. Bunun en temel nedenini Kore Savaşına pek çok Türk askerinin
katılması gerçeği oluşturmaktad...
GAYA ANDROGINI DALAM POP CULTURE
GAYA ANDROGINI DALAM POP CULTURE
Abstract As a style that combines masculine and feminine elements in one look, androgyny style has become an important trend in the fashion world since the last few decades. The em...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Representasi Maskulinitas Dalam Film Monster (2023)
Representasi Maskulinitas Dalam Film Monster (2023)
Abstract. This study aims to describe the depiction of masculinity through the characters in the film Monster (2023). The focus of this study is to reveal the signs of masculinity ...
Asociación entre lactancia y enfermedad diarreica aguda en niños menores de 2 años, atendidos en el centro de salud de Pueblo Nuevo- Ica en enero-marzo 2023
Asociación entre lactancia y enfermedad diarreica aguda en niños menores de 2 años, atendidos en el centro de salud de Pueblo Nuevo- Ica en enero-marzo 2023
OBJETIVO: Determinar cuál es la asociación entre lactancia y la enfermedad diarreica aguda en niños menores de 2 años, atendidos en el centro de salud de pueblo nuevo- Ica en enero...

