Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Aktivitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) Terhadap Mencit Yang Diinduksi Glukosa Sebagai Obat Alami Antidiabetes

View through CrossRef
Diabetes melitus merupakan kumpulan penyakit metabolik dengan keadaan hiperglikemia yang terjadi karena terdapat kelainan dari sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Di Jawa Tengah pada tahun 2018, diabetes melitus menempati urutan ke dua setelah hipertensi yaitu mencapai angka 20,57%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun kelor yang mengandung flavonoid dan dosis optimum ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit yang diinduksi glukosa. Metode penelitian ini yaitu dengan metode eksperimental dengan design penelitian pretest and post test with control group. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak daunkelor positif mengandung flavonoid. Dalam 0,2091 g ekstrak daun kelor mengandung flavonoid sebesar 6,67 mg/g.Ekstrak daun kelor diberikan pada mencit dengan dengan menggunakan pelarut Dimethylsulfoxide (DMSO) 1% dengan dosis Kelompok I (98mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 48,53%; Kelompok II (147 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 44,38%; Kelompok III (220,5 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 53,03%; Kelompok IV (330,75 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 43,08%; Kelompok V (496,125 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 32,44%. Pada pengujiannya terhadap mencit, ekstrak daun kelor dapat menurunkan kadar gula darah mencit setelah pemberian induksi. Dosis ekstrak daun kelor yang paling efektif dalam menurunkan kadar gula darah yaitu pada kelompok III (220,5 mg/KgBB) dengan potensi penurunan gula darah sebesar 53,09%.
Title: Aktivitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) Terhadap Mencit Yang Diinduksi Glukosa Sebagai Obat Alami Antidiabetes
Description:
Diabetes melitus merupakan kumpulan penyakit metabolik dengan keadaan hiperglikemia yang terjadi karena terdapat kelainan dari sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya.
Di Jawa Tengah pada tahun 2018, diabetes melitus menempati urutan ke dua setelah hipertensi yaitu mencapai angka 20,57%.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun kelor yang mengandung flavonoid dan dosis optimum ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.
) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit yang diinduksi glukosa.
Metode penelitian ini yaitu dengan metode eksperimental dengan design penelitian pretest and post test with control group.
Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%.
Ekstrak daunkelor positif mengandung flavonoid.
Dalam 0,2091 g ekstrak daun kelor mengandung flavonoid sebesar 6,67 mg/g.
Ekstrak daun kelor diberikan pada mencit dengan dengan menggunakan pelarut Dimethylsulfoxide (DMSO) 1% dengan dosis Kelompok I (98mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 48,53%; Kelompok II (147 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 44,38%; Kelompok III (220,5 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 53,03%; Kelompok IV (330,75 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 43,08%; Kelompok V (496,125 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 32,44%.
Pada pengujiannya terhadap mencit, ekstrak daun kelor dapat menurunkan kadar gula darah mencit setelah pemberian induksi.
Dosis ekstrak daun kelor yang paling efektif dalam menurunkan kadar gula darah yaitu pada kelompok III (220,5 mg/KgBB) dengan potensi penurunan gula darah sebesar 53,09%.

Related Results

Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)
Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)
Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi) (Broin, 201...
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Abstract. Breast cancer is the main cause of cancer incidence in Indonesia according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Moringa leaves (Moringa oleifera) is a ...
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Abstract. The gastrointestinal tract infection is a disease that often occurs in Indonesia. This disease caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus, Escherichia co...
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru
Abstract: Moringa leaves (Moringa oleifera) have various pharmacological effects, such as antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial and anticancer activities. The anticancer ef...

Back to Top